Hijrah Fi Sabilillah

Ini merupakan produk dari dilema keadaan yang sedang menimpa. Memutuskan mengambil semua atau tidak sama sekali. Mungkin terasa berat bagi sebagian orang, harus meninggalkan pekerjaan yang sesuai passion, gaji gede, dan skill kompetensi yang bebas berkembang.

Ilustrasi hijrah fisabilillah oleh blogger open mind

Tetapi saya mencoba meyakinkan diri lagi. Melalui diskusi dengan teman dekatku. Mereka sekaligus menjabat sebagai penasehat dari beberapa keputusan penting dalam hidupku. Dan tak lupa juga, orang tua, supporter terhebat yang kupunya. Aku tawadhu’ terhadapnya. Dalam hal apapun aku berusaha menjaga hubungan baik dengan mereka, my everythings.

Ceritanya, aku sedang bekerja di pabrik otomotif di Jawa Timur. Job desk-ku jelas, inline dengan keilmuan yang aku dalami ketika kuliah dulu. Manufaktur logam. Tidak ada alasan untuk tidak mencintai pekerjaan. My work is my passion. I’m highly anthusias. Belum genap bekerja setahun, gaji sudah naik 100%. Luber-luber lah rejeki yang Allah berikan ini. Disana aku juga sangat beruntung, berada di lingkungan yang selalu berkembang. Sedang ekspansi. Development people is the key. Aku berada di lingkaran itu dan tentu saja atmosfer pembelajaran dan peningkatan softskill dan hardskill sangatlah kental. Dan dalam proses itu, naik jabatan sudah di depan mata.

Tapi di tengah jalan, cobaan dari Tuhan datang. Aku mulai bimbang dengan jalan yang aku tempuh. Beberapa prinsip perusahaan bertentangan dengan Kaidah Islami tuntunan Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Aku menanyakan kembali, “Apa yang aku cari di dunia ini?”

Ada racun dilindungi oleh lapisan obat dibagian luarnya. Obat penenang berupa omongan orang, “Kamu memang melakukan kecurangan, tetapi itu untuk kebaikan ribuan karyawan perusahaan kita lhoo. Kecurangan yang diperbolehkan. Untuk nambah order dan tetap survive”.

Ah apalah itu. Di dalam ada racun mematikan. Jika aku terus-terusan melakukan kecurangan ini, dikemudian hari akan muncul kecurangan lain. Teruslah demikian. Sampai pada titik “terbiasa berbuat curang”. Budaya apalah itu.

Apalagi system yang dibikin sangat rapuh. Pondasinya sempoyongan menahan laju kendaraan yang begitu kencang. Dan terpaan badai yang begitu dahsyat. Dan atasan hingga ke atas lagi dan lagi, mengiyakan kecurangan itu.

“Semua ini adalah tentang ketenangan hidup”, kata temanku.

Kalau dipikir iya juga. Buat apa mempertahankan sesuatu yang malah membuat kita gila, stress, dan depresi, serta live in high pressure.

Perlu aku tekankan bahwa aku sangat kuat menghadapi apapun yang terjadi pada diri. Aku sangat percaya diri terhadap kemampuan dan apa yang aku yakini benar. Tetapi aku cukup rapuh dalam menutupi kebohongan. Aku lugu dalam hal ini. Aku benci kemunafikan.

Kejujuran adalah kenyamanan. Kelonggaran dan plong rasanya.

Dan aku perlu berterima kasih pada Tuhan, terima kasih karena telah menetaskan rasa kebencian pada kemudhorotan ini. Semoga guidance-Nya selalu membersamai kita hingga kelak.

Dan terima kasih tak henti-hentinya untuk teman-teman yang memberikan consideration terhadap keputusan ini. InsyaAllah besok, aku akan bicarakan keputusan ini dengan boss. Semoga kelancaran selalu membersamaiku. Aamiin..

Semangat hijrah fisabilillah. Meyakinkan diri untuk iman kepada Allah. Rasulullah pernah bilang:

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, melainkan Allah akan memberimu pengganti yang lebih baik dari yang engkau tinggalkan.” (Riwayat Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Meluruskan niat karena takut kepada Allah. Karena apapun alasannya kecurangan adalah pangkal dari azab yang pedih. Naudzubillah. Keep fight and do the best.

Selamat malam

20 Maret 2017

Advertisements

8 thoughts on “Hijrah Fi Sabilillah

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s