Poin Kegembiraan

Dan gembira bukan main ketika hari jum’at mendekati malam, aku mendapatkan informasi dari ibu HRD bahwa esok hari aku akan nego gaji. Kesempatan makin dekat untuk segera join perusahaan ini. Dan saat itu pula aku bersyukur bahwa cita-citaku terwujud. Aku belum lulus dan sudah dapat kepastian bekerja.

Tanggal 20 Maret 2016 adalah momen bersejarah dalam hidup. Wisuda untuk mendapat gelar sarjana. Namaku kini dibuntuti oleh embel-embel S.T.

Tahap mainstream kehidupan orang modern (sumber)
Tahap mainstream kehidupan orang modern (sumber)

Dulu aku menganggap wisuda adalah hal remeh soal hura-hura sesaat manusia dengan pemikiran dangkal. Ternyata pikiranku berubah ketika aku menjalani proses itu. Upacara wisuda itu adalah proses sakral dan serius. Bukan hanya soal main-main. Gembira itu memang ada.

Dan semakin lengkap dengan kepastian bekerja pada dua hari setelah wisuda. Yang hepi-hepi sudah. Sekarang perjuangan siap-siap ke tempat kerja yang sudah mepet dengan hari pertama kerja.

Jujur aku belum siap untuk deadline secepat ini. Ditambah dua hari kedepan aku harus menyiapkan berkas-berkas seperti SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari kepolisian lumajang, daerah tempat aku tinggal. Belum lagi surat keterangan domisili dari desa. Dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). So, setelah prosesi wisuda institut dan bersenang-senang di wisuda jurusan, aku cabut ke Lumajang untuk mengurus ini dan itu.

Dan kemelut bukan main ketika GM (General Manager) menginginkan aku lebih cepat gabung dengan perusahaan. Aku jelaskan dengan baik pada Ibu HRD bahwa aku sedang mengurus administrasi yang dipersyaratkan oleh perusahaan di Lumajang. Tetap sesuai kesepakatan hari rabu.

Semua serba terburu-buru. Ibuku sampai tak tega melihat anaknya berjuang sendiri. Dialah yang menemaniku membuat dokumen di kepolisian dan di kantor pajak. Selasa sore cabut ke kosan untuk boyongan kos ke rumah saudara di Margomulyo, yang sekitar 10 Km dari tempat kerja di Gresik atau 10 menit dengan motor, dan sekitar 30 menit dari kosanku di Keputih. Belum beres-beres pula.

Semua dibatasi waktu. Jangan terlalu malam sampai di rumah saudara. Besok sudah mulai kerja. Gelap terlalu cepat menyelimuti langit-langit. Aku sampai di Manukan, rumah saudara, selepas sholat isya.

Sambil melepas lelah pasca perjalanan jauh motoran dari Lumajang ke kosan Keputih, kemudian bawa barang banyak ke rumah saudara, aku berbincang-bincang. Menimba ilmu dari beliau yang sudah lama merantau bekerja di tanah orang. Di Jakarta mulai tahun 2000, menikah dan boyongan kesana tahun 2008, dan sekarang (2016) pindah dinas ke Surabaya Astra Internasional yang menangani mobil BMW. Hingga aku lupa, aku belum melengkapi semua berkas yang dipersyaratkan perusahaan. Sudah jam 9 malam pula. Aku lupa ini bukan keputih daerah kampus yang 24 jam hidup. Ahh.. aku terlalu terlena oleh keadaan.

Aku keluar. Air tiba-tiba runtuh dari langit mengguyur jalan-jalan. Aku harus tebus keterlenaan itu dengan kepahitan kehujanan untuk melengkapi pas foto dan materai. Aih, untung semua telah lengkap, meskipun harus dengan cucuran air di kepala. Bisa dari air hujan, atau sedih air mata yang tak sengaja jatuh di pipi.

Well.. Aku menjalani pelatihan selama seminggu di Gresik dahulu.

Advertisements

5 thoughts on “Poin Kegembiraan

  1. “Dulu aku menganggap wisuda adalah hal remeh soal hura-hura sesaat manusia dengan pemikiran dangkal.”

    Wah, saya juga berpikir begini. Tapi belum berubah. Jadi sampe sekarang saya masih niat untuk nggak ikut wisuda kalo lulus nanti.

    Kalo lulus, sih.

    Hehe.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s