Kelegaan dan Ketenangan Buah dari Kejujuran

Aku merasa berhutang pada dunia ketika aku tidak menuliskan kisah ini. Bisa jadi merasa berdosa.

Pertama sekali, aku harus berterima kasih pada teman-teman terdekat. Dan juga teman yang setia mengunjungi blog ini. Tanpa kalian, entah aku akan jadi apa. Terasing kesepian dalam ideologi yang sengaja aku belenggukan pada alam pikiran liarku.

Baik, back to topic. Ini adalah kelanjutan dari cerita tentang hijrah yang kuhadapi saat ini dengan dasar berpikir lebih baik mana yang ku tulis kemarin.

Ilustrasi lebih baik mana oleh Lianny Hendrawati

Jadi aku tadi sudah mengungkapkan unek-unekku yang selama ini kupendam. Aku sampaikan semua-muanya. Hampir muntap. Tetapi tidak jadi karena rasa senang, syukur, sedih, dan haru menjadi satu.

Bossku tidak marah. Dia malah mendukung dengan senang hati. Mendevelop saya dengan telaten dan penuh perhatian. Tanpa meminta imbalan berupa loyalitas pada perusahaan. Dia hanya minta loyalitas personal.

Sekali lagi dengan apa yang telah aku dapat sekarang, tak layak aku bicara soal ini. Tetapi apalah daya. Agar tidak menjadi boomerang di akhir kisah, mending kesemuanya dibicarakan baik-baik diawal seperti ini. Agar setiap pihak mempersiapkan strategi menghadapi keputusan bersama ini.

Aku tau beliau pasti kecewa. Dengan mandatory, empowering, dan perlakuan special yang aku dapatkan, aku bisa menggunakan untuk inputan diri menjadi lebih wah. Akan tetapi pertanyaannya adalah apa saja yang sudah saya timbal balik kepada beliau dan perusahaan ini.

Aku tegaskan di akhir pembicaraan yang semu-semu membuat gemetaran itu, “Saya tidak akan lepas tanggung jawab. Activity plan terus saya putar. Dan produk yang saya janjikan akan saya realisasikan di sisa-sisa karierku di perusahaan ini.

Aku sangat berhutang budi pada beliau. Bos pertama yang baik hati. Kami sama-sama dilahirkan pada tanggal 5 Oktober. Beda tahun saja. Banyak kecocokan diantara kami. Tentang pola pikir dan gaya managerialnya.

Tetapi sekali lagi, apalah daya. Ini harus aku sampaikan. Kejujuran dan perjuangan suci ini akan aku lanjutkan pada step lebih lanjut lagi. Mungkin terpaan cobaan tidak akan berhenti sampai disini. Pohon makin tinggi, makin besar badai yang akan menerjang. Aku yakin pondasi ini kuat dan akan terus dirawat kekuatannya.

Ilustrasi dari Elsunnah

Dan sedikit intermeso. Bahwa aku saat ini sangat bahagia. Hari yang indah. Penuh dengan miracle dari Allah. Rangkaian lantunan doa satu persatu mempersunting kenyataan di lapangan. Pertama, tentang kelegaan hati bisa jujur mengungkapkan isi hati dan segera terlepas dari jobdesk yang samar-samar mengandung kecurangan itu. Aku ingin seluruh dunia tahu dan menikmati kejujuran serta benci kebohongan. Bukan berniat sombong terhadap nikmat yang Allah berikan. Agar orang lain iri misalnya, tidak untuk itu kok.

Kedua, tentang rejeki tak terduga. Yang kedua ini rada panjang bahasannya. Tetapi aku tak berniat untuk mengulasnya dalam-dalam. Inti sari ceritanya, kemarin kemarin aku sedang dilema. Ambil KPR rumah atau tidak. Pertimbangan bukan pada harga. InsyaAllah saya sanggup. Yang paling kritikal dari itu adalah jaga jarak dengan riba.

Ilustrasi dari kompasiana

Aku takut terlilit oleh hutang riba yang haram. Tau sendiri kan? Nyicil rumah ada floating bunga dan akad hutang. Dan tidak ada angin tidak ada hujan. Allah mengabulkan doaku dan memperlancar jalanku untuk teguh pada ketentuan-ketentuannya. Dia mendatangkan orang yang menjemputku untuk memberikan beberan informasi tentang riba vs bank syariah. Teman depan kosku (padahal sudah 3 bulan bersama, baru hari ini tau) ternyata berkecimpung di dunia perbankan syariah. Aku gali ilmu lah dari dia. Dan beberapa item yang harus dijauhi karena menyangkut ciri-ciri riba sudah aku klarifikasi kebenarannya. Aku sedikit banyak mengerti dengan bagaimana system perbankan syariah berjalan.

Dan keputusan besar segera diambil. Semoga petunjuk Allah selalu membersamai kita. Aamiin.

Dan tambahan ketiga, ada rejeki nomplok juga. Hari ini Statistik blogku mengalami kenaikan rate dalam term polimer materials dan metallurgy. Terima kasih Tuhan. Hari ini luar biasa. Semoga kedepan makin konsisten menulis tentang keilmuan ini. Aamiin..

Alhamdulillah.

Hari ini aku tutup dengan senyum. Secepatnya menyambut esok yang lebih plong dan enteng. Dan indah tentunya.

Selamat malam.

Advertisements

3 thoughts on “Kelegaan dan Ketenangan Buah dari Kejujuran

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s