Belajar penempatan diri menghadapi keadaan yang tak menentu

Siapa manusia yang mampu mengendalikan kondisi yang akan menimpanya hari ini? Tidak ada. Waktu terus berlalu seiring momen yang terus bergerak, tanpa bisa dikontrol. Bisa jadi baik, mungkin juga mimpi buruk.

Di kala kesibukan menikmati hari-hari, tiba tiba ada pengumuman nilai remedial ujian akhir semester. Mahasiswa pun galau, gundah gulana, sedih karena dia merasa sudah bekerja keras namun hasilnya tak sesuai harapan. Harus mengulang matakuliah di semester depan.

Krisis keuangan datang, pada saat yang sama perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk merumahkan ribuan karyawan agar dapat memangkas biaya produksi akibat merosotnya nilai rupiah yang menyebabkan harga bahan baku naik. Berita menyesakkan bagi buruh pabrik.

Atau contoh lain, anak sekolah yang tidak diberi uang jajan lebih, berontak pada orang tua, marah, memaki, dan mogok belajar.

Hmm.. bosan dengan kegiatan yang monoton di kampus, sekolah, tempat kerja, atau di rumah. Ejekan dan kritik yang pedas yang dilontarkan oleh orang yang iri pada pencapaian dan yang ada pada kita saat ini. Dan pujian yang silih berganti kala kita berhasil menjadi yang terbaik, atau setidaknya bisa berbuat baik.

Misteri, keajaiban, dan bakal begitu seterusnya.

Yang bisa dikontrol adalah perasaan kita dalam menghadapi hidup.

Misalnya, ketika diejek orang, ”Kamu itu pendek, buruk rupa, tampang anak desa, kulit hitam legam!”

Mindset kita telah terbingkai bahwa yang bertubuh pendek adalah jelek, yang desa itu selalu katrok dan ketinggalan jaman, yang hitam itu tidak bakal keren meski bagaimana pun dia bersolek. Api disulut, kita marah ketika disinggung soal kekurangan diri.

Padahal, jika kita menerima olok-olok itu dengan lapang dada karena memang begitulah apa adanya diri ini. Kemudian merombak pola pikir. Dan yakin bahwa Allah menciptakan makhluk yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ketika ada orang yang mengkritik dalam ranah profesional, kita mengucapkan terima kasih dengan senang hati dengan dalih, ”waktunya introspeksi diri”. Terima kasih telah diingatkan tentang kesalahan dan kekurangan saya selama ini. Tanpa perlu memperhatikan dengan seksama mimik orang yang sedang nyerocos memarahi kita.

Dengan demikian, betapa hati menjadi lega dan plong. Tak ada lagi beban dalam hidup. Dan bakal menikmati hidup dengan segala kondisi yang ada. Tanpa perlu bingung mana kala masalah lain datang menerpa. Tanpa terpenjara lagi oleh mindset dalam pikiran sendiri. Tanpa takut terjadi apa apa. Tanpa kegusaran sedikitpun tentang pikiran, bagaimana jika.

Bagaimana jika saya tidak lulus sidang skripsi semester ini?

Bagaimana jika saya tidak diterima kerja di instansi pemerintahan A? Atau di perusahaan B? Atau diterima beasiswa keluar negeri dari penyedia C?

Bagaimana jika saya di PHK?

Bagaimana jika ini dan itu?

Ah bisa gila kalau dipikirkan. Soal rejeki yang halal itu sudah ada yang ngatur, tak perlu dipastikan jalan dan sumbernya.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah berusaha.

Bagi pelajar ya belajar dengan giat. Bagi pekerja ya bekerja dengan keras. Bagi guru ya mengajar dengan teliti. Bagi ustadz ya dakwah dengan baik. Semua yang harus diselesaikan ya dikerjakan dengan sepenuh hati.

Begitu pula ketika gagal dalm ujian, mendapat musibah, atau rejeki sedang macet selalu kita tanamkan dalam akal kita bahwa ”Dengan kondisi sekarang, mungkin saya bisa lebih baik, kuat, dan tangguh”

Ketika ada kesulitan datang, hadapi dengan tenang dan jalani dengan solusi terbaik. Kejadian apapun yang berjalan, kita nikmati dengan penuh penghayatan.

Semoga hari-hari kita semakin baik

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s