Lanjutan

Lanjutan dari awal tulisan pada bulan September 2016. Nih tulisannya.

Yang tadi adalah awalan. Pertama. Dan otentik seisi kepala yang keluar ya itulah yang tertuang dalam tulisan.

Oke sekarang menginjak pada tulisan kedua yang juga entah tentang apa. Sekali lagi aku sampaikan, tulisan ini cenderung ngawur, seadanya, sebisanya, sesempatnya ditulis. Ditulis dalam keadaan setengah mabok.

Aku mabok oleh duniaku sendiri. Aku tersesat dalam imajinasi liar pikiranku yang aku ciptakan sendiri. Aku berputar-putar, kadang berkecepatan tinggi dalam tikungan, kadang lurus, berkelok, dan seringnya terperosok. Naasnya, aku jarang sadar ketika aku sedang terperosok. Aku merasa biasa saja, meskipun tubuh ini sudah tinggal separuh atau tulang belulangnya saja.

Aku ada orang-orangan sawah. Aku hidup tanpa arah. Hanya dikendalikan oleh arah angin. Kadang kala kalau ada si pemilik sawah, aku ya tersenyum, terkudang-kudang sendiri, membentak-bentak pada burung untuk segera pergi dari ladang ini.

Tapi setidaknya aku punya prinsip.

Meskipun prinsip itu kadang aku langgar sendiri.

Setidaknya aku punya cita-cita.

Meski ditengah jalan kadang putus asa.

Sebenarnya, aku tak ingin gagal. Nyatanya, setiap aktivitasku adalah kegagalan. Trial and error. Dan errorku lebih besar daripada keberesanku.

Aku adalah manusia modern. Hidup di abad milenium. Abadnya orang post-modern. Yang kesmuanya serba jadi ilusi, gelap, samar, relatif, dan membingungkan. Yang didengar, yang dilihat, yang diraba tak lagi bisa ditelaah. Keberarannya menjadi begitu tak menentu.

Pencitraan, pemelesetan dari fakta, penutupan informasi oleh kepentingan elit politik dan pemilik modal adalah contoh-contoh umumnya. Dan tentu banyak lain kawan-kawannnya.

Kadang aku marah pada diri sendiri. Kok begitu nista dan hina perbuatanku itu?

Tapi kadang aku merasa sudah puas dan berbangga diri terhadap kondisiku yang saat ini.

Aku bingung sendiri, “Sebenarnya, aku sudah pada rel, batas-batas, ketentuan, dan petunjuk dari Tuhan atau tidak sih?”

Kok sejauh ini aku merasa gelap. Dan menginginkan pencerahan. Iman jauh tenggelam dan hilang. Tak lagi takut akhirat. Kadang ingat dan ketakutan. Kadang sebaliknya, tertawa terbahak bahak dalam bingkai kemaksiatan yang menjanjikan kenikmatan sesaat itu.

Kemarin di alqur’an, aku temukan ayat inspiratif. Tepatnya di Surat Al-baqarah. Lupa nomor ayatnya. Yang jelas begini, ada tips yang greget. Allah berfirman,”Sholat itu benar benar sulit, kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Orang khusuk adalah orang yang ingat Allah dan merasa bahwa dirinya akan menghadap pada Tuhan Penciptanya

Sholat kini jadi sarana mengulur-kendorkan otot-otot yang kaku. Ibadah jasmaniah. Berdiri jungkir balik saja. No-sense. Tidak bermakna. Banyak orang sholat, habis begitu mencuri. Banyak orang sholat habis itu membicarakan orang lain, bahkan aibnya. Banyak orang sholat, mengandalkan pahala sholatnya, dan menerangkan pada tetangga-tetangganya tentang keutamaan sholat yang dikerjakannya. Banyak orang sholat, lidahnya tidak terjaga. Banyak orang sholat tapi prostitusi, perzinaan, dan film porno atau hanya berbau porno laris ditonton.

Telah berhasil lah orang sekuler memisahkan kita dengan agama kita. Seolah urusan ibadah tidak ada hubungannya dengan keseharian.

Aku kecewa dengan diriku. Aku kecewa telah tidak bisa mengendalikan tanganku, hatiku, mataku, telingaku, dan sekujur tubuhku dalam tuntunan Allah dan teladan Rasulullah. Terasa terlalu banyak dosa.

Menulis begini pun bukan berarti sudah selesai masalah. Everyday has it’s challenges. Semua unik. Dan kita dituntut terus berjuang. Keraslah pada diri sendiri, dan lemah lembutlah pada orang lain.

Selamat malam.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s