Sangatlah berbeda nilainya

Benar, sangat berbeda

ilustrasi dari different.com.mk

Orang yang mendahulukan sholatnya dariapada perutnya

Orang yang bangun sebelum shubuh dan mengambil air wudhu

Dengan orang yang molor hingga mentari telah memantapkan posisinya

 

Yang berjuang demi keistiqomahan ibadahnya

Yang berperang dengan hawa nafsunya

Yang berdarah darah untuk tidak kalah dengan setan dan iblis

Dengan orang yang mengulur-ulur waktu sholatnya

Dan orang yang menunda-nunda kebaikannya

Orang yang menyembunyikan tangannya dikala orang lain kesulitan

 

Yang sholat tepat waktu dan yang mengakhirkannya

Menjaga wudhunya

Menjaga al-qurannya dan memahami maknanya

Yang terus berusaha mengamalkan ilmunya

Yang terus bermuhasabah atas dosa-dosanya

Yang takut akan adzab neraka

Yang rindu akan bau taman surge

Yang selalu takut bermaksiat dikala ramai dan sepinya

Yang bersedekah dikala lapang dan sempit

Yang mengikhlaskan harta kesayangannya demi kebaikan orang lain

Yang kakinya gatal jika tidak sholat berjamaah di masjid

Yang pikirannya kalut jika ketinggalan takbiratul ihram imam

Yang menikmati setiap bacaan sholatnya

Dan menemui kenikmatan dalam setiap kebaikan dan ibadahnya

Serta mengenal dan yakin betul terhadap keberadaan tuhannya

 

Daripada

 

Orang yang tergesa-gesa dalam sholatnya

Orang yang menggugurkan kewajibannya saja

Tetapi hatinya kosong, mlompong

Orang yang tidak pernah bingung dengan zina, dosa, maksiat, dan hal hal haram yang dilakukannya

Menikmati keburukannya

Lupa diri, tak introspeksi

 

Jadi ingat lagi, Allah itu maha pengampun, maka jangan berputus asa terhadap rahmat Allah. Tidak ada kata terlambat untuk taubat.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az Zumar : 53)

Tetapi jangan juga meremehkan dosa. Karena Allah sangat pedih siksaannya. Sangat keras. Su’ul adzab. Naudzubillah.

Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka”. Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (Al-Baqarah 2:211)

Inilah saja pemompa semangat dalam menampilkan ibadah yang terbaik kepada Allah. Nilainya akan berbeda jika kita mengutamakan dan menerapkan semua sunnah Rasul. So, why we menunda-nunda ibadah?

Let’s rock. And say, Audzubillah himinasyaitani rajiim.

 

Selamat malam.

Advertisements

One thought on “Sangatlah berbeda nilainya

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s