Yang Spesial di Hari Lahir Pujaan Hati (Muhammad)

Suasana alam sekitar

Malam ini hujan begitu lebat untuk daerah gresik dan sekitarnya. Air turun dari langit, berkah rizki yang tiada terkira. Mengalirnya butiran air ini adalah ketetapan Allah. Dan alam tidak pernah menolak itu.

Gelora cinta Rasul..

Kata orang modern dan ilmuwan, dia patuh terhadap hukum alam. Hukum yang berbicara tentang, air laut yang menguap karena panas dari matahari. Tertiup angin ke tekanan yang lebih rendah menjadi gumpalan awan. Dan terkena panas / zat kimia, turun menjadi hujan.

Hujan tak pernah jatuh ke atas angkasa. Pasti dia turun ke bumi, mengikuti hukum gravitasi. Science sejauh ini tidak mampu menjawab, kenapa benda-benda di semesta memiliki gaya gravitasi yang mengarah ke pusat? Atau siapa yang menulis hukum alam? Dan kenapa alam begitu patuh kepada penulis hukum itu?

Alam adalah benda mati atau hidup selain manusia. Tidak pernah ada cerita iseng-iseng macan makan rumput. Jerapah makan daging. Hujan malah mengarah menjauhi pusat bumi. Atau tetumbuhan yang sudah bosan diam ditempat, dia nomaden, jalan-jalan dari gurun hingga ke bukit bersalju misalnya. Atau malah bumi sudah enggan lagi mengitari matahari dan bergerak rotasi dan berevolusi mencari bintang yang lain.

Tidak. Hewan, tumbuhan, benda mati tunduk patuh pada ketetapan ilahi.

Manusia diantara makluk ciptaan Allah lainnya

Dalam terminologi manusia, kepatuhan terhadap Sang Penulis Hukum Alam adalah sebuah dzikir, bentuk penghambaan entitas terhadap entitas penciptanya.

Tidak pernah robot memiliki kehendak sendiri, ketika dipencet on malah off. Semua terprogram berdasarkan input data dari Sang Engineer.

Sedangkan manusia, punya free will. Kehendak bebas menentukan arah dan kehidupan sendiri.

Dibekali akal. Bukan untuk mengakali, tetapi untuk berpikir jernih. Menentukan batasan dan regulasi-regulasi.

Selain akal ada nafsu. Yang sifatnya melampaui batas, tak pernah puas, dan membakar hebat seperti api.

Di dalam hati impuls dari akal dan nafsu saling diadu. Decision dibuat disana. Mau menuruti akal atau nafsu.

Akal, hati, dan nafsu bersifat software. Dia menjalankan hardware. Hardware manusia adalah tubuh dan semua perlengkapannya. Sel, jaringan, organ, sistem organ, dan individu lengkap. Banyak diantaranya tidak dikontrol oleh software yang dimiliki ruh manusia. Mereka dikontrol oleh Sang Pencipta Koding dan Bios secara langsung.

Semacam sistem dalam prosesor, jantung bekerja demikian. Darah dipompa, udara diolah oleh paru-paru, makanan di olah lambung usus hingga anus. Air disaring oleh ginjal. Dan kekompleksan hidup lain yang tanpa kita perintah sudah berjalan dengan sendirinya. Sayangnya, kita sering tidak bersyukur.

Nafsu kebendaan, harta, kekuasaan, dan glamour wanita adalah ukuran bagi orang modern untuk menentukan kesuksesan hidupnya. Kalau tidak punya uang, tidak sekolah, tidak kerja di BUMN, tidak jadi pejabat, tidak jadi manager di perusahaan multinasional madesu (masa depan suram) namanya. Petani, pedagang sayur keliling, buka warung rujak bukanlah cita-cita yang lagi patut diimpikan, hina rasanya.

Teladan dari Manusia yang diberi misi khusus oleh Tuhan

Tuhan paham betul apa yang manusia butuhkan. Dia utus seorang manusia pilihan untuk hidup di bumi dalam rangka mengemban misi teladan dalam menjadi manusia yang baik dan benar. Manusia yang benar-benar sukses menjadi manusia.

Manusia pilihan itu adalah nabi, rasul, sahabat, wali, dan para ulama. Dan diantara nabi dan rasul, Nabi Muhammad SAW adalah penutupnya.

Seorang manusia yang tidak bertindak sesuci malaikat, juga tidak berkelakuan bejat seperti Iblis. Dia manusia sewajarnya. Dia memberikan contoh sesuai dengan kemampuan manusia.

Mengajarkan sholat tepat waktu dan giat mendirikan ibadah sunnah. Tetapi dilarang berlebihan. Sholat malam boleh, tetapi jangan sholat semalam suntuk. Sholat pada saat matahari tergelincir boleh, tetapi jangan lupa bekerja. Rajin ibadah boleh, tapi jangan lupa mengasihi yang muda, menghormati yang tua, dan baik kepada tetangga, menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

Sungguh teladan yang sempurna bagi manusia akhir jaman. Dia membawa pedoman hidup berupa Al-qur’an yang akan relevan hingga bumi hancur (hari kiamat). Kalimat-kalimat yang tidak akan tertinggal oleh zaman. Berupa kisah hikmah sejarah orang terdahulu yang memiliki derajat tinggi maupun yang dihinakan oleh karena kebiadaban tingkah lakunya. Berupa pegangan untuk menjawab tantangan dan permasalahan diri, masyarakat, negara, maupun zaman.

