Rumahku adalah Surgaku

Oiya, aku belum pernah cerita tentang tempat tinggalku di Cibitung, ya?

Oke aku coba ulas dulu sekarang. Biar nanti mudah menceritakan hari-hari disini. Paling tidak ada gambaran lah.

Bagian depan
Bagian depan

Aku tinggal di daerah Rawa Julang, Desa Mekar Sari, Cikarang Barat. Aku hidup seorang diri di sebuah kamar kontrakan yang aku sewa per bulan dengan biaya 400 ribu (non-listrik, but include air pdam). Harga sekian untuk ukuran kawasan industri daerah jabodetabek termasuk sangat murah. Maklum sama yang punya udah kayak saudara, meskipun belum lama kenal, sih.

Bangunan rumah kontrakan disini mirip kos di Surabaya tetapi tanpa isi peralatan rumah tangga seperti kasur, lemari, kursi, dan meja. Semua perlengkapan harus bawa atau beli sendiri.

Ruang utama
Ruang utama

Petakan rumahku berukuran panjang 5.5 meter, lebar 2.5 meter, dan tinggi 3 meter. Panjang tersebut meliputi: 1.5 meter teras, 2.5 meter ruang utama, dan 1.5 meter dapur dan kamar mandi. Satu pintu di bagian luar dan satu sekat di dalam ruangan.

Serba guna
Serba guna

Dengan desain yang demikian, ruang utama merupakan ruang serba guna, ya untuk tidur, nonton TV (bagi yang punya), terima tamu, musholah, dan juga garasi motor. Menurut orang baru yang belum banyak alat-alatnya, ruangan tersebut sangat luas jika diisi seorang saja. Enakan berdua, sekalian jadi teman tidur #ups.

Lemari, rak buku, dan kotak penyimpanan
Lemari, rak buku, dan kotak penyimpanan

Ya bagaimana nggak luas, kalau kamar ukuran sekian hanya diisi oleh tumpukan kardus yang dialih fungsikan menjadi almari, meja, kota penyimpanan, dan rak buku sekaligus. Tak ada kasur. Hanya karpet merah bergambar naruto yang dibawahnya dilengkapi fitur pegas yang tersusun oleh tumpukan kardus bekas. Haha..

Gantungan kemeja di dinding, efek nggak punya lemari
Gantungan kemeja di dinding, efek nggak punya lemari

Karena atap terbuat dari asbes (bukan genting tanah liat), di dalam ruangan terasa panas. Hal yang paling aku tidak betah, panas. Sesegera mungkin aku pengadaan kipas angin. Dan tak lupa setrika yang ternyata penting sekali, kan ya gimana gitu kalau tiap hari pinjem tetangga #barusadar.

Kamar tersebut adalah kamar nomor tiga dari total delapan kamar yang di sewakan. Aku menempati kluster utara yang bertipe sedang dengan 1 ruang utama, dapur, kamar mandi, dan teras. Tipe sedang kebanyakan diisi oleh bujangan baik sendiri atau berdua.

P_20160515_154846
Bagian belakang, dapur plus kamar mandi

Sedangkan yang lain bertipe besar dengan 2 sekat yang memisahkan ruang tamu, ruang keluarga atau tempat tidur, dapur dan kamar mandi, serta teras. Tipe ini dikhususkan untuk orang yang sudah berkeluarga dan membawa keluarga ke tanah perantauan. Mereka lebih membutuhkan space. Di ujung ada rumah besar milik bapak kos yang telah dibalik-nama menjadi milik anaknya.

Gayungku lebih besar daripada embernya
Gayungku lebih besar daripada embernya

Lingkungan sekitar jarang penduduk. Jarak antar rumah warga renggang menandakan kepadatan penduduknya rendah. Banyak sawah dan ilalang. Pohon-pohon juga tinggi menjulang melindungi dari sengat matahari dan menimbulkan efek rimbun disekitaran rumah.

Aku benar-benar krasan hidup disini. Ada saudara baru dan banyak pengalaman berharga. Top markotop dah pokoknya.

