Motivasi bagi Para Pemuda untuk Jihad Memerangi Riba

Waha jiwa yang tenang. Muda dan tua. Janganlah kita tertipu oleh permainan dunia dan kefanaannya. Jauhi riba dan dekati jual beli.

Ilustrasi semangat anak muda oleh indonesiaoptimis.com

Allah berfirman:

[2:275] Orang-orang yang makan (mengambil) riba(1) tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila(2). Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu(3) (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

  1. Menghindari

Orang sekarang banyak terperdaya oleh kemegahan dunia. Padahal tidak ada satupun yang ikut ke kuburan. Punya rumah 1 Ha luasnya toh tidur hanya 1 x 2 meter. Toh mati juga bikin kuburan tidak mungkin seluas 1 Ha. Beli mobil motor high class. Untuk apa?

Kerangka berpikir gengsi. Kalau ada tetangga beli AC baru. Yang dingin malah kita. Kadang juga ada yang kepanasan. Kebakaran jenggot. Si anu sudah beli kulkas. Si ani beli TV melengkung 100”. Kita kapan?

Persepsi apalagi lah ini. Iya rumah. Tiap tahun katanya tidak akan pernah turun. Dan harga makin meroket. Sama halnya tanah. Kerangka berpikirnya sudah dikunci dengan, “Rumah tambah malah setiap tahunnya, tidak sebanding dengan kenaikan gaji di kantor.” Akhirnya kita ambil rumah. Mencicil hingga 15tahun. Terjerat riba.

Jangan sampai terjerat riba.

Kalau pun Alhamdulillah tidak terjerat riba. Minimal mereka akan depresi secara mental. Gajian 5jt kalau dipotong 2jt untuk rumah juga terasa lhoo. Belum make up istri, kebutuhan dapur, listrik, air, servis mobil, dan motor. Pecahlah kepala kita.

Kenapa sih kita gengsi mengontrak rumah demi menaati perintah Allah menjauhi riba. Tetangga bilang ini itu. Nyinyir. Dikata yang tidak-tidak. Yang tidak sukses lah. Yang cupu lah. Dan pelbagai cercaan lainnya.

Hidup lho siapa yang tahu. Masa depan tidak bisa diterka. Kita hanya mampu berencana. Dan rencana kita bukanlah best planning. Allah lah yang memegang kuasa itu. Siapa tahu 3 tahun lagi bisnis meroket. Omset naik 100jt per 3 bulan. Akhirnya kita bisa membeli rumah dengan cash. Mengencangkan pinggang dan mencari alternative bisnis yang berprospek.

Sudah keburu tertutup oleh omongan, “Jaman gini nggak nyicil rumah, nggak bakal dapet bro? Boro-boro nabung, sampek kapanpun nggak bakal kelar karena tanah dan rumah juga naik pada saat uang kita bernilai sekian dan sekian.” Aku katakana konyol untuk penjelasan mereka jika demikian.

Percayalah pada Allah bahwa

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, melainkan Allah akan memberimu pengganti yang lebih baik dari yang engkau tinggalkan.” (Riwayat Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Al Albani).

Hentikan berpikir atas dasar omongan manusia. Jangan gubris orang bilang apa. Selama jalan yang kita tempuh adalah sesuai dengan perintah Allah. Kita fight disana dan hidup berdasarkan pandangan Allah.

  1. Jika terlanjur

Maka selesaikan hajat dan janjimu. Kemudian jangan buka pintu riba lagi. Terus gimana dong? Aku kan butuh berteduh. Kalau tidak ambil KPR di bank mana bisa aku punya rumah, mobil, dan perabotan. Dan dan dan yang lain serupa.

  1. Solusi

Karena kita tidak hanya sekedar menyodorkan masalah. Penting juga menelaah solusinya. Solusi untuk memiliki rumah tanpa riba.

Bisa melalui jalur nabung dan memutar uang untuk bisnis yang berpeluang. Tetap percaya kepada Allah yang Memberikan kita rejeki tiada terkira. Memohon doa kepada-Nya. Dan tawakkal sembari meresapi lagi bahwa tiada daya selain daya dari Allah. InsyaAllah dilancarkan.

Lebih mulia kontrak daripada rumah daripada punya rumah tapi kredit dengan cara riba. Lha mampunya ngontrak rumah, ya sudah. Jangan menginginkan sesuatu yang berada diluar kemampuan kita. Cukupkan! Sesuaikan!

Jangan takut miskin. Karena kadar rejeki yang kita terima di dunia ini sudah ditentukan. Tidak mungkin tertukar.

Semangatlah wahai kaum muda. Menjauhi riba adalah harga mati.

Advertisements

3 thoughts on “Motivasi bagi Para Pemuda untuk Jihad Memerangi Riba

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s