Memurnikan Niat untuk Menulis Blog

Banyak alasan orang untuk membuat blog. Ada yang ingin menyalurkan hasrat menulis saja. Ada yang ingin eksis. Ada yang memang bermimpi menjadi penulis professional. Ada yang termotivasi menjadi travel blogger. Ada yang mengekspresikan foto dan caption tulisan pendek dalam blog. Ada yang mengejar statistic untuk mendapatkan fee dari iklan dan jualan onlen. Blog walking tiap hari untuk mendapatkan kunjungan balik.

Ilustrasi dari Maxmanroe.com

Lantas kalau kamu bagaimana? Atau aku bagaimana?

Jujur, aku masih bingung. Awal mendirikan blog ini, aku ingin sekali membagi ilmu yang ku punya untuk dunia. Dan menceritakan kepada orang-orang hikmah dari suatu kejadian yang menimpa. Selalu ada pelajaran dibalik itu semua. Murni untuk mengejar kebermanfaatan.

Tetapi lambat laun, niat mulia itu tergerus. Mula-mula oleh tulisan tentang traveling. Meskipun disana selalu tersemat ayat-ayat dan hikmah-hikmah yang inline dengan Islam. Tetapi aku merasa pergeseran niat telah terjadi. Menjadi mengejar statistic pembaca.

Alasan yang seolah realistis dan meyakinkan adalah “Buat apa nulis di internet kalau tidak ada yang membaca. Mending nulis diari di buku pribadi saja.”

Prinsip itu yang kemudian mendistorsi guidance di awal menulis blog. Akhirnya stategi SEO diterapkan. Dan aku sukses menggaet banyak pengunjung melalui 2 cara, yaitu:

  1. Menulis tentang wisata yang diprediksi akan booming dikemudian hari. Ini adalah trik paling jitu yang pernah aku coba. Bayangkan saja, seluruh Indonesia ada 2jt traveler yang siap mengunjungi blog kita untuk search item “wisata coban sewu”. Karena belum ada sebelumnya yang menulis tentang itu.
  2. Menulis materi sekolah dan kuliah. Kemudian share di grup-grup terkait. Terutama di kelas atau grup angkatan kita. Terutama terkait bahan kuliah / sekolah teman kita. Niscaya tulisan-tulisan kita akan dikunjungi banyak orang. Dan dikenal search engine sebagai recommended website yang wajib dibaca.

Kini aku tidak lagi punya media social. Aku juga sudah jarang blog walking. Statistic turun. Berbagai macam strategi untuk mempertahankan page view harian tetap tinggi adalah dengan memperbanyak konten yang berisi dan berguna. Salah satunya dengan membuka untuk umum dan contributor freelance.

Aku masih ingin blog ini eksis hingga 100tahun kedepan. Entah itu angan-angan terlalu tinggi atau apalah. Entahlah. WordPress punya blueprint dan milestone hingga berapa tahun kedepan untuk tetap bertahan. Aku berharap wordpress tetap eksis tidak diterjang perubahan jaman. Tetapi aku serahkan semua pada Allah.

Berkaitan dengan niat. Dari tulisan ini, aku hendak menekankan satu hal, yaitu: keberkahan hidup. Selalu ingin aku pertanyakan disetiap posting tulisan di blog, “Apakah tulisan ini dapat mendekatkanku kepada Allah dan membuat orang mengingat Allah? Atau sebaliknya. Atau malah membuat diri sombong dan riya.”

Ada 3 tema dalam blog ini, yaitu:

  1. Ilmu alam (fisika, kimia, biologi, matematika, ilmu logam) yang bertujuan agar pelajar Indonesia dapat lebih mudah mengerti ilmu tersebut. Ingin juga aku menyisipkan muatan tentang aplikasi dari ilmu tersebut sehingga pelajar terpacu untuk menerapkan ilmu tersebut agar dapat mandiri memproduksi apa-apa sendiri demi terciptanya kedaulatan bangsa. Dan tak lupa menciptakan atmosfer kekaguman pada ciptaan Allah.
  2. Cerita sehari-hari bertujuan untuk mengabadikan momen bahagia dan berharga dalam hidup. Tulisannya disusun agar easy to read. Untuk santai saja tetapi tetap mengajak kebaikan dan kebermanfaatan dunia akhirat.
  3. Pengalaman unik bertujuan untuk pengingat diri tentang ini itu yang sudah dikerjakan. Juga hikmah yang terkandung di dalamnya.

Semoga ini semua menjadikan penulis dan contributor pada blog ini mendekatkan diri kepada Allah dan selamat dunia akhirat. Semoga terjauh dari penyakit ingin pujian manusia dan sombong. Semoga Allah selalu menyirami blog ini dengan petunjuk-Nya. Aamiin..

Advertisements

4 thoughts on “Memurnikan Niat untuk Menulis Blog

  1. Sebelum menulis saya biasanya bertanya : adakah manfaatnya bagi orang lain yg membacanya? Kalau ada, tulis. Soal stat dan kunjungan urusan belakangan. Tapi ada kalanya ketika ingin menulis untuk sharing curhat colongan. Kalau beginipun juga tidak apa-apa, menulis kan salah satunya untuk terapi jiwa, lagipula itu yg membedakan blog dengan media tulis lainnya. Blog seharusnya berisi tulisan2 yang humanis. Itu saja. Tetep semangat ya Hafidh! 😊

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s