Tralalala.. Hepi

Belakangan aku sangat senang sekali. Rutinitas harianku ialah bangun pagi-pagi, sholat, lalu tidur lagi. Alarm berbunyi tepat jam 7. Mata masih kiyep-kiyep dan badan lengket di kasur. Ngulet-ngulet 15-20 menit. Duar… waktu mepet banget. Mandi, handukan, pakai seragam, dandan, buru-buru banget, dan sampai kantor 3 menit setelahnya. Dan itu kurang 3 menit dari jam 8, waktu masuk kantor.

Sumber gambar: www.ukhtiindonesia.com
Sumber gambar: http://www.ukhtiindonesia.com

Di kantor ngecek kualitas produk finish good yang harus dikirim ke customer. Kemudian bikin laporan. Kalau sudah, biasanya ngurusi administrasi pergudangan. Kalau selesai, pulang. Tapi kalau lagi ada masalah, bisa lembur hingga larut malam.

Rebahan di kontrakan. Tiduran sambil main game di handphone. Terus tidur beneran sampai pagi.

Tak ada TV di kontrakan. Padahal samping kiri-kanan pada asyik serius pantengin tuh kubus berwarna gonta-ganti itu.

”Ayo nonton TV sini, ngapain di dalem sendirian toh?”, ajak salah seorang tetangga depan kamar tepat.

”Aduh, maaf pak, nggak begitu suka nonton TV, eh”, jawabku nyengir.

”Lha sukanya apa toh?”, tanyanya keheranan

Aku Cuma mesam-mesem saja. Dalam hati, ”sukanya main game handphone, belajar materi metallurgy di laptop, dan nulis blog” hihihi..

Kata orang monoton hidup kerja-pulang kuadrat, tapi aku sangat menikmatinya. ”Jalan-jalan kemana kek, naik angkot banyak bisa ke bekasi atau ke jakarta”

Dalam hatiku menjawab lagi, ”duh, biar mereka yang jalan-jalan dah, aku sudah bosen jalan-jalan mulu dulu. Sekarang waktunya menggali pengalaman kerja, fokus dan konsentrasi penuh”

Kata orang monoton, tapi aku sangat menikmatinya. Loh kok bisa? Pasalnya, aku perlahan adaptasi disini. Soal makanan, budaya orang sekitar, dan pola hidup.

Suplai makanan mulai teratur dan menemui warung-warung langganan yang cocok di lidah. Dulu, aku pikir sulit mencari warung yang jual sayur bening seperti bayam, sop, asem, dll. Dasar aku dulu belum tahu saja. Bagaimana mengimbangi dengan buah-buahan yang segar dan sehat. Serta susu yang juga penting.

Budaya yang paling ku rasa sulit adalah bahasa dan pola pikir mereka. Bahasa di sekitaran pakai sunda, masuk gudang bahasa jawa alus ala ala jogja solo. Duh ribet dah jadinya. Kadang kalau sudah mentok, andalannya, “ra mudeng”.

Dan jadwal tidur, bangun, dan beraktivitas mulai tertata rapi. Waktu sholat mulai diperbaiki.

Hidup begini menurutku sangat menyenangkan. Teratur dalam kebaikan. Dan terus berusaha lillahi ta’ala. Apapun itu, harus disyukuri. Kalau sudah ahli syukur, kembalikan rasa syukur itu dengan taqwa pada Allah, ibadah yang sungguh-sungguh.

Seperti yang rasulullah katakan dalam hadist berikut.

Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi Muhammad selalu melaksanakan shalat malam sampai-sampai kakinya bengkak. Kemudian Aisyah bertanya, “Mengapa engkau melakukannya sampai begini, padahal dosa-dosamu sudah diampuni oleh Allah?” Beliau pun menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?” (H.R. Ibnu Majah)

Sekarang syukuri terus yang telah dianugrahkan Allah pada kita. Dan mari merepresentasikan syukur itu dengan menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.

Selamat pagi,

Advertisements

23 thoughts on “Tralalala.. Hepi

    1. Iya sih kalo lagi padet, makan aja sampek lupa. Kalo lagi santai bisa lah nyempetin buka blog. Ini pake wifi kantor hiihi 😀 Kerjaanku disini panggilan eh, kalo pas ada problem, lemburnya nggak ketulungan TT

      1. ih… siapa yang kepo, orang cuma blogwalking doang (sama aja yak :D). kan blogwalking harus maksimal, i have to know what i want to know. banyak banget alumni sekolah aku di sana, kayak sekolahku pindah. Satu angkatanmu ada yang dari SMAN 1 Pamekasan-Madura nggak?

      2. Hahaha bercanda, hidup ini emang dinamis. Kalo serius terus nanti cepet tua 😛
        ada kayaknya anak madura ada 2 dari taruna dan yg satunya entah dari madura mana. Emang mbak dita asli madura ya?

      3. hahaha… nyasar… bahasanya itu lo. Bisa dibilang nyasar sih, tapi aku tau kok jalan pulang wkwkw. aku kuliah di jabar kalau kerja di jabar masih lumrah lah. kamu yang nyasar kayaknya, tinggal dan kuliah di jatim tapi kerjanya di jabar. Tapi kata ibuku, semuanya bumi Allah, jadi selama kita di jalanNya, mau dimanapun tidak masalah #tibaTibaSeriusBahasanya haha

      4. Sip, sekali lagi salam kenal ya. Seneng deh ketemu sesama hobi nulis. Ditunggu di postingan berikutnya yg lebih lebih dah 🙂 Lanjut kerja dulu 🙂

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s