Pilih mana? Husnul Khatimah atau Su’ul Khatimah ?

akhir-hidup
Khasanahalquran.com

Setiap orang berharap dianugerahi husnul khatimah, yaitu ajal menjemput ketika sedang beribadah, ketika bertaubat kepada Allah, dan ketika sedang ingat kepada Allah, betapa beruntungnya orang-orang seperti ini. Namun betapa banyak orang yang berharap ingin meninggal dalam kondisi husnul khatimah, tetapi ternyata kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya su-ul khatimah, yaitu maut menjemputnya ketika sedang bermaksiat.

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul khatimah, sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah. Hari-harinya tanpa menjaga pendengarannya. Pandangannya ia umbar. Hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati. Lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah.

Wahai kau manusia, Sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani. Seseorang yang selamat di alam akhirat adalah yang selamat di alam kubur. Seseorang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya.

Barangsiapa yang sibuk dengan beribadah, bertaubat, berdzikir dan mencintai Allah ketika ia hidup, maka ia akan disibukkan dengan itu ketika ruhnya akan keluar menuju Allah.

Oleh karena itu, kesabaran seorang hamba selama hidupnya dalam menjalankan ketaatan, ujian, dan menjauhi maksiat jelas akan berpengaruh saat menghadapi beratnya sakaratul maut. Sebaliknya, seseorang yang disibukkan kepada selain Allah ketika ia masih hidup, maka ia akan sangat sulit untuk mengingat Allah ketika datangnya sakaratul maut, kecuali dengan rahmat Allah.

Tidaklah seseorang yang merasa aman akan tercabutnya keimanan pada saat kematian kecuali iman itu pun akan tercabut.

Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menangis ketika akan wafat, lalu dikatakan kepadanya : “Wahai Abu Abdillah, apakah engkau menangis karena merasa banyak dosa ?”. Dia berkata : “Tidak, tapi aku takut jika imanku tercabut sebelum kematianku”.

Orang-orang shalih tidak akan pernah merasa aman dari rasa takut kepada su’ul khatimah dan mata mereka pun senantiasa tenggelam dalam tangisan.

Adapun yang harus kita usahakan  agar dapat meninggal dalam keadaan insha Allah husnul khatimah antara lain :

1.Benarnya aqidah dan ibadah, yaitu istiqamah di atas keikhlasan (tidak berbuat syirik) dan mengikuti syariat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan dan contohkan (lihat QS. Fussilat [41]: 30).

2. Selalu bertaubat dari dosa-dosa dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR. Muslim no.2878).

Imam Ibnu Rajab rahimahullah juga berkata :

“Penyebab su’ul khatimah adalah kemaksiatan batin (tersembunyi) yang dilakukan hamba, yang tidak terlihat oleh manusia. Sesungguhnya ini adalah kerugian yang terbesar dan malapetaka yang paling dahsyat”.

3.Selalu berbaik sangka kepada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak akan terkumpul 2 rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada saat seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah akan memberi apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383, hadits dari Anas).

4. Selalu memperbanyak amal-amal shalih. Seperti shadaqah, puasa, berdiam di masjid setelah shalat untuk menunggu shalat berikutnya, melangkahkan kaki menuju shalat berjamaah, menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang tidak disukai (karena sangat dingin) dll.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khatimah)” (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, lihat ash-Shahiihah no.1908)

 “Berbagai perbuatan baik akan menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk, bencana dan kehancuran…” (HR. Al-Hakim, hadits dari Anas, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 3795).

5. Memperbanyak dalam mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.

6. Berdoa agar tidak dikuasai oleh syaithan ketika menjelang ajal.

7. Sering-sering berdo’a agar mendapatkan husnul khatimah (Lihat QS. 3:8, 12:101 dll).

8. Berdo’a sebelum tidur seperti yang pernah Rasulullah ajarkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apabila engkau akan berangkat tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat lalu berbaringlah disisi kananmu. Kemudian berdoalah :

“Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena harap dan takut pada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus”. *Jika malam itu engkau mati maka engkau mati diatas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir….“* (HR. Bukhari dan Muslim, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 603, hadits dari al-Barra’ bin ‘Azib).

Terakhir, ini ada video sebagai pengingat diri, sebagai renungan agar kita selalu ingat kepada Allah. Sebagai pengingat kalau ajal itu memang datang secara tiba-tiba, bahkan semua orang tidak ada yang tahu kapan ajalnya akan tiba. Semoga kita semua di wafatkan sesuai dengan kebiasaan kita, kebiasaan yang baik, dalam keadaan beriman kepada Allah dan Insha Allah dalam keadaan Husnul Khatimah. Aminn.

Disini Videonya

Semoga bermanfaat :

Advertisements

3 thoughts on “Pilih mana? Husnul Khatimah atau Su’ul Khatimah ?

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s