Diri yang tiada

Apalah aku ini

Yang selalu berbuat salah

Yang tiada hari tanpa dosa

Yang ketika hari agung seperti ini

Merasa malu

Sudah pantas kah diri bertemu Sang Pemilik Segala Sesuatu

Hanya bisa merengek

Dalam sayup takbir yang menggema

Menyadari setiap kelalaian

Pantas kah aku meminta

Padahal banyak nikmat pemberian-Nya

yang belum sempat aku syukuri

Jantung yang tak pernah henti-hentinya berdetak

Paru-paru yang terus kembang kempis menyuplai oksigen

Lambung yang terus menggerus

Ginjal menyaring

Otak berpikir

Tubuh yang tanpa sadar terbangun dalam tidur

Semua tanpa aku perintah

Hanya bisa aku pinjam dari Sang Pencipta

Sesak di dada

Memutar kembali cerita pendahulu

Nabi Ibrahim yang dihatinya hanya ada Allah

Pantaslah Beliau diangkat sebagai Khalilullah

Bilal yang ditindih dengan batu besar

Dibawah terik matahari

Utusan surat Rasulullah kepada Raja Dzalim

Dipenggal

Dan dalam lisan mereka tetap Allah

Apakah diri ini sanggup

Tetap dalam tauhid dengan cobaan seberat itu?

Setegar apa iman kita?

Puisi

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s