Sholat terus, maksiat lanjut

Melanjut perbincangan kita di kemarin hari. Dunia sekarang didominasi oleh muslim. Eropa mulai berbondong-bondong menemukan manisnya iman. Meyakini Tuhan Yang Esa yang menuntun manusia dalam Islam. Al-qur’an dibaca dimana-mana. Qasidah, nuansa islami, fashion, tren, dan budaya mengali secara islami. Islam mengalir begitu deras.

ckm96_lumaiyw0x

Coba lihat di Indonesia ini. Musholah tidak kekurangan. Bahkan pada setiap RT hampir ada 1 tempat ibadah. Pulaunya berjuluk 1001 Masjid. Gagah, menarik, dan indah. Megah dan enak dipandang. Ornamen dan arsitekturnya modern kelas dunia.

Pusat-pusat studi islam dibangun. Parpol berbunyi dan berirama islam didendangkan. Simpul-simpul kebangkitan islam mulai terlihat bersemi.

Kita boleh berbangga sedikit tentang pencapaian itu. Pembela islam, dari yang dakwah secara halus hingga garis keras bermunculan.

Orang sholat sudah makin banyak. Tapi orang berkatepe islam malah banyak yang tidak sholat. Kalaupun dia sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban. Bahkan setelah sholat, prilakunya tidak mencerminkan sholatnya. Atau jangan-jangan sholat sekarang tidak ada hubungannya atau tidak berdampak pada prilaku keseharian. Sehingga kesimpulan mainstream saat ini adalah: “Akhlak tidak berhubungan dengan sholat”

Lalu bagaimana dengan Firman Allah, “Sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Yang artinya kalau ingin terhindar dari perbuatan zina, pencurian, nafsu amarah, perampokan, menggujing sesama, melukai perasaan saudara, membunuh sesama manusia dan perbuatan lain semacaamnya dapat dilakukan dengan memperbanyak sholat.

Mungkin sholat yang dimaksud tuhan adalah sholat yang bermakna benar-benar sholat. Atau kebanyakan orang sekarang sholat tapi tak benar-benar hatinya sedang bersujud dan berdoa pada Sang Pemilik Hatinya.

Manakala sholat, ingat kunci yang hilang, utang yang belum lunas, pembelian yang tak kunjung terealisasi, diskon yang tak ingin ditinggalkan, jam-jam prime untuk menonton tayangan televisi, iklan yang menggoda, dan mall-mall pusat perbelanjaan yang nyaman selalu untuk dikunjungi dengan wanita-wanita penjaga yang ramah dengan segala pelayanan prima hingga plus-plusnya itu.
Manakala adzan berkumandang, seolah mata hati, hakikat telinga telah pupus dan musnah. Hilang tertutup oleh kecongkaan hati, kerasnya mata hati, tumpulnya akal jernih pikiran. Atau jangan-jangan kita telah dibutakan oleh setan-setan, sehingga tuhan pun merasa ogah dan menjadi makhluk yang sesat dan disesatkan tanpa ada sesuatu apapun yang bisa membantu. Naudzubillah.

Sholat didirikan diakhir waktu. Masjid yang gagah itu ternyata kosong mlompong. Keropos isi maknawinya. Bangunan tak bernyawa, ditinggalkan penghuni dan umatnya. Kalaupun ada yang menghampiri, sholatnya adalah sholat orang yang lalai dan sedang membohongi dirinya sendiri.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s