Tengkorak Kematian

Tadi malam (5/3/2016), aku berbaring di atas kasur dengan mata pening dan kepala nanar. Aku kelelahan setelah begadang semalaman kemarin aku bermain bola seharian. Badanku ambruk, terkapar di kamar depan.

Sudah jam 11 malam. Aku sempatkan mengecek kondisi terkini basecamp pertahanan dan resource yang ku miliki di akun Boom Beach – game besutan Supercell yang ada di hp androidku. Makin puyeng lah kepalaku. Melihat barang kecil-kecil di layar LCD hp yang beradiasi tinggi sambil tiduran. Mau bagaimana lagi? Sudah ketagihan game.

Aku letakkan sejenak hp jauh-jauh dari jangkauan tidurku. Aku menikmati setiap lekukan tubuh yang menyentuh spons kasur. Meskipun sebeneranya kasurku terbuat dari kapas kapuk sih. Tetapi aku sangat menikmatinya.

Tengkorak ilustrasi dari tribunnews
Tengkorak ilustrasi dari tribunnews

Diam-diam aku meraba kepalaku dengan kedua tangan. Aku urut dari kening menuju kebawah. Aku rasakan tulang keras tengkorak yang melindungi otakku yang teramat lemah ini. Kemudian cekung kebawah bahkan bentuknya berlubang mungkin di daerah pelipis. Disitulah mata yang begitu lunak dapat tajam memandang menembus dimensi ruang di dunia. Mungkin di bagian ini otak tak terlindung oleh tulang tengkorak. Lantas ke bawah lagi, menemui garis yang terhubung dengan bagian tulang lain membentuk tameng untuk pipi dan hidung. Rahang yang melompong dan terkait daripadanya tulang rahang bawah yang movable. Dan sepertinya tulang tersebut mudah lepas dengan bagian utama tengkorak. Jika diperhatikan tengkorak lebih mengutamakan perlindungan pada bagian atas dan belakang otak. Terutama otak kecil.

Kalau dipikir-pikir, tulang-tulang inilah yang akan berserakan dikubur dalam tanah. Daging yang semula menyelubungi tulang dimakan rayap dan hancur menjadi tanah pula. Raga ini tidak kekal dan batasnya sudah pasti yaitu kematian.

Dan dalam hal itu aku berpikir dan ingat sesuatu yang datangnya dari sabda rasul tentang sebaik-baik manusia adalah yang mempersiapkan kematiannya.

Advertisements

2 thoughts on “Tengkorak Kematian

  1. Gambar2 tengkorak itu mengingatkan bahwa manusia pasti akan mati. Gak ada yg abadi. Tp justru hal itu membuat kita harus menikmati hidup. Jangan terlalu stres, jgn terlalu mikirin apa kata org, banyakin plesir liburan, menghabiskan wkt bersama keluarga. Kita gak tau kapan dipanggil Tuhan, jd pergunakan wkt di dunia sebaik baiknya.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s