Tidak bergantung pada motor / mobil, sepeda onthel saja

Sebagai pecinta olahraga, tentu saja sepeda kayuh menjadi teman sehari-hari. Kaki serasa menempati fungsinya seperti yang diciptakan Tuhan. Untuk berjalan mengelilingi bumi, bertebaran menjemput rezeki.

Bukan digantungkan pada monster besi yang jalan ketika digas dan diisi bensin. Bukan hanya untuk sendiglang diatas kursi. Kemudian duduk nyaman diatas mobil. Makin malas berjalan. Ekskalator, lift, dan conveyor berjalan digunakan untuk mematikan fungsi kaki.

Agar manusia tidak capek. Agar tidak menguras tenaga. Agar kerja dan aktivitas makin efisien. Agar dagangan, penerbangan, terminal, perbelanjaan, roda ekonomi, uang, dan profit semakin besar. Modal dan modal terus kembali.

Dalihnya sih begitu. Tetapi ada aspek kapital didalamnya. Semakin cepat orang naik ke pesawat maka akses penerbangan makin padat, profit makin tinggi. Fasilitas perbelanjaan, terminal, dan toko-toko dibikin nyaman agar pembeli tergiur menghabiskan uangnya untuk beli barang yang kadang tidak dibutuhkan.

Motor dan mobil diciptakan untuk memudahkan mobilitas orang yang kemudian dapat meningkatkan pendapatan perkapita negara melalui pajak. Kecepatan kerja menjadi dalih untuk meningkatkan output produksi dan meningkatkan juga kesejahteraan karyawan melalui gaji bulanan. Padahal yang lebih diuntungkan adalah pemilik modal.

Manusia diperah atas nama kemajuan jaman. Kemerdekaan dan kebebasan hidup dipancung oleh ideology kapitalisme yang digadang-gadang lebih memberikan surga dunia ketimpang ideology sosialisme.

Itu skala makronya. Skala yang lebih kecil adalah ini soal kaki. Menurut hemat saya, aku lebih menikmati berjalan ketimbang motoran. Aku lebih menikmati kayuhan sepeda daripada gas pada tangan. Aku lebih bisa mengingat betapa nikmat kaki ini sangat perlu disyukuri. Karena lelah pada kaki adalah reminder yang paling ampuh menundukkan keangkuhan diri yang seolah-olah semua ini milik sendiri.

Aku juga tidak dapat membayangkan betapa motor dan mobil telah membeludak dimana-mana. Setiap bulan penjualan Honda tembus di angka 450.000 unit motor di produksi dan didistribusikan ke seluruh penjuru negeri. Itu Honda yang memegang hanya 70% pasar Indonesia. Jika di total 630.000 unit motor semua supplier diedarkan. Pertambahan jalan hanya 0.1% pertahun.

Kemudian lebih memprihatinkan bagaimana harga minyak dimonopoli. Ekonomi tak sehat. Spekulasi dan intrik busuk digulirkan. Ingat kisah venezuella kan? Bagaimana negara yang saling bersaing dalam sector migas bertarung. Mereka memompa produksi agar neraca ekonomi terguling. Stok minyak dipasar sangat banyak. Permintaan pasar tetap. Harga anjlok. Dan negara yang devisa dan neraca perdagangan ekspornya hanya mengandalkan sector ini, akan mampus dengan segera. Naas-nya.

Dan minyak ini adalah energi tak terbarukan. Harus disedot terus menerus dari dasar bumi untuk memenuhi jutaan motor di pulau Jawa ini. Sejauh mana kita sanggup memenuhinya?

Aku berpikir melihat Jakarta – Bekasi yang begitu tumpah ruah mobil dan motor dijalanan. Apakah mereka menikmati hidup dalam kemacetan itu? Dan ini akan terus meroket masalahnya. Dan perusahaan kendaraan bermotor tak mau tau kapasitas jalan. Mereka terus menggenjot penjualan dengan iklan dan variasi yang menarik.

Kondisi ini diperparah dengan adanya ketidakseriusan kebijakan pemerintah dalam mengatur regulasinya. Akhirnya kemacetan tidak dapat terbendung. Bom waktu sudah berjalan. Tinggal menunggu waktu ledaknya saja. Ini belum bicara soal fasilitas angkutan umum yang terkesan sekedarnya saja. Sehingga memang disetting agar orang beli kendaraan pribadi. Dan pemerintah untung dari pajak kendaraan. Dan keuntungan itu tidak 100% untuk rakyat tetapi disunat untuk kantong sendiri.

Mimpi buruk tentang kolepsnya negara dan berdampak pada sector transportasi sudah pernah aku tulis disini.

Aku sangat khawatir, minyak menjadi langka. Aku khawatir jalan sudah tidak mampu menampung kendaraan yang ada. Aku memilih sepeda onthel. Aku suka mengayuh. Aku terbebas dari ancaman krisis global, minyak langka, dan kemacetan tak berujung yang lambat laun pasti akan terjadi.

Semoga bermanfaat.

Kampanye penggunaan sepeda onthel didapat dari ilustrasi Welovecycling.com

Yuk gowes. Bebas polusi. Menyehatkan. Dan bebas ancaman keruntuhan global. Go green and save the earth!

Ini adalah rangkaian tulisan dari beberapa cita-cita besar yang ingin aku capai dalam hidup. Yang lain dapat dilihat disini. Selamat menikmati.

Advertisements

4 thoughts on “Tidak bergantung pada motor / mobil, sepeda onthel saja

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s