Kredibilitas Koran, Berita Elektronik, Media Massa

Dulu aku sempat menjadi sangat fanatik pada berita, baik di Koran, media elektronik, dan internet. Persepsiku tentu sama dengan kebanyakan orang. Berita adalah sumber informasi tentang kejadian dan peristiwa ditempat lain. Yang lagi hangat dan fenomenal.

ilustrasi pers dari ashamaliaa.blogspot.com

Informasi itu dapat memperluas wawasan dan bahan bicaraan dengan orang lain. Mempertajam analisa terkait masalah yang terjadi di masyarakat. Dan dapat ditarik untuk menyelsaikan masalah pada lingkup intern diri dan keluarga kita.

Sungguh menyenangkan bukan? Jadi orang yang nyambung diajak bicara dengan semua elemen masyarakat. Dan di dunia pendidikan (sekolah dasar hingga perguruan tinggi) wawasan tentang isu masyarakat tetap menjadi latar belakang yang asyik untuk memulai sebuah topic artikel  akademik yang intelek.

Wawasan itu juga ada kompetisinya. Baik skala sekolah maupun daerah. Siswa berprestasi adalah siswa yang selain jago kandang (red: jago pelajaran) juga menilik aspek wawasan terhadap masyarakat dari segi ekonomi, social, budaya, dan politik.

Tetapi lambat laun aku tidak begitu suka dengan berita. Backgroundnya adalah karena semakin gamblangnya tunggangan politik dibelakangnya. Terlebih, peran redaktur dalam penerbitan berita sangat berpengaruh seperti dijelaskan di buku kapitalis global yang pernah ku baca itu. Kental dan sangat menentukan angle berita. Jurnalis bisa saja sodorkan fakta akurat, tetapi jika berlawanan dengan visi pemilik ya tetap saja disunat.

Upaya menentukan opini public. Dan menggiring persepsi masyarakat sesuai dengan keinginan pemilik stasiun berita / investor yang membayangi dari belakang. Kemudian permunculan solusi akibat dari peristiwa penuh subjektivitas dalam pemaparannya akhirnya menjadi jalan satu-satunya yang wajib ditempuh oleh masyarakat. Kadang-kadang sosok pahlawan ditampilkan pada saat-saat ini. Dan muaranya adalah halusinasi dan hilangnya kecerdasan akal.

Kita seolah-olah tanpa sadar melakukan pekerjaan yang penuh ketidakperluan akibat psikologis kita telah ter-mindset demikian. Padahal kalau kita sudah salah sedari pikiran, perkataan, keyakinan niscaya semua-mua jadi keliru. Sikap dan perbuatan  jadi salah arah.

Tentu saja aku tidak sedang mencerca perusahaan pemilik stasiun berita. Jurnalis mereka mungkin suci. Ranah mereka mungkin jelas. Visi misi mereka mungkin saja mulia. Menyajikan kabar yang padat, tepat, akurat.

Dan tentu saja aku menulis ini bukan tanpa solusi. Aku telah mempersiapkan modal besar untuk ini. Di era digital, sulit rasanya hidup tanpa informasi dari berita. Terlebih di internet dan dengan keberadaan media social, menjadikan berita sensasional dan fenomenal mudah sekali menyebar. Boleh saja kita baca berita tersebut. Tetapi cukup what, benchmark data, dan tarik kesimpulan sendiri. Lebih lengkap tentang bagaimana menyikapi berita hoax yang akhir-akhir ini meledak, silakan cek tulisanku yang lain tentang ini.

Layaknya virus yang menjangkit tubuh. Fast and massive. Tetapi dampaknya jika buruk akan catastrophic (red: mati tiba-tiba atau semacam struk dalam dunia medis). Agar kita tidak mati bersama kematian kejernihan objektivitas akal pikiran, maka cukuplah What, kemudian analisis sendiri argumen kita tentang berita itu. Sehingga kemurnian informasi tetap terjaga, tidak memihak kubu politik tertentu.

On progress pada item ini: sesekali masih membaca Koran Jawa Pos. Kadang-kadang ketika makan di warung, ada Koran. Screening saja judul-judul menarik. Lipat-lipat. Sudah. Tidak ada yang dibaca bener serius kecuali rubric soujana hari minggu, pengganti ruang putih yang sering diisi oleh tulisan netral dari pelbagai bidang terutama seni dan budaya. Tulisannya AS Laksana dan humor kartun yang masih memikat hatiku. Selebihnya tidak pernah baca baik hardcopy, elektronik, maupun media masa lainnya. Juga didukung deletation media radio, televisi, dan internet.

Semoga istiqamah dalam kebaikan selalu.

Ini adalah rangkaian tulisan dari beberapa cita-cita besar yang ingin aku capai dalam hidup. Yang lain dapat dilihat disini. Selamat menikmati.

Advertisements

3 thoughts on “Kredibilitas Koran, Berita Elektronik, Media Massa

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s