Teman lama, saling bantu, dan sebuah penghargaan

Saban hari, pesan singkat masuk via messenger di hpku. Begini,”Nanti kalo barangku (bahan polimer untuk penelitian tugas akhir) datang, tolong bantu angkat dari kosku ke jurusan dong. Dua puluh lima kilo beratnya”. Waktu itu aku mengiyakan saja. Layaknya teman lama yang sudah sangat akrab sebelumnya, aku tanpa banyak alibi langsung bersedia membantu.

Ilustrasi teman yang saling bantu, charlie and lola, serial TV yang lagi aku ikuti juga (sumber gambar)
Ilustrasi teman yang saling bantu, charlie and lola, serial TV yang lagi aku ikuti juga (sumber gambar)

Beberapa hari tak ada kabar. Aktivitas kembali normal. Dia kemudian mengirim pesan lagi. Kali ini bukan tentang tugas akhir dan kuliah.

”Happy birthday, barakallahu fi umrik”

Cc: timeline fotoku dari waktu ke waktu diunggah dibawahnya. ”Ini buah tadi malam tidak bisa tidur”, katanya.

Aku terharu dibuatnya. Memang, beda rasanya kalau punya teman yang hanya ambil maunya aja dengan teman sejati. Teman yang bener meluangkan waktunya kala teman butuh bantuan, teman sedang kesulitan menghadapi masalah. Dan mereka yang memberikan sedekah tenaga, pikiran, atau perbuatan tanpa mengharapkan imbalan.

Dia yang mengingatkan semua orang untuk berbuat baik. Tak dibeda-bedakan. Mengajak pada kebaikan. Menyeru untuk memurnikan hakikat ujian yang sesungguhnya, yaitu soal kejujuran. Ketika itu memang sedang musim ujian tengah semester di jurusanku. Minggu perkuliahan menunjukkan angka 7 tertera jelas di atas Sekretariat Tata Usaha. Angka yang terbuat dari kombinasi led merah yang bergantian hidup dan mati.

Dia juga sering mengingatkanku dikala mulai lentur asa. Ketika kendur semangat,”Hei, nggak kuliah mekpat (Mekanika Patahan)? Udah masuk lho”, katanya dengan penuh tulus ikhlas. Sayangnya, tak sempat terbalas. Aku memang lagi di jalan sedang mencari logam paduan untuk tugas akhir dan berniat tak masuk kuliah. Berdasarkan pengumuman di group media sosial kelas Mekanika Patahan, harusnya kelas ditiadakan karena dosen sedang berhalangan hadir. Ternyata malah masuk dengan pemberitahuan yang mendadak. Sial!

Aku ini yang merasa bagaimana gitu padanya. Karena aku malah banyak menggantungkan diri padanya, sedangkan ketika dia yang membutuhkan aku malah tak hadir. Sedih juga, merasa sungkan, dan tidak enak. Akhir-akhir ini aku mulai mencoba meluangkan waktu untuk sekedar menengok keadaan teman, menanyakan kabar, dan basa-basi ringan. Dan ketika mereka membutuhkan bantuan, aku ready tanpa beban membantu.

Dan malam ini, dia menghubungiku lagi. ”Kamu lagi free nggak sekarang? Aku mau minta bantuan”, katanya.

Aku menjawab,”Nggak sih, sekarang lagi di lab santai”

”Ntar angkat-angkat ya”, pintanya.

”Baik”, jawabku.

Tetapi temanku yang lain juga datang sedang mencari teman untuk menggotong triplek dari lantai satu ke lantai dua. Aku oke-kan juga. Kami turun dan aku sengaja tak membawa hp. Lupa kalau ada janji dengan temanku jam 20.00 tepat nanti.

Gobloknya, sampai di lantai bawah, kami melihat anak-anak lain sedang bersenang-senang menikmati permainan tenis mejanya. Ah kami tergiur dan akhirnya mendapat giliran main juga. Saking menikmatinya, aku lupa benar dengan janjiku dengan temanku tadi.

Dia sampai datang menghampiriku. Aku membatin, ”pasti dia tadi menghubungiku banyak kali dan tak ada jawaban. Makanya sampai datang kemari”

Ah lagi-lagi aku tak ada di tempat ketika teman dekatku membutuhkanku.

Segera aku samperi dia dan kami berangkat gotong-gotong satu sak karung berisi resin polimer dari kosannya yang tak jauh dari jurusan. Naikkan sepeda dan diangkut ke lantai dua jurusan. Selesai dan dia berterima kasih. Aku pun meninggalkannya karena harus segera menggotong triplek.

”Eh hafidh, sini-sini”, dia memanggil-manggil.

”Ada apa? Takoyaki?”, aku coba tebak maksud hatinya memanggilku.

”Emang sudah nggak alergi sama takoyaki? Ini dulu deh”, dia menyodorkan biskuit dan susu coklat 250 ml. Ah nggak nyagka. Alangkah bahagia dan terharu. Penghargaan untuk bantuan yang tak banyak tadi. Tetapi baginya itu adalah sebuah hal yang berarti sehingga ada reward yang sedemikian mewah.

Note: kami punya cerita dibalik takoyaki. Kala jaman ingusan dulu pernah dibelikan takoyaki, dan aku agak nggak suka karena rasanya aneh. Tapi setelah dirasa malah pengen lagi. Dan sering aku goda dia untuk belikan takoyaki lagi. Hahahah..

Dan ketika sampai di lab, aku bagi dengan lab member. Well, berbagi memang indah. Berteman memang menyenangkan.

Cerita ringan di malam yang suntuk.

Selamat malam,

Advertisements

18 thoughts on “Teman lama, saling bantu, dan sebuah penghargaan

  1. Lucu foto ilustrasinya 🙂 itu kan ceritanya kakak beradik, hehehe. Salah satu kartun terkenal di Aussie. Aku sering nemenin ponakan nonton. Laaaah jadi bahas ilustrasi postingannya….

    1. Iya, kartun sederhana tp lucu banget. Made by org british juga populer untuk anak2 disana toh. Nggak tau msh tayang di nickelodeon apa nggak ya? Soalnya seringan liat di youtube sih hehe

  2. Temen yang mau ttp sama2 dlm kondisi apapun itu langka, harus dijaga baik2.
    Temen yg mampu ttp ada saat kondisi kita dan dia bertolak belakang (kita senang n dia susah, ato sebaliknya) pun langka, bersukur bgt klo punya yg begini.

    1. Hahaha #fokusnyamalahitu. Tp boleh jg tuh. Uda lama g nyobain lg, di kampus kadang tiap mlm minggu ada yg jual dlm acara pasar malam minggu ITS (Pamits), skrg pasarnya jrg buka. Beliin dong, mbak 🙂

  3. Assalamu’alaikum…salam kenal Mas…senang membaca posting njenengan..terutama tentang wisata lumajang.. +- 25 tahun lalu saya pernah sekolah SD di SD Pasrujambe III ..waktu itu pasrujambe masih ikut kecamatan Senduro… Sdh lebih 20 tahun saya gk berkunjung ke sana…kelihatannya ckp pesat perkembangannya..mmbaca postingan njenengan sdkt mengobati kerinduan saya…Terimakasih.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s