Siapa bilang hidup ini berat?

Sebuah counter attack bagi sebagian orang yang selalu mengeluhkan susahnya hidup.

Jamak kita dengar, keluhan-keluhan akan kesedihan orang di sekitar kita. Sedih biasanya dikarenakan realitas tak selaras dengan ekspektasi. Rasa pedih di dalam hati terkadang menyayat jiwa tatkala kecewa terhadap keadaan. Lalu mereka berkata, ”Hidup ini memang berat”. Banyak batu kerikil yang siap menjatuhkan langkah kaki.

Ilustrasi tentang beban berat hidup yang rentan akan keluh kesah yang beralarut (sumber gambar)
Ilustrasi tentang beban berat hidup yang rentan akan keluh kesah yang beralarut (gambar)

Bahkan beberapa meratapinya dengan pilu yang berlebihan dan mengumpati (menyesali) kebaikan yang telah dilakukan. ”Padahal aku sudah sholat, aku puasa, aku bersedekah, berdoa, baik pada orang tua, apa salah hamba tak mendapatkan nilai yang baik? Kok jalan mendapatkan acc dosen pembimbing saja sulit minta ampun?” kata mereka mendramatisir suasana.

”Kok ya ada ganjalan, hambatan, tantangan demi tantangan di setiap tahap kehidupan?”, sambil merenung, keluh kesah mereka membanjiri mulut. Berkoar-koar kesana kemari, curhat dimari. Intinya mengeluh.

Kadang kita capek mendengarnya, bukan? Sudah jelas solusinya adalah berusaha dan berjuang serta tetap dalam doa agar Allah menunjukkan jalan, masih saja kekeh dengan asa yang tak mengubah apa-apa. Toh dengan mengeluh apa yang kita dapat? Hanya lelah, tak ada yang selesai masalahnya.

Membandingkan dengan orang lain

Salah satu alasan kenapa kita dapat bersedih adalah membandingkan hasil usaha kita dengan milik orang lain. Melihat pencapaian orang lain, harta milik orang lain, rumah, mobil, bahkan postur tubuh dan paras wajah suami atau istrinya. Pertanyaan kemudian yang sesak di dada adalah kenapa punya kita sekian sedangkan orang lain berlimpah?

Tak usah banding-bandingkan lah. Yakin deh keadaan kita sekarang adalah rahmat, taufik, karunia, dan anugrah Allah yang paling sesuai dengan kita. Jika dilebihkan atau dikurangi maka tak begini jadinya. Yakin pula bahwa kita memang diciptakan unik, berbeda dari orang lain. Kita sama sama punya kelemahan dan kelebihan. So, jangan seragamkan dengan parameter tertentu dimana kita tak seberuntung orang lain lah.

Kalo pun terpaksa membadingkan, cari kebaikan orang. Jangan hanya pinter nyari kejelekan orang. Dengan tahu kebaikan, kita berharap itu dapat memotivasi diri berbuat lebih baik.

Daya yang tak terhingga adalah solusinya

”Kau bilang berat karena kau berpikir bahwa semuanya kau pikul dipundakmu yang kerdil itu!”. Kita lupa bahwa Allah telah menetapkan takdir / ketetapan bagi kita. Karena kita tak tahu takdir itu baik atau buruk, kita lakukan saja yang terbaik.

Manusia hanyalah perlu usaha dan berharap kebaikan pada Allah. Hasilnya bukan jadi fokus. Itu urusan Allah. Kita perlu bertawakkal saja. Jangan jadikan diri ini sejajar dengan Allah dengan memastikan masa depan atas daya diri sendiri. Ingatlah laa haula walaa quwwata illa billah. Baca juga: memasti-mastikan masa depan yang belum tentu

Banyak menuntut

Jangan nuntut diri dan orang lain seperti apapun. Terkadang yang kita tuntut, nggak bakal terjadi. Jadi, cukup jalani saja hidup dengan sungguh-sungguh dengan niatan kebaikan. Ikutilah jalan yang telah digambarkan Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah textbook yang paling handal yang harus dijadikan manusia sebagai pedoman dalam meraih kesuksesan di dunia terlebih di akhirat kelak.

La tahzan, innallaha ma’ana

Hidup tak sama dengan apa yang kita inginkan. Jangan bersedih.

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuati, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Kekayaan yang paling tinggi derajatnya adalah menerima keadaan.

Lillah saja, kemudian Allah yang memberi jalan. Sesuai janji Allah pada surah Al-Ankabut ayat 69:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.

Nasihat untuk diri dan semua manusia.

Semoga bermanfaat.

Bersambung..

Advertisements

5 thoughts on “Siapa bilang hidup ini berat?

  1. Sebagai makhluk hidup kita pasti akan selalu menemui masalah, entah kecil ataupun besar. kalo gak pernah dapet masalah itu patut dipertanyakan, dia hidup apa gak? haha.
    dan yang membuat berat atau ringan itu kita sendiri, kalo kita menganggap berat ya jadi berat masalah itu. kalo kita menganggap ringan insyaAllah Allah akan mempermudah penyelesaian masalah tersebut.

  2. Kadang memang pikiran kita sendirilah yang menyebabkan kita salah memandang dan menyikapi hidup ini, bukan orang lain. apakah pikiran kita positif atau negatif tentang hidup ya mas. Nice post !

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s