Inilah hari hari dimana keterasingan itu semakin kentara

Inilah hari hari dimana menerapkan islam adalah militan, ekstrimis, dan idealis.

Berjenggot sama dengan teroris. Bersyurban dan pakai imamah dikira milisi kelompok huru hara. Menyeru kepada kebaikan dibilang sok suci. Celana cingkrang dan pakai kerudung panjang dan cadar dikira aliran ekstrimis. Kelompok minoritas yang ketinggalan jaman.

Inilah hari hari dimana orang yang menjalankan sunnah dibilang kaku. Padahal islam mengajarkan begitu. Kalau haram, ya tidak ada celah sedikitpun untuk mentoleransi itu kecuali terdesak atas ijin Allah.

Contoh, Allah melarang kita memakan babi. Ya jangan dimakan. Apapun alasannya. Kecuali kamu berada di gurun sahara, tidak ada makanan selain seekor babi yang berkeliaran di depanmu. Tombaklah dia. Makanlah dia, tetapi jangan karena kamu ingin memakannya. Tetapi benar-benar terdesak. Dan kamu akan mati jika tidak memakannya karena sudah 4 hari tidak makan.

Juga sama. Allah mengharamkan khamer. Bagaimana jika sudah kecanduan. Dan ingin tobat. Tapi harus berangsur angsur. Jika tidak akan merusak tubuh. Menurut hemat saya, tobat nasuha dan kemudian hentikan minum khamer sejak saat itu juga. Seteguk dan setetespun tidak. Kalaupun tubuh akan kesakitan karena sakau atau merusakan badan dan kemudian mati. Itu mati terhormat. Ingat, setetespun tak boleh dengan alasan apapun kecuali dipadang sahara tidak ada air lagi. Yang nyumber hanya khamer, dan kalau tidak minum hari itu maka kamu akan mati, minumlah bukan karena menginginkannya.

Juga riba. Jangan ada omongan, “bagaimana bisa kita beli rumah kalau tidak utang di bank?” cemen bener. Dikira rejeki Allah hanya lewat sana saja. Dan Al-Qur’an telah menerangkan dengan jelas. Pembeda antara yang haq dan yang bathil. Apakah kita akan nego dengan ketetapan Allah.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah 2:173)

Dimana pandangan orang hanya mengikuti trend yang berjalan. Inilah hari-hari dimana orang merdeka berbondong bondong ingin dijajah. Mereka menjual diri dengan harga yang murah kepada kongsi-kongsi dan kolongmelarat kolongmerat. Menjual tanah mereka demi kepentingan sesaat. Kemudian mati dan menyesalinya di kemudian hari. Mereka ingin memastikan masa depan. Mereka ingin aman. Sehingga menghalalkan transaksi abu-abu semacam asuransi-asuransi.

Mereka tidak punya pilihan selain terjajah. Padahal, Allah tidak kurang melapangkan bumi ini. Dan menyuruh kita untuk bertebaran dimuka bumi ini untuk mengejar rejekiNya. Dan tetap mensyukuri nikmat dan mengingat Allah.

Tetapi kebanyakan kita lupa. Kalau sudah urus dunia. Lupa sama pemilik dunia. Yang mengatur kadar rejeki kita. Padahal kalau kita meminta kepadaNya, niscaya akan dikabulkannya. Yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yang bahkan irrasional pun akan menjadi kenyataan. Bahkan Ia mampu mendatangkan apa yang ia punya ke depan muka kita. Semua atas ijin Allah Yang Maha Memiliki segala apa yang ada di bumi dan di langit.

Inilah hari hari dimana hukum bisa dibolak balikkan oleh uang. dan ujung tajamnya bisa mengenai siapa saja yang tidak berhati-hati. Ia tajam hanya pada orang melarat dan tumpul pada orang berpunya. Dimana keadilan bukan goal dari penegakan hukum. Tetapi supremasi hukum itu sendiri yang dijunjung. Padahal tanpa hukum, asal keadilan dapat terwujud, it’s OK.

Kita semakin terasing. Dan kita tidak boleh putus asa terhadap rahmat Allah. Ingatlah janji Allah untuk orang-orang yang amar ma’ruf nahi mungkar.

ilustrasi dari pinterest

Kita hidup berdasarkan pandangan Allah saja. Omongan manusia tidak akan ada habisnya. Mereka akan terus berkomentas baik itu kita salah, benar, bahkan diam pun akan ada omongan orang. Bukan penilaian manusia yang kita kejar, tetapi penilaian Allah saja. Keep moving forward!

Selamat malam.

Advertisements

7 thoughts on “Inilah hari hari dimana keterasingan itu semakin kentara

  1. setuju sih kalo kita hidup berdasarkan pandangan Allah saja. Tapi, bukankah dalam islam kita di ajarkan tentang 2 hal yaitu Habluminallah dan Habluminannas. kalo kita sudah baik dalam hubungan kita dengan Allah, terus bagaimana dengan hubungan kita dengan manusia?. Bukankah diantara keduanya seharusnya sama sama di jalankan secara balance?.

    1. Silakan jawab sendiri jika ada kasus seperti berikut: menurut Allah duduk duduk pinggir jalan itu banyak mudhorotnya. Ngopi dan rokok sampai menjelang shubuh. Allah bilang, Malam sebagai selimut dan waktu untuk istirahat. Itu kita harus tidur jika ingin habluminallah kita baik. Tetapi manusia modern berkata lain. Ah elu ga gaul men ga pake mode kick denim. Ah elu jadul men, ga mau diajak nongkrong. Elu ga asyik men, jam segini udah ngantuk. Ah elu cemen, main domino dan main kartu kalah terus kena tolet pake sepidol mulu mukanya. Yang best friend katanya adalah yang menghormati temannya minum khamr, yang ikutan ngerokok, yang tertawa terbahak bahak dan membicarakan hal yang penting serta gosip.

      Katamu habluminallah dan habluminannas harus balance. Memang wajib, tetapi posisikan pada tempatnya. Kita hidup berdasarkan yang Allah mau saja lah. Jangan neko neko.

  2. Menjaga hubungan baik dengan manusia itu tidak selalu dengan ikut ikutan apa yang mereka yakini atau apa yang mereka lakukan kan ?.Terlebih kalau yang mereka lakukan melanggar aturan aturan yang ada dalam islam. Kita harus berani menolak jika ada orang atau teman atau siapapun lah yg mengajak kita kedalam kesesatan. kalau bisa kita balik saja, kita yang mengajak mereka kedalam kebaikan.Kalau mau sih. Kalau gamau ya sudah gapapa, tp bukan berarti kita harus meninggalkan mereka. Tetap saja menjalin hubungan pertemanan dan kemanusiaan yg baik dengan mereka. gitu aja sih menurutku.

    1. Baiklah. Kerjakan apapun semaumu, asal kamu tau semua-semua ada balasannya. Itu menurutmu kan? Ayo kita sama sama pelajari, pernahkah rasulullah dan nabi nabi hangout bareng, tidur satu rumah, menjadikan kaum quraish dan yahudi sebagai sahabat sejati? Dan bagaimana contoh teladan dalam beriteraksi dg mereka. Kita terlalu banyak berpikir menurut kita, sejarah nabi aja ek malese baca. Huh

      1. Yasudah, mungkin bener katamu. Aku masih terlalu kurang membaca dan kurang mempelajari tentang sejarah nabi dan masih terlalu banyak berpikir menurutku sendiri. Terimakasih

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s