Tips menghilangkan kebiasaan onani / manstrubasi

Mungkin agak tabu membicarakan ini untuk konsumsