Pergulatan niat dalam menulis

Awalnya dulu ketika sekolah, pikiranku selalu tentang bagaimana memenangkan kompetisi. Aku menganalisa kondisi yang ada, bagaimana kelebihan dan kekurangan orang lain, dan bagaimana mematahkan anggapan psimistis orang terhadap saya.

ilustrasi menulis dari ISMAWeb
ilustrasi menulis dari ISMAWeb

Sekolah dasar dulu, aku ingin ikut taekwondo karena ingin sama seperti kakakku. Kemudian ikut basket, karena ingin hebat seperti kakakku. Fase dimana rising the stars, SMP. Mulai membangun image. Pencitraan, cowok ganteng, pinter, dan jago basket.

Aku sukses menggapai tujuanku yang dangkal kala itu. Aku memikat banyak cewek. Dan sampai bertengkar mendapatkan cewek idaman.

Dalam berbagai hal, aku selalu ingin menyaingi orang lain. Kalau teman sudah bisa itu, aku harus bisa begini. Begitu setiap hari. Mulai dari akademik, basket, bersepeda, dan juga menulis.

Bahkan bisa chatting YM. Dulu Yahoo Messanger bak Fitur premium yang ditawarkan internet. Saat itu aku masih bisa MiRC. Kelas kacang dan kotor.

Dan ketika aku mulai menyusun pondasi di YM, dia sudah berkelakar hingga maniak kaskus. Jual onlen dan design web.

Aku tenggelam dalam YM yang sangat sulit mencari email yahoo teman lain. Dan masih ingat juga, lagi boomingnya boom sms untuk menjaili orang lain. Kadang saking banyaknya sms yang masuk, hapenya langsung hang dan rusak. Disitulah puncak kenikmatan sebagai orang jail.

Di YM juga ada fitur telpon gratis. Aku gunakan sebaik mungkin. Tetapi lihat tingkah temanku yang lain, sudah main kaskus. Aku semakin berang.

Dan pada saat yang sama. Menulislah temanku di blog. Mulanya remeh temeh cerita sehari-hari. Curhat kebanyakan. Bergeser ke tips-tips menggunakan komputer. Beh kebakaran jenggotlah saya.

Bagaimana tidak? Komputer di jamanku SD adalah barang yang istimewa dan berkelas. Bahkan ketika SMA, membawa laptop adalah kasta terhormat. Aku tertinggal jauh kala itu.

Tetapi aku tetap mengikuti dengan terengah-engah. Loyo hampir menyerah. Aku mulai melatih jari-jari agar lebih familiar dengan keyboard. Melatih agar bisa menulis 10 jari. Menulis dengan 10 jari juga menandakan ke-expert-an seseorang dalam menjalankan komputer. Semakin jago komputer, bawaannya semakin pede.

Beruntung, meskipun tertatih, aku step by step tetap menulis. Bolong-bolong. Perlahan tapi pasti. Aku merangkak, dari 3 tulisan dalam 1 tahun. Mulai istiqamah 1 bulan 1 tulisan. Semangat menulis memuncak di akhir masa SMA, ketika aku bergeser dari blogspot menuju wordpress.

Kata omku sih, lebih rumit wordpress dan lebih high class. Jadilah aku bertekad untuk mempelajarinya. Membeli buku dan menerapkannya dalam tulisan-tulisan.

Makin lama menulis, makin ketagihan. Dan puncaknya ketika kuliah. Dimana passion menulis tentang perjalanan meledak. Tulis dan share di medsos. Aku kebanjiran pengunjung. Bahkan dalam setahun dapat mengumpulkan 160.000page view. Pencapaian bagus menurutku.

Dan semakin hari, aku semakin menunduk. Bukan semakin menunjukkan kegagahan dengan semakin banyaknya tulisan. Tetapi aku sadar, niatku menulis selama ini ada kekeliruan.

Kelirunya adalah kenapa sedangkal itu. Hanya ingin menyaingi tulisan orang lain. Alhamdulillah terus menulis membuatkan sadar. Bahwa tujuan menulis lebih dari itu. Menulis adalah tentang keabadian pemikiran dan penyaluran isi kepala kepada khalayak. Itu semua tentang kebermanfaatan ilmu dan keberkahan hidup.

“Banyak orang yang hidup dan matinya sama saja”, Anonymus.

Informasi dan ilmu yang kita punya tidak akan sampai pada orang lain jika kita tidak mengkomunikasikannya.

Dan salah satu medium yang paling classy dalam berkomunikasi adalah dengan menulis di blog. Dan blog yang paling simple jika ingin mengutamakan konten adalah wordpress.

Sedikit aku singgung terkait perbedaan platform blog tentang karakteristik dan juga kurang lebihnya.

WordPress: the power of word (tulisan dalam sekali sentuh), costumisasi design tema berbayar, akses penyimpanan dan video tambahan berbayar. Jika ingin menonjolkan tulisan dan cukup dengan default theme, wordpress adalah jawabannya.

Blogspot: jika ingin random dan design yang custom maka bermainlah dengan blogspot. Platform ini menawarkan tampilan yang intermediate. Mendukung customisasi by html dan juga java script lebih leluasa. Tulisan dan design yang berimbang.

Tumblr: untuk yang hobi sosial media dan linkage dengan orang lain lebih silakan menggunakan Tumblr. Mau berbagi apapun, bisa. Video, musik, quote, tulisan panjang, foto, gif, dan lain sebagainya bisa. Gratis. Penyimpanan juga besar. Fitur reblog-nya cepat dan ramai dipakai oleh netizen yang haus akan bersosial dengan orang lain.

Domain dan hosting pribadi: jika anda menguasai php msql, html, koding, dan manusript web. Anda bisa memainkan xampp untuk local hosting. Atau bisa yang lain. Dan membeli hosting, ada yang gratis juga sih. Juga membeli domain, ada yang gratis juga. Dan bagi anda yang haus akan full customisasi dalam blog, silakan hosting sendiri dan kasih domain sendiri.

Tetapi not recommended bagi orang yang ga paham koding, dan hanya iseng nulis-nulis saja. Mending pakai yang sudah disediakan, gratis lagi, seperti: wordpress, blogspot, dan tumblr.

Selamat sore.

 

Advertisements

2 thoughts on “Pergulatan niat dalam menulis

  1. Runtutan proses ya dari folower hingga penata kendali. Nah yang alinea terakhir saya banget, menggunakan layanan gratis wordpress yg tinggal tulis publish. Salam

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s