Menyikapi Fenomena Masyarakat

Dan dalam mencermati gejala atau fenomena yang terjadi di masyarakat, kita harus menilik short term dan long shot.

The EDSA People Power Revolution in 1986 /Photo by Teodoro L. Pelaez

Jangka pendeknya itu dapat berupa statement itu sendiri dan hubungan dari statement. Disana terletak observasi yang objective. Pengenalan terhadap informasi yang ada. Dan melakukan analisa pribadi untuk menemukan ujung dari salah benar informasi tersebut.

Tetapi tidak cukup itu. Kalau kita tidak dapat mengenali long shot dari sebuah informasi, maka pengetahuan kita sejatinya masih pendek. Kita mampu menyimpulkan statement benar dan salah. Tetapi tidak tahu, kenapa orang menyatakan informasi yang salah dan ada orang lain yang state tentang kebenaran.

Kita harus punyai itu. Sebelum jauh mengulas tips dan triknya. Kita patut tahu dulu konsep dimana jika ada dua statement A dan B berlawanan. Tidak berarti bahwa jika kita menolak A maka kita condong pada B. Bisa jadi keduanya salah. Dan kitalah pencetus konsep C yang lebih relevan.

Begini contohnya. Jika kita menolak liberalism, neokolonialisme, neoimperalisme, dan system ekonomi riba dunia. Bukan berarti kita sosialis dan atheis. Keduanya terdapat kebenaran dan kesalahan dalam masing-masing sudutnya. Dan kita islam, bukan komunis dan liberalis.

Bukan berarti kita anti syiah, kemudian lantas kita sunni. Kita adalah islam tanpa sekte. Penyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Imam kami adalah Nabi Muhammad SAW.

Bukan berarti saya NU, dan anti Muhammadiyah. Kita sama islam dan dalam ukhuwwah yang dilingkupi oleh syahadad yang sama pula.

Sama halnya dengan bumi datar. Ada 3 aspek disana, yaitu: kaum bertuhan, kaum penyembah iblis (iluminati), dan kaum bumi datar. Kaum penyembah iblis memerangi manusia bertuhan tanpa belas kasihan. Dan kaum bumi datar mencerca kaum iluminati dengan mengadakan propaganda bahwa bumi bulat adalah konspirasi zionisme penyembah setan.

Kita sebagai umat bertuhan memang membenci iblis. Dan bukan berarti ketika ada orang yang membenci iblis dengan cara yang salah, kita termasuk golongan mereka. Inilah kata yang cocok untuk mendefinisikan fenomena bumi datar yang hangat akhir-akhir ini.

Flat earth mengindikasikan kegagalan dalam melawan elit global penyembah iblis. Dan kita perlu berhati-hati pada propaganda the people power untuk menggulingkan kekuasaan. Jika people power diberdayakan pada kebenaran dan kebajikan, InsyaAllah kesejahteraan akan tercapai. Mimpi buruk jika yang terjadi sebaliknya.

Selamat pagi, dunia..

Advertisements

2 thoughts on “Menyikapi Fenomena Masyarakat

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s