Yang bikin hidup ini tenang

Malem minggu kemarin, aku berada di kampung halaman, Lumajang. Acara malam di rumah selalu berkesan. Karena ada kesempatan emas bertemu dengan orang-orang yang haus ilmu dan berada disekeliling orang alim.

Malam minggu disini, terasa lebih berharga dan berkelas kalau menurutku. Daripada di kos, tak tentu mau apa, tidur tidur main game tidak jelas. Dulu malah malam minggu diisi dengan kegiatan anak muda macam balap sepeda, parkir sepeda di alun-alun kota Lumajang, freestyle sepeda di sirkuit Embong Kembar Lumajang. Sekarang berubah, semenjak aku kenal kehidupan malam di pondok pesantren An-Nur Tempeh. Disana tiap malam minggu ada acara membaca Surah Waqiah dan mengaji berbagai Kitab karangan ulama’ terdahulu. Acara ini terbuka untuk umum. Yang hadir adalah pengasuh pondok sebagai pak yai yang bertindak sebagai guru, santri pondok pria, dan warga sekitar yang mau hadir. Kebanyakan orang yang hadir di bagian belakang adalah orang tua. Yang muda bisa dihitung dengan jari.

Aku sendiri ikut ayahku. Ayahku tiap malam minggu kesini. Sedang aku yang berada di Surabaya, hanya ikut ketika ada di rumah saja. Dulu sih bisa setiap minggu karena masih sekolah di Lumajang.

Tadi malam, pak yai bilang, “Yang bikin hati tenang itu adalah mengingat Allah, bukan rekreasi, bukan pula nonton TV”. Rekreasi sepintas membuat senang, setelah selesai ingat lagi dengan realitas kehidupan yang bikin pusing. Lihat orang lain bernasib lebih baik dari kita, galau bukan kepalang.

Allah berfirman:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

quote-dailymoslem_02-285x400

Memang benar. Kalau kita punya Allah, Tuhan yang Maha Segalanya, buat apa sedih? Buat apa gundah? Buat apa? Manisnya iman lebih indah dari nikmat apapun yang Allah berikan. Tenanglah pikiran kita. Tentramlah hati kita.

Memang, tindakan itu berdasarkan rasa dalam hati. Kaya pun kadang masih berhati melarat. Yang tidak punya kadang memiliki keluasan hati untuk menerima. Baca juga tentang kaya yang sejati.

Karena keterbatasan kesempatan, setiap pengajian aku maksimalkan ilmu yang dapat diserap. Ya karena jarang-jarang pula bisa berkumpul dengan orang-orang baik seperti ini.

Rumah adalah pondok pesantrenku. Aku memang bukan lulusan pondok. Tetapi bukan masalah, karena yang penting adalah hasrat haus ilmu itu sendiri dan bagaimana realisasinya.

Bagaimana dengan malam minggumu?

Advertisements

5 thoughts on “Yang bikin hidup ini tenang

  1. Wah indahnya. :’) Saya masih berkutat sama tugas koas, semoga ada umur panjang mendapatkan kesempatan malam minggu seperti itu. Terima kasih sudah diingatkan lewat tulisannya 🙂

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s