Namun demikian, kalau ada suka, pasti ada duka lah ya. Disini masih musim penghujan. Kalau sehari saja diguyur hujan, jalanan becek. Keluar kawasan industri, masuk kampung jalanan rusak parah. Batuan belum selesai digarap. Lempung warna coklat kemerahan mengotori apapun yang melewatinya. Dan aku pakai sepeda onthel, otomatis masuk rumah kacau. Mudah kotor, jadi harus lebih giat bersih-bersih. Semua serba mandiri, cuci sendiri pakaian, kaus kaki, sepatu, dan sepeda.

Sehari-hari aku juga tidur di lantai. Kadang, hewan seperti klabang, kodok, ulet-ulet kluwe, dan orong-orong masuk ke sela-sela karpet. Apes dah pokoknya. Tetapi tetap hepi, karena sudah ditulis. Hihi..

Cerita ini ditulis dengan harapan berkah untuk rumah ini berserta penghuninya. Semoga aman dan tentram. Adem ayem.

Aamiin.

Semoga Allah mengabulkan.

Advertisements

11 thoughts on “Rumahku adalah Surgaku

  1. Jadi teringat kontrakan saya dulu waktu awal2 kerja, tiga kolom, kosongan dan bonus tikus kalo malam hari πŸ˜€ . Yang beruntung itu, kl dapet kontrakan yang air sumurnya masih bagus… dan itu yang saya lakukan terlebih dahulu ketika nyari kos.

    1. Iya ketersediaan air bersih adalah salah satu faktor dlm memilih tempat tinggal, mas. Haha kalo disini nggak ada tikus, tapi adanya orong-orong, ulet ulet kluwe, sama kodok. Bonus plus2 yg harua sisyukuri. πŸ™‚

  2. Eh kamu kamarnya rapi bngt untuk seorang cowok gtu…aku jd ingt wkt di kost πŸ˜… ya kamar kost ku dpt kasur dan ber ac cuma 700rbu/bulan listrik beli sendiri trus dapur umum di luar eh aku lihat kardusnya bnran sama kyk aku cuma klo aku kardusnya di bungkus kertas kado jd bagus berwarna gtu πŸ˜… aku bikin meja makan jg dr kardul lol πŸ˜… lemari dpt beli du carefour cuma Rp75rbu loh diskon πŸ˜… hidup anak kost !

    1. Hihi belajar nata diri, neng. Biar ntar kalo udah punya istri bisa nata juga. #ups. Iya sih, dengan segala keterbatasan, biasanya kreativitas muncul. πŸ™‚ Keren juga cerita dulu mbak pas waktu kos. (y)

      1. Salut sama cowok kostan yg rapi soalnya cowok kostan ditempatku mrk berantakan bngt πŸ˜… di kostku dulu ada 16 kamar lantai atas n bawah mrk klo ngumpul2 depan kamar ku kebetulan lantai bawah dug puntung rokok dimana πŸ˜… aku ngomel2 dah πŸ˜†

      2. Salut sama cowok kostan yg rapi soalnya cowok kostan ditempatku mrk berantakan bngt πŸ˜…

  3. Wah cikarang itu jawa bagian mana sih bang, itu tempat asal atau persinggahan perantauan aja ?
    Ohiya Gayung kita warnanya sama bang, hahahhaha
    Sederhana dan yg penting slalu berkah bang, amiin amiiin.

    1. Wkakak, sip keberkahan itu emang penting. Syukur dan qana’ah. Ini tinggal sementara di perantauan, nyari pengalaman kerja. Ntar juga balik ke kampung lagi, di kaki gunung semeru. Mau bangun desa biar maju, kasian pemudanya pada ke kota semua, hahah

      1. Iya bung, syukur dan qanaah πŸ™‚ hehe
        pulang dan mengabdi πŸ™‚
        Mulia sekali niatnya bung, semoga niat membangun desanya tercapai, amiin amiin πŸ™‚

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s