Spesial, 5 Oktober

​Spesial, 5 Oktober 

Terima kasih beberapa teman yang selalu ingat Tanggal 5 Oktober ini. Beberapa diantaranya adalah pasti kedua orang tuaku, adikku, keluarga dari ibuku, temanku Umi dan adik kelas Yeti. Bisa dihitung berapa yang mengucapkan ulang tahun? Hanya 3 orang. 

Keselamatan dan kesejahteraan hidup semoga selalu tercurah juga bagi kalian.

Di jaman yang serba canggih ini, bahkan yang tak begitu kenal pun bisa mengucapkan ulang tahun. Di sosmed lihat saja, bertebaran lah orang mengucapkan, ”Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, ditunggu traktirannya”. Sudah mendoakan, kemudian minta imbalan. 

Memperingati hari lahir sebagai hal yang patut untuk dirayakan, euforia, dan hura-hura. Seakan umur semakin panjang. Dan pertanda baik untuk kedepan dalam mendapatkan kesenangan dunia yang lebih lama.

Berkebalikan dengan itu, aku berusaha menjaga jarak dengan tipu daya palsu itu. Sejak dulu, aku terus menghindar dan menutupi tanggal lahirku. Aku tak ingin ikut-ikut bawa tepung kemudian telur untuk dilempar pada yang punya hajat. Kemudian traktiran sebagai pertanda setia kawan dan loyalitas pada teman. Malah menyulitkan diri sendiri, kesenangan sesaat, dan mubadzir dengan barang yang dihambur-hamburkan itu.

Aku tidak pernah merayakan ulang tahun. Kalaupun dirayakan ya sekedar terpaksa ikut karena orang tua lah yang mengajak. Nggak enak kalau ditolak. Kan keluarga? 

Aku selalu diam. Dan kadang pada malam hari dimana akan ada pergantian dari Tanggal 4 – 5 Oktober, aku isi dengan menonton film tentang kematian yang pasti akan datang. 

22 years old

Harusnya, hari ini adalah hari yang spesial. Hari dimana 22 tahun yang lalu aku lahir di dunia. Aku keluar dari rahim ibu dan menangis. Pelukan pertama dari orang tua hingga berbondong-bondong orang menjenguk tangis imut seorang bayi yang lahir.

Ah begitu banyak hal yang telah aku lalui. Perjalanan hidup yang tak singkat. Ingat dulu ketika masih di taman kanak-kanak, pipis di celana dan bab di kelas. Hidup bebas tanpa beban. Ugal ugalan tanpa pikir resiko. Setiap hari sekolah kemudian main hingga menjelang malam. Begitu ceria. Kemudian beranjak dewasa. Mulai mengerti kecenderungan perasaan kepada lawan jenis. Sebuah hasrat yang tak terkontrol. Dan perlahan mulai mendapatkan kendali.

Sudah berapa banyak oksigen yang telah kita hirup. Sudah berapa siklus darah yang telah disaring oleh ginjal tanpa kita perintah. Denyut jantung, nadi, dan makanan yang telah masuk ke dalam perut. Sudah berapa juta galoon air yang telah kita minum selama ini?

Kita bahkan tak menyuruh rambut untuk tumbuh, tak mendesain mata untuk bisa fokus pendek atau jauh, berkedip dsb. Kuku terus tumbuh, tinggi badan, otot, dan tulang. Otomatis dan Cuma-Cuma kita dapatkan. Tapi eits, seberapa banyak kita gunakan semua fasilitas itu untuk Tuhan yang telah memberikannya pada kita?

Ya begitulah. Pengingat ini bukan untuk pesta dan kesenangan. Lebih pada suatu permenungan. Satu tahun kemarin adalah jatah dari Tuhan untuk dipergunakan tobat. Dan satu tahun itulah waktu hidup semakin berkurang. Dan sudahkan siap bekal kita menuju kematian?

Kesimpulannya, kita lihat masa lalu untuk bersyukur, kita lihat masa depan untuk mempersiapkan bekal kematian, dan kita lihat hari ini untuk melakukan yang terbaik.

Klop dengan teman

Sejauh perhatianku, ada yang spesial dari Tanggal 5 Oktober ini. Ketika kuliah dulu, aku punya teman yang lumayan akrab dan cocok satu sama lain. Keduanya cowok asal Kota Nganjuk. Karena lumayan akrab, akhirnya kami memutuskan untuk kontrak satu rumah ketika semester 3-6. Kedua temanku itu adalah kelahiran 5 Oktober, yang satu 93 dan yang satunya 94 persis dengan aku. Entah bagaimana Allah merencanakan ini semua. Kami satu kontrakan dihuni oleh 3 orang yang berkelahiran sama. Kalau lagi pas tanggal 5, ramailah teman seangkatan minta traktiran karena boyongan 3 orang lumayan. 

Dan hari ini aku bekerja di perusahaan. Aku kaget ketika salah seorang staff satu departemen bilang, ”Bapakmu (red: bos) itu lahir sekitar bulan oktober, hampir dekat dengan si Anna yang kemarin habis traktiran ini”

”Hah, iya kah?”, sahutku

”Iya, kalau nggak salah sekitar tanggal 4”

Buset hampir sama dong. Dan ketika hari ini tiba. Pagi-pagi aku dikejutkan oleh beberapa rekan kerja satu departemen mengucapkan selamat ulang tahun pada bosku. Ah, betapa sempit dunia ini. Orang kantor tidak tahu, kalau aku juga lahir pada hari ini. Hahah..

Selamat ulang taun bos..

Hari ini adalah hari ketika aku dilahirkan. Dan bosku juga demikian. Bedanya umur saja. Mangkanya aku merasa sangat cocok dan beliau sepertinya demikian, ya karena salah satu faktornya ini mungkin.

Hahah..

Tulisan acak dihari yang sakral.

Selamat malam.

Advertisements

3 thoughts on “Spesial, 5 Oktober

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s