Quality time bareng keluarga

Howdy, teman-teman.

Hari berlalu, kurang lebih satu bulan, tanpa tulisan dalam blog ini. Sudut-sudutnya mulai usang. Sebenarnya banyak hal yang dapat dibekukan dalam kata-kata, tapi apalah daya tangan tak sampai. Kesibukan merenggut waktu saya. Magang dan skripsi. Lebih banyak membaca, studi literatur, meninjau ulang pustaka, ya layaknya orang mau menyusun karya tulis ilmiah.

Santai bareng keluarga :)
Santai bareng keluarga 🙂

Langsung saja, cerita dimulai dari pulang kampung kesekian kalinya. Mengunjungi keluarga di rumah, yang dalam diam selalu berkomat-kamit mendoakan agar saya sukses di perantauan. Mereka yang tak pernah bilang kalau sedang sakit, takut mengganggu konsentrasi. Yang juga selalu mengirim uang dari jerih payah keringatnya. Tak pernah mengeluh. Dan yang menjengkelkan namun juga ngangenin, adik perempuan. Dia yang cerewet dan selalu bodoh didepan saya.

Semoga rahmat Allah selalu menyertai mereka.

Pagi-pagi, saya sudah pergi bermain tenis meja di seberang kampung. Sambil menunggu sarapan yang disiapkan oleh ibu.

Matahari tergelincir dari posisinya, saya pulang. Sarapan pagi itu agak terlambat.. Sambil nonton TV, saya menikmati menu sayur kelor sambal terong dan tempe yang khas Lumajang. Di sela-sela makan, ibu datang menghampiri, seraya berkata, ”Nanti, habis dhuhur ke Lumajang. Makan di Pondok Asri”.

Sekilas, Pondok Asri adalah restoran yang melegenda di Lumajang. Eksklusif, high class-nya sudah terkenal dimana-mana. Konsep rumah makan yang menyatu dengan alam tersaji disana. Terdapat lesehan, gubuk-gubuk, hall untuk acara resmi, main hall, dan arena bermain untuk anak-anak. Yang paling berkesan menurut saya sih di bagian lesehan diatas kolam ikan.

Ajakan itu sekaligus realisasi dari janji beberapa bulan lalu. Ide yang diinisiasi oleh ayah untuk makan sekaligus kumpul bersama satu keluarga.

Berikut dokumentasi yang didapat dari ponsel adik saya. Kebetulan membawa tongsis. Foto yang paling natural dari keluarga kami yang sukanya mbanyol – it’s mean bercanda berlebihan. Seberapapun seriusnya, selalu ada tawa dibaliknya. Karena motto-nya adalah

seriusmu adalah bercandaku”.

Kala itu, kami memesan dua gurame ukuran sedang dan ayam. Tentu, satu ayam khusus untuk ayah yang tidak suka ikan laut. Dua soda untuk anak muda dan dua jeruk untuk yang tua.

Dari perjumpaan yang sebentar, banyak makna yang merasuk ke dalam kalbu. Bahwa bagaimana pun tegar dan kuat seorang anak, orang tua selalu khawatir pada keselamatan anaknya. Bahwa dalam diam mereka, selalu merindukan dekat dengan anaknya. Bahwa dalam kesulitan yang ditimpa anaknya, ada tetesan air mata yang berlinang. Sayang, mereka selalu menutupinya, dalam setiap senyum.

Setelah banyak berbincang-bincang, kami sempatkan untuk menjenguk anak budhe saya di rumah bersalin. Sedang melahirkan anak pertama dengan operasi, karena posisi bayi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan proses kelahiran normal.

Bayinya cukup imut. Lahir kemarin 15 Agustus. Perempuan. Sayang, tidak saya dokumentasikan karena entahlah kenapa saat itu tidak mood untuk foto-foto. Lebih ingin mencermati sekitar untuk menyerap ilmu yang terpampang di dinding rumah sakit. Rumah sakitnya milik pribadi dokter Elvi spesialis kandungan yang baru saja dibangun. Bersih dan modern.

Tulisan ini saya buat ditengah riuh meriah kegiatan agustus-an di kampung halaman.

Selamat malam,

Tempeh, 16 Agustus 2015.

Advertisements

2 thoughts on “Quality time bareng keluarga

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s