Mencari makna yang lebih dalam

Ternyata mencukupi kebutuhan lebih mulia daripada melakukan segala cara demi terwujudnya keinginan. Kebutuhan akan mengantarkan pada sudut pandang mengenai kandungan sedangkan keinginan berhubungan dengan nafsu yang tak akan ada puasnya.

Tanda kedewasaan mungkin terlihat ketika dia sudah mengerti esensi dan substansi, bukan hanya kulitnya saja. Contoh, ketika manusia sebagai makhluk hidup yang butuh makan.

Orang yang paham bahwa dirinya adalah manusia biasa akan mencari makan yang ia butuhkan saja. Butuh karbohidrat makan nasi, butuh zat anorganik makan sayur, butuh ion minum air putih, butuh protein makan tempe atau telur, butuh lemak makan daging, butuh vitamin makan buah.

Ilustrasi kandungan sayur-sayuran (sumber gambar)
Ilustrasi kandungan sayur-sayuran (sumber gambar)

Kalau kita makan berdasarkan keinginan, ingin steak, ingin burger, ingin ayam tulang lunak, gurame bakar, es cream, es teler maka tidak akan ada habisnya. Ingin ini-itu dan seterusnya.

Lebih dari itu, toh kelezatan makanan bukan terletak pada sajiannya, melainkan bergantung pada kendali kita. Ketika kita lapar, makan apapun jadi enak. Kenikmatan tersebut didapat lantaran rasa syukur terhadap apa yang masuk sebagai kebutuhan pokok memenuhi kelangsungan hidup.

Begitu pula akhirnya, saking laparnya makan sebanyak-banyaknya hingga kenyang. Apa enak terlalu kenyang? Tak enak pula. Seenak apapun makanannya, hanya sebatas perut manusia. Ibuku pernah bilang, ”Kalau tak sebatas ukuran perut, bisa bangkrut beli makanan enak terus, le”. Hahah..

Itu soal makan, banyak aplikasi lain yang dapat diperluas lagi konteksnya, di-explore. Rumusan keutamanan kebutuhan daripada keinginan dapat diterapkan disetiap lini kehidupan. Contoh lain, ketika beli pakaian, beli alat sekolah, keperluan kantor, perusahaan, dan hal-hal terkait muamalah lainnya.

Ya akhirnya, kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga kita tak terjebak pada keinginan-keinginan dangkal manusiawi yang menjerumuskan itu. Aamiin..

Advertisements

3 thoughts on “Mencari makna yang lebih dalam

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s