Menjawab Kegagalan Berpikir Kaum Pro-“Bumi Datar”

Dulu, tahun 2016, aku sangat tidak tertarik dengan pembahasan ini. Aku lewati semua news feed wordpressku yang menulis tentang topic ini. Jelas-jelas, science dan teknologi sudah semaju ini, masih ada yang mempertanyakan kebenarannya?

Ilustrasi dari https://flatearthscienceandbible.wordpress.com

Tapi, di pertengahan 2017 ini, aku terbelalak menimpali kenyataan bahwa telah banyak orang berbondong-bondong mempercayai bumi ini datar. Kalangan yang mendukung bukan skala kacangan. Ada yang siswa siswi sekolah atas dan mahasiswa perguruan tinggi. Ada pula pengajar yang mulai ragu terhadap kebenaran bumi bulat.

Kacau jika ini benar-benar terjadi. Aku harus bertindak sebagai respon terhadap bombardir dan serangan bertubi-tubi science yang diyakini benar saat ini. Bukan sok jagoan. Bukan juga mau menyalahkan. Dan bukan pula untuk meyakinkan semua orang. Tetapi ini soal martabat dan apa yang telah aku pelajari selama 12 tahun. Jika itu salah, mati lah aku. 12 tahun aku sia-siakan hidupku untuk mempelajari ilmu konyol hasil konspirasi global.

Oleh karena itu, sekali lagi ini soal martabat dan misi penyelamatan. Penyelamatan terhadap orang awam yang belum mengerti logika ilmu. Aku takut semakin banyak orang awam yang akan terpengaruh dan meyakini kebobrokannya.

Tetapi disini aku tidak ingin membahas bantahan terhadap 10 hal yang telah diyakini sebagai fakta oleh kaum flatter. Karena telah banyak video di yutub yang menyanggahnya. Informasi di blog-blog juga tidak kekurangan bahan. It’s almost clear, I think.

Yang menjadi concern pada tulisan ini adalah tentang kegagalan cara berpikir.

Scientific method adalah metode ilmiah pengkoordinasian pengetahuan melalui observasi, pengukuran, experiment, analysis yang terukur dan empiris. Apakah dongeng flat earth sudah memenuhi kaidah scientific ini?

Sebentar-sebentar, sudah tau belum beda ilmu dan pengetahuan? Agar penjelasan menjadi gamblang dan menyeluruh, pengetahuan adalah sebuah pernyataan yang merepresentasikan sebuah fenomena. Sedangkan ilmu adalah hubungan pernyataan dan pernyataan lain.

Dalam statement ilmu ilmiah, ada tiga komponen penting yaitu statement A, statement B, dan hubungan antara keduanya. Tiga aspek itu harus bernilai benar. Jika salah satu salah, maka sudah bisa menggagalkan kebenaran yang distate disana.

Di dalam kisah bumi datar, terdapat banyak mis-conception. Mereka menghubungkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya. Misalkan peta bumi globe, satelit, dan GPS adalah propaganda untuk meyakinkan umat dunia agar percaya bumi bulat. Kalau pun toh tidak ada itu semua apakah berarti bumi itu datar. Not sense, right? Kekacauannya ditambah dengan statement A yang di-arrange sudah salah. Akhirnya, simpulkan sendiri!

Distate bahwa heliosentris adalah pemujaan terhadap matahari. Apakah itu berarti kita semua penganut dewa matahari sebegai tuhan. Saya islam dan saya percaya bahwa ada Allah yang menciptakan matahari dan mengatur matahari agar tepat pada posisinya.

Dijabarkan pula bahwa matahari dan bulan itu dekat. Cahayanya local dan menyebar. Pembuktiannya cahaya yang mengenai awan. Ia menyebar. Harusnya mereka tidak gegabah mengajukan hipotesis itu dan menemukan dulu definisi, ciri-ciri, atau sifat cahaya. Padahal sifat cahaya itu menyebar jika melewati lubang kecil.

Konsep gravitasi juga disangkal. Berani-beraninya mereka bilang itu adalah elektromagnetik. Kegagalan konsep bumi datar adalah terletak pada efek dari teori yang diajukan yaitu efek kompas arah dan jarak lingkaran antartika. Dan untuk memperkuat, jika benar bumi itu bulat? Coba saja bor secara melintang dari A ke B dengan desain posisi A dan B telah ditentukan. Jika design itu benar, maka bumi terbukti bulat. Jika bumi benar datar, A tidak akan ketemu dengan B.

Horizon tidak lengkung tak lain adalah prespektif. OK silakan anda berada ditower burj khalifa di dubai. Bawalah teropong. Jika anda bisa meneropong mexico dari sana, maka bumi benar-benar datar. Karena jika tidak bisa, maka yakinlah tidak ada konsep yang paling logis selain itu adalah bukti bahwa bumi itu bulat.

Terakhir tentang keliling dunia. Yang paling signifikan adalah arah selatan. Coba saja keliling garis bujur tertentu. Jika kembali ke tempat semula maka bumi sudah pasti bulat.

Semua yang aku utarakan itu bukan gugatan. Tetapi lebih menekankan bagaimana cara berpola dalam berpikir. Aku ingin orang memiliki pola pikir yang demikian. Agar berita hoax tidak mudah meracuni ke relung-relung masyarakat kita.

Bersambung..

Tips dan trik menghadapi berita hoax

Menyikapi fenomena yang terjadi di masyarakat

Advertisements

4 thoughts on “Menjawab Kegagalan Berpikir Kaum Pro-“Bumi Datar”

  1. […] Connecting two statement: Ini adalah tahap tersulit dalam science. Mencari hubungan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Tetapi bukan tidak bisa dilakukan. Galileo saja sepanjang hidupnya menyisakan pertanyaan tentang pasang surut air laut. Kuncinya adalah hati-hati dalam menghubungkan sesuatu. Jangan terjebak seperti flat earth yang bilang gravitasi tidak ada, yang ada adalah masa jenis. […]

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s