Alasan Mengapa Meninggalkan Televisi

Sejak dulu, mungkin aku diciptakan jauh dengan televisi. Aku bersyukur karenanya. Meskipun banyak anak sepantaranku ketika sekolah dasar dulu sangat maniak nonton teve acara minggu pagi. Aku sama sekali tidak tertarik.

ilustrasi dari elmina indonesia

Sesekali menonton power rangers. Selebihnya tidak. Nobita, dragon ball dll. Tidak pernah aku tonton. Nama acara dan channelnya saja aku tidak tahu. Apalagi isinya yang biasa dijadikan bahan seminar parallel kecil oleh murid sekolah dulu.

Mungkin sempat suka dengan cerita Avatar The Legend of Aang dan Naruto. Kedua cerita itu lebih mengena di hatiku karena bercerita tentang geologi, bumi, dan elemen-elemen di dalamnya. Aku suka alur cerita yang lebih riil hampir mirip dengan actual lapangan. Kisah Naruto dalam dunia nyataku telah aku tulis sini.

Tetapi lambat laun siaran film itu telah tiada. Menipis dan tak menarik lagi. Masuklah zona kuliah dimana film mudah didapat dari server. Akhirnya mengikuti Naruto hingga tamat.

Hanya itu kosakata yang aku tahu tentang dunia pertelevisian. Aku benar-benar tidak mengerti kenikmatan menonton televisi. Pertanyaannya adalah kenapa?

Dulu alasan utamaku adalah karena kebermanfaatannya minim. Banyak acara sinetron jauh dari realitas. Banyak tontonan yang tak mendidik. Informasinya telah dimonopoli elit politik. Hiburannya kering akan makna. Kebohongan dan kepura-puraan acting actor aktrisnya.

Dan sekarang semua dipertegas oleh buku Pertelevisian Indonesia di dalam Kapitalisme Global. Kebetulan aku nemu buku tersebut di Gramedia. Dengan informasi dari Jawa Pos. Aku langsung menyabet. Sudah dari lama aku menantikan penguatan keyakinan bahwa aku harus berlepas 100% terhadap televisi. Dan aku mendapatkan hasilnya.

Dari buku itu, aku dapatkan resume dan daftar alasan mengapa aku harus segera merealisasikan cita-cita ini. Buku tersebut sangat sesuai ekspektasi. Dijabarkan tentang elit global, mekanisme pendanaan, secara khusus dibahas tentang sepak bola, globalisasi, dan penanaman materialiasme dan komersialisme serta perbandingan teve komersial dan independen. Dari semua kebobrokan yang ada, Alhamdulillah aku berlepas diri dengan televisi hampir belasan tahun yang lalu.

Resume dan daftar poin penting buku tersebut layak kamu baca disini.

Tentu sekali lagi, teve tidak melulu soal negative saja. Sebagai catatan, teve masih jadi objek yang pas untuk mendapatkan detail informasi yang akurat dan ilmu tentang islam di beberapa channel. Meskipun kadang acara islami tersebut adalah intrik untuk mendapatkan rating dan nilai iklan yang lebih besar demi keuntungan yang tiada terkira.

Produk pendidikan ala televisi yang bobrok juga ada disini.

Progres untuk item ini: already done. Telah ku mulai sejak masa SMA dan goalnya semakin dekat tercapai ketika masa kuliah. Dimana aku menghadapi masa-masa menjadi anak kos yang harus mandiri dan meminimalisir pengeluaran. Malu kepada orang tua jika kuliah habis uang banyak. Disana aku dididik jauh dari televise. Dengan pondasi ketidak-sukaan sejak SMA, ditambah kondisi tidak memungkinkan untuk menonton. Akhirnya setelah lulus kuliah, aku merasakan kebencian 100% pada televisi. Hambar terasa ketika menghidupkan seonggok layar yang mana gambar ilusi bergerak-gerak itu.

Ini adalah rangkaian tulisan dari beberapa cita-cita besar yang ingin aku capai dalam hidup. Yang lain dapat dilihat disini. Selamat menikmati.

Advertisements

3 thoughts on “Alasan Mengapa Meninggalkan Televisi

  1. I agree with you for this matter. Aku gak pernah benci tivi, sesekali liat tivi pas pulkam, dan semua anggota keluargaku gk bisa lepas dari tivi. Dan aku merasakan rasa yg sama seperti yg kamu rasakan. “Kehampaan” saat nonton tivi (berita-berita negatif, keberpihakan politik, infotainment yg menjamur tiap pagi dan sore, sinetron yg gak ndidik, dan hiburan2 yg gak mutu) meski ada beberapa terselip acara bagus.
    Sepertinya baca koran dan buku lebih manfaat ketimbang tivi hehe.. Semangat!!

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s