Nilai-nilai perbuatan, keseharian, kebiasaan, tingkah pola dalam bertetangga bermasyarakat dan bernegara Muhammad dicatat sebagai poin-poin anjuran. Nilai itu dipegang teguh. Nilai itu menelusup menyusuri rongrongan jaman yang semakin tidak jelas arahnya.

Transformasi nilai yang ditanamkan masih dapat dirasakan hingga kini. Cara ia berkeluarga, cara ia berjalan, atribut-atribut keseharian, pekerjaan, cara beribadah, hingga gaya rambut bersurban wangi wangian hingga caranya menyikat gigi atau buang air besar, ditiru oleh hampir semua manusia di muka bumi.

Betapa agung, akhlak beliau. Hingga 14 abad lamanya, transformasi nilai itu tidak lekang dan usang. Bahkan di negaraku ini, tak jarang orang tidak kenal siapa Nabinya. Tidak tahu asal usulnya. Apalagi silsilahnya. Tdak mengerti perjuangan kenabian melawan kaum kafir quraish dan kemunafikan orang yahudi kala itu.

Tetapi tanpa basa basi mereka mengikuti tuntunanmu, wahai Nabiku. Tidak berbeda sejengkalpun dari apa yang kau katakan. Mereka taklid kepada nenek moyang mereka.

Jadi memang benar, semakin banyak tempat-tempat ibadah dibangun. Semakin banyak statistik umat islam di negeri ini. Terdaftar dalam KTP-KTP. Banyak surau-surau, pesantren, sekolah islam didirikan untuk mengajarkan membaca al-qur’an, tempat hafalan al-qur’an, hadist-hadist dibacakan kembali. Berebutan pergi haji. Berjibunan pergi ke masjid ketika hari raya idul fitri tiba. Alhamdulillah.

Tapi ada juga yang perlu di-Astaghfirullah-i. Ruh cahaya yang engkau bawa kian terkikis oleh kegelapan kedangkalan orang modern kini. Banyak orang berhaji, supaya dagangan laris. Banyak orang berdoa untuk kenyamanan pribadi. Banyak tempat ibadah yang ramai ketika hari jum’at saja. Banyak al-qur’an dibaca tetapi perbuatan sama sekali melenceng dari yang ia baca.

Islam di negeriku sudah terasing. Kalau ia diperjuangkan, ia akan dikucilkan. Trend sekarang menunjukkan budaya pendangkalan yang disangka-sangka akan menyejahterakan.

Adu domba yang tak kentara

Dan ditengah kegetiran tentang kondisi atmosfer kehidupan di dunia ini yang sudah meradang parah, umat ini malah sibuk dengan sekte-sekte, aliran, khilafiah kecil. Mereka saling kekeuh bahwa yang ia anut yang paling benar. Dan selain golongannya, kafir namanya. Selain kelompoknya, bid’ah dholalah kelakuannya.

Gasak sana sini. Perang saudara. Kami sudah tercerai berai. Bukan bangunan yang saling menguatkan. Lebih kepada saling menjatuhkan. Muslim A sedang menembak lawan, muslim B menjegal muslim A. Sedang muslim C mendatangi lawan untuk mengabarkan bahwa muslim A akan menyerang. Muslim D ikut dalam barisan lawan karena direkrut dengan iming-iming harta yang melimpah.

Memperingati hari lahirmu, diklaim bid’ah. Padahal kami hanya ingin meluapkan cinta kami kepadamu. Membacakan kembali apa-apa yang engkau lakukan dulu untuk kami refleksikan terjemahkan ke dalam perbuatan kami sekarang. Mengobarkan sholawat dengan musik yang indah dan enak di dengar. Oke, kami salah kalau bilang peringatan ini wajib. Ini tidak wajib, ini sunnah. Sholawat dilakukan kapan pun hari apapun sangat dianjurkan. Tetapi apa salahnya kami membuat yang spesial di hari lahirmu? Akan lebih salah orang yang tidak mau bersholawat, bukan?

Kenduri haram. Tahlil bid’ah. Sholawatan dengan rebana bid’ah. Qunut, cara bertakbir, tahiyat sudah dianggap menyimbolkan golongan. Dan saling disalahkan. Yang berqunut, tidak mau sholat shubuh dibelakang imam yang tak berqunut. Sampai penentuan puasa ramadhan pun merepresentasikan pecah belah ini semakin meruncing.

Tidak ada pemimpin. Kalaupun ada lebih banyak orang tidak setuju dipimpin oleh dia.

Tidak ada sistem hidup islami seperti yang engkau contohkan di Madinah Dulu. Mereka sibuk mendirikan pagar beton yang tinggi, melindungi diri dari arus pengaruh dari golongan lain.

O.. Ya Allah, kami tidak psimis.

Ihdinas shiratal mustaqim.

Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Bimbing langkah kami menuju ridha-Mu.

Hadirkan Nur Muhammad ke dalam hati kami.

 

Kecintaan yang meluap-luap padaMu saja.

Bukan pada berhala benda-benda, halusinasi konsumtifme dan konsumerisme, ketidakadilan dalam mengemban amanah kekuasaan, kefanaan materi dan harta.

 

Tegakkan kuda-kuda kami dalam menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar. Satukan langkah seluruh umat islam menjadi jasad yang utuh, yang ketika anggota badan tertentu sedang sakit, yang lain ikut merasakan dan saling membantu dalam kebaikan.

 

Karena kami yakin, rahmatmu tidak pernah terputus.

Laa hauwla wa laa kuwwata illa billah.

Aamiin..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s