Janji Allah Yang Maha Mendengar

Dulu, ketika masa SMA, aku suka banget sama pelajaran kimia. Alasannya rada konyol sih. Aku berpendapat kalau pelajaran itu adalah pelajaran baru bagi setiap siswa yang masuk SMA. Pasalnya, ketika SMP tidak ada toh pelajaran kimia itu?

ilustrasi doa (sumber)
ilustrasi doa (sumber)

Memangnya kenapa kalau pejalaran baru? Ya kalo gitu setiap siswa sama-sama belum tahu tentang pelajaran itu. Blank, mulai belajar dari nol. Dan ketika aku mencuri start mempelajarinya terlebih dahulu, aku pasti jadi pemenang. Aku akan juara kimia dimana-mana. Kalau matematika, fisika, biologi kan udah ada mulai SD, tuh. Kalau pun aku pelajari dengan memeras keringat, kemungkinan aku kalah dalam perlombaan sangat besar. Pasti ada yang lebih dewa.

Pemikiran itu mengantarkanku pada perolehan pencapaian yang lumayan. Dan aku mulai menemukan manisnya kimia. Tak hanya sedangkal cita-cita di awal yang ku sebut tadi. Aku mulai mendalami, meresapi setiap keping-keping ilmunya. Hingga tercetus dalam batin untuk mematri hidupku dalam bidang kimia. Aku ingin menjadi seorang Quality Control yang bekerja untuk mengendalikan mutu produk-produk kimia terutama yang berkaitan dengan makanan, obat-obatan, dan biologi.

Dari situ, aku mulai meraba-raba, kuliah mau jurusan apa yak? Untuk menggapai tujuanku menjadi seorang QC di bidang kimia, ku kira jurusan yang sangat cocok adalah Teknik Kimia.

Sayang, Allah berkata lain. Aku lolos di pilihan kedua jalur undangan, yaitu jurusan Teknik Material dan Metalurgi. Aku punya prinsip, kesempatan pertama harus diambil, karena ini mungkin tak datang untuk kedua kalinya nanti.

Jurusan asing ini tak lantas membuat moodku jatuh. Aku sangat menikmati hari-hari sebagai mahasiswa di jurusan yang dianggap minor. Tak jelas. Tak familiar di kalangan orang Indonesia yang belum banyak mengembangkan keilmuan logam dan material lain seperti polimer dan keramik.

Lagi, prinsipku adalah menjalani apapun yang ada di depanku dengan tenang. Tanpa beban. Meskipun aku selalu menutupi kerianganku itu dengan keluhan-keluhan yang komat-kamit selalu di bibirku. Aku sengaja bikin image-ku sebagai tukang mengeluh untuk menunjukkan pada orang lain bahwa aku adalah manusia normal yang ada kala nya mengeluh ketika beban berat harus dipikul.

Oleh karenanya, aku selesai juga menempuh tahap sarjana dengan kepuasan yang setinggi-tingginya. Aku telah mengambil waktu mudaku (dalam hal ini kuliah) dengan sebaik-baiknya.

Aku lulus, dan tetap dalam pendirian menjadi seorang QC Inspector. Pekerjaan yang elegan menurutku. Kita bertugas memastikan produk memenuhi syarat standar kualitas yang telah disepakati dengan pembeli. Ya, akhirnya aku memang tak masuk Teknik Kimia dulu. Tetapi jalanku adalah jurusan yang kata orang tidak jelas itu, dan aku menjadi seorang quality dibidang besi dan baja.

Alhamdulillah. Allah menjawab doa-ku dengan cara terbaik yang manusia mampu cerna. Kalau aku masuk tekkim, bisa jadi aku nggak bisa menjadi seperti sekarang. Karena menikung di pinggir jalan. Entah lari kemana.

Dan akhir kata, jangan pernah berpikir salah piliihan. Nikmati itu, dan suatu saat ada manis yang dapat disesap. Happy writing..

Advertisements

10 thoughts on “Janji Allah Yang Maha Mendengar

    1. Kimia bukan sekedar pelajaran sekolah. Lebih jauh, dia mengakar kedalam kehidupan sehari hari. Dan chemistry in daily life atau semacam simulasi kecil2 dlm bentuk praktek itu lebih fun, dibanding pak guru dongeng di depan kelas. Haha #efek gurunya bikin ngantuk mulu.

      1. Haha iya sih, dulu pas dikampus pada crush soal ekstraksi. Alhamdulillah skrg terwujud, ngebet banget jadi orang quality control.

        Oiya, ku email masuk?

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s