Mengenal Sifat Mekanik Material

Pada aplikasinya, logam banyak digunakan untuk menahan beban atau gaya. Misalnya:

  1. Aluminium untuk frame sepeda, velg mobil, piston, frame etalase, panci, dll.
  2. Baja digunakan untuk poros kendaraan, mur baut, gear, dll.
  3. Baja paduan untuk bahan pemotong, pahat bubut, kikir, gergaji besi, palu, dll.
  4. Stainless steel untuk gelas, termos, sendok, setrika, dan perabotan rumah tangga lainnya, door handle, penyanggah kaca, tulang beton jalan atau jembatan, dll
  5. Kuningan dan perunggu digunakan untuk hub sepeda, valve pipa, dan fitting pipa
  6. Besi tuang untuk blok mesin, housing gear box, disk brake, dll.
Sumber gambar: www.stoneleigh-eng.com
Sumber gambar: http://www.stoneleigh-eng.com

Oleh karena itu, sebelum membuat komponen-komponen teknik, ada baiknya diketahui terlebih dahulu material apa yang cocok untuk aplikasi tersebut? Salah satu tekniknya, dengan mendesain komponen melalui pertimbangan sifat mekanik materialnya. Sifat mekanik adalah karakteristik prilaku material ketika dikenai beban atau gaya. Umumnya, material akan terdeformasi (berubah bentuk dan dimensi) ketika dikenai beban. Besaran deformasi tersebut berbeda-beda tiap material.

Sumber gambar: phoenixautoshop.com
Sumber gambar: phoenixautoshop.com

Parameter sifat yang diturunkan dari prilaku material ketika dikenai beban dapat berupa kekuatan tarik, kekuatan luluh, modulus elastisitas, elongasi, ketangguhan, dan kekakuan. Poin-poin itu yang menjadi kunci dalam pertimbangan pemilihan material.

sumber gambar: www.gayahidupku.com
sumber gambar: http://www.gayahidupku.com

Ciri khas material tersebut dapat diketahui baik melalui pengujian skala lab maupun perhitungan simulasi numerik. Nah sifat mekanik material yang paling cocok dengan kondisi aktual dimana komponen tersebut berada lah yang akan digunakan.

Tetapi kadang kala, beberapa komponen berkebutuhan khusus. Tak bisa dihandle hanya dengan memilih material yang ada. Disinilah perlunya memodifikasi sifat mekanik material sehingga sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Beberapa cara sederhana dalam mengubah sifat mekanik material adalah melalui rekayasa komposisi kimia, struktur mikro, perlakuan panas, dan pengerjaan dingin. Dengan variabel tersebut, kita bisa membuat material yang super keras untuk memotong material lain (Cutting Tools) misalnya dengan baja paduan yang dikeraskan. Bisa juga membuat material yang memiliki sifat keras pada permukaan tetapi tangguh dibagian dalam untuk aplikasi gear sepeda motor melalui proses case hardening. Atau membikin baja tahan karat yang super kuat dengan memodifikasi struktur mikro baja menjadi martensitik base.

Dan banyak lagi hal yang bisa dipelajari.

Nanti sembari menyelami dunia kerja. Aku ingin mengulas kembali istilah-istilah dalam dunia material dan metalurgi. Sembari mengingat-ingat jaman kuliah dulu. Agar ilmu tak hanyut ditelan jaman. Sudah lama tak menjamah sisi science pada blog ini. Ini adalah awalnya.

Next akan aku bahas mulai dari yang ringan. Kulit-kulitnya. Misalnya apa bedanya sih material kuat, keras, ulet, elastis, dan tangguh itu? Secara teknik akan saya ulas nanti. Sebagai landasan untuk pembahasan yang lebih dalam.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

2 thoughts on “Mengenal Sifat Mekanik Material

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s