Kembang Api di Tahun Baru Itu

Disclaimer: tulisan ini sedikit fiktif.

Suatu waktu di Surabaya, pada tahun 1980an, terjadi sebuah peristiwa bersejarah. Bulan-bulan terjadinya dekat dengan pergantian tahun.

ilustrasi dari Dzargon
ilustrasi dari Dzargon

Berjajar-jajar penjual mercon di jalan Siola. Aneka jenis mercon dijajakan, mulai dari kembang api yang diterbangkan di udara sampai yang mirip dengan bunga api. Ada yang bunyinya mirip jagung. Bembu roboh. Tikus liar lalu meledak. Dan api yang menyembur ke udara. Ada juga yang mirip gasing yang berputar lalu meledak.

Semua diciptakan semata-mata untuk hiburan. Anak kecil mana yang tidak berbahagia jika ayahnya belikan mercon.

Tetapi mimpi buruk terjadi. Entah bisa dibilang musibah atau insiden yang mana lagi.

Naasnya, ketika kembang belum sempat terukir di gelapnya langit malam minggu di tahun baru, peristiwa mengerikan terjadi di Pasar Turi. Pusat perdagangan yang masyhur di Kota Pahlawan ini.

Sebuah kontener berisi belasan ton kembang api meledak di siang bolong. Tidak diketahui pasti penyebab meledaknya. Entah karena terik matahari yang panas atau percikan api dari truk. Atau ada penyulut lainnya.

Ini menarikku pada kisaran 4-5 tahun yang lalu. Dalam rangka perayaan yang sama. Menjadi pengingat bumi telah 1 kali mengitari matahari. Dari koordinat yang sama. Inilah titik dimana 1 tahun yang lalurelatif terhadap pusat tata surya kita.

Saat itu, desaku juga bergemuruh. Ramai. Masyarakat daerah tumpah dijalanan. Penuh sesak jadi satu di radius 1 Km dari pusat perbelanjaan tradisional di Kecamatan. Tentunya, orang-orang itu berkumpul untuk satu tujuan. Menantikan detik-detik posisi tahun lalu dan tahun depan. Titik yang disepakati bersama.

Datangnya dari seluruh pelosok Kecamatan. Jauh-jauh bawa anak istri untuk mejeng. Duduk-duduk. Mengepulkan asap rokok diatas kendaraan yang diparkir tidak teratur dipinggir jalan.

Ada yang berlomba memenuhi malam dengan kabut. Asap polusi kendaaran bermotor.

Sungguh malam yang ceria. Ketika detik-detik yang dinanti jutaan umat manusia di muka bumi terjadi. Langit dipenuhi bunga-bunga api. Warnanya beragam. Bentukan yang tergambar sangat memikat hati.

Aah.. tapi mungkin keindahan itu dekat dengan kengerian, kesedihan, dan ratapan air mata. Betapa tidak, salah satu butir kembang yang harusnya meletus diangkasa, arahnya salah. Sejajar dengan tanah dan meluncur kesegala arah. Orang-orang ketakutan. Sibuk dengan dirinya masing-masing.

Omku sendiri saksinya. Butiran mercon itu mengarah ke wajahnya. Saking kalut dan paniknya, dia terdiam. Dan pasrah begitu saja. Butiran itu menabrak dan memantul di hidung bagian tengah. Diatas lubang. Tepat pada permulaan tulang. Duarrr… kembang api memuncratkan keganasannya.

Untung seribu untung. Dia tidak meledak tepat ketika menyentuh hidungnya. Hidungnya terselamatkan. Hanya berubah cekung sedikit.

Dan diluar sana, aku tak bisa sebutkan kecelakaan akibat hal yang indah-indah itu. Ada yang jarinya harus diamputasi. Dan kejadian massal di Surabaya waktu itu.

Entahlah.

Advertisements

4 thoughts on “Kembang Api di Tahun Baru Itu

  1. Adekku yang dokter paling males kalo dapat jadwal jaga UGD pas tahun baru, katanya pasiennya ngeri-ngeri karena kembang api atau mercon biasanya 😦
    We really need to be careful.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s