Uneg-Uneg Sang Profesor

Beliau adalah satu-satunya pengajar bergear profesor di Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS saat ini (4/10/2015). Orangnya simpel dan tidak banyak bicara. Masuk kelas tanpa membawa handbook atau materi ajar. Tidak ada slide presentasi dan LCD. Hanya menggenggam satu kotak spidol hitam. Duduk separuh badan di meja. Kemudian mulai bercerita.

Pada perjumpaan pertama di semester awal dahulu, aku sudah terkesima dibuatnya. Alur penjelasan yang teratur. Kata-kata yang mudah dicerna dalam pikiran. Nyambung. Dan penggambaran fenomena dan proses terjadinya dijabarkan secara gamblang.

”Bisa membayangkan?” selalu ia lontarkan ketika selesai menyampaikan seikat bagian ilmu pengetahuan. Seolah tak ikhlas kalau beliau mengajar tanpa menghasilkan pemahaman bagi para mahasiswa.

Kuliah awal dulu memang masih berkutat seputar kulit dunia material dan metalurgi. Matakuliahnya berjudul ”Pengantar Teknik Material”. Bagi sebagian besar mahasiswa yang masuk di jurusan ini, ilmu yang diterima tergolong baru. Wajar, di Sekolah Menengah kemarin tak ada materi ilmu bahan.

Sehingga peran pengajar pada awal perkuliahan sangat penting demi menarik atensi dan antusiasme mahasiswa. Karena apa? Tak semua mahasiswa berkehendak kuliah disini tentunya. Ada yang pilihan kedua, ada pula yang terpaksa, ada yang asal pilih, dan ada pula yang salah pilih.

Dan menurutku, Pak Profesor berhasil mengambil hatiku. Sukses menawarkan iming-iming menyenangkan dalam belajar ilmu bahan dan logam. Semua berkat kuliah pengantar yang dibawakannya itu. Singkat namun dalam.

Meskipun beberapa mahasiswa gagal menemukan sisi manis belajar di jurusan ini. Mereka bertahan diterpa badai dengan berpegang erat pada tiang kayu yang rapuh. Dan beberapa mulai rontok meninggalkan kamar yang salah ini.

Suatu hari Pak Profesor ditunjuk sebagai dosen pembimbing untuk asistensi pada praktikum korosi. Beliau menceritakan uneg-uneg yang mengganjal dan juga merupakan penjabaran alasan tentang sering menghilangnya dia dari jurusan belakangan ini.

Beliau mendapatkan promosi jabatan untuk memangku amanat sebagai petinggi ITK (Institut Teknologi Kalimantan) yang digagas melalui kerja sama dengan ITS. Kampus ITK berdiri baru-baru ini. Mahasiswanya sering ditemukan di ITS karena gedung perkuliahan mereka dalam tahap pembangunan.

Beliau merasa kurang sreg dengan kesibukannya kini. Harus mengurus administrasi perguruan tinggi yang baru dirintis. Beliau bilang, ”Di luar negeri, administrasi perguruan tinggi bukan dipegang oleh profesor, tetapi profesional di bidang tata kelola kampus”

Di Indonesia malah terjungkir, terbalik, dan tumpang tindih. Profesor ahli dalam bidang mekanika fluida malah menjadi rektor. Dan banyak contoh lainnya.

Beliau sebagai pengajar selalu merindukan masa berjumpa dan berinteraksi dengan mahasiswa. Sharing ilmu pengetahuan dan mengembangkan wawasan. Diskusi yang membara dengan jiwa muda. Lebih senang bekerja di kelas daripada berkecimpung dengan laporan-laporan.

Sekarang sudah tercebur ke dalam kubangan. “Mau bagaimana lagi, sudah diamanahi. Dijalankan saja setulus hati”, ujarnya.

Dan di akhir sesi asistensi, beliau membeberkan kisah perjuangan kuliah di Perancis dahulu. Bersama kawan seangkatan. Berangkat mengembara disejajarkan dengan mahasiswa lain yang menerima beasiswa yang sama. Ada dari ITB, ITS, dan UI.

Berat pengorbanannya. Namun kata inilah yang memberi motivasi,

”Temukan kelebihanmu sendiri daripada orang lain, jangan minder. Temukan cara terbaik untuk bertahan”

Begitulah, sekarang batang hidungnya pun aku tak kelihatan lagi.

Semoga bapak sehat selalu. Dan dapat mengajar lagi disela kesibukan.

Advertisements

9 thoughts on “Uneg-Uneg Sang Profesor

  1. ”Temukan kelebihanmu sendiri daripada orang lain, jangan minder. Temukan cara terbaik untuk bertahan”

    suka banget quote nya.

    btw arek ITS ta cak, angkatan berapa ya? saya punya beberapa teman di material

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s