Keluarga di Cibitung

Waktu terus bergulir. Aku masuk dalam lingkaran roda kapitalisme yang membelenggu kebebasan. Dalam hadupku saat ini, yang ada hanyalah rutinitas menjemukan.

Tetapi ada yang beda di PT yang berdomisili di Cibitung ini. Suasana kerjanya santai, asal pekerjaan beres aja, semua lancar. Waktu luang digunakan untuk ngopi, ngerokok, di luar atau di dalam pabrik. Bahkan keluar pabrik pun tidak masalah. Ke warteg nyari makan siang pas istirahat, it’s okay.

Tetapi ketika aku perhatikan sosok karyawan gudang disini, mereka sungguh punya etos kerja yang baik. Misalnya, “Ya apapun yang ada dihadapan saya dan selama itu masih bisa saya lakukan dan tidak menyalahi wewenang, akan saya kerjakan”, kata seorang rekan kerja. Wuisshh.. yang lain beda lagi. Tak terlihat secara lisan, tetapi kelihaiannya dalam menyelsaikan tugas-tugas yang diberika patut diacungi jempol.

Orang sini mah pekerja keras. Kerja dengan penuh pengorbanan, bercucuran keringat. Berangkat shubuh pulang jam 10 malam. Bahkan ada yang 24 jam nonstop. Pondasi demikian terbentuk oleh tuntutan pekerjaan dimana kompleksnya pekerjaan tidak diimbangi oleh sumber daya manusia sehingga memicu padatnya jam kerja hingga sangat mungkin setiap hari lembur. ”Ya kerjaan belum rampung (red selesai) semua, mana bisa pulang?”, ujar salah seorang karyawan supir forklift yang dengan entengnya bilang begitu sambil mengepulkan asap rokok dari mulutnya.

Terbatas secara komunikasi tak menyurutkan niat mereka menghidupi keluarga. Pantang mundur semua orang disini. Tahan banting. Kadar multitaskingnya sudah diambang maksimal. Juga salah seorang senior dalam bidang QA yang menangani customer perusahaan bilang, ”Jam terbangmu akan tinggi seiring dengan perjumpaanmu dengan customer untuk mengatasi problem dan klaim-klaim yang bikin pusing itu”.

Hhaha semua orang bilang, ”Aku tidak menakut-nakuti, memang kenyataan berkata demikian”. Aih, siapa pula yang takut hanya dengan tantangan demikian. Berdiri di tempat quality control untuk menyortir produk di customer, bukan masalah bagiku.

Kerja memang demikian. Berat, ya relatif pada dari sisi mana kalian melihat. Aku sangat enjoy dengan ini semua, sampai-sampai, ”Hah sudah jam 11.30, waktunya istirahat, tak terasa”, saking menikmati aktivitas kerja yang dilakukan saat itu.

Aku senang dan semoga demikian seterusnya..

Aamiin..

Barakallah..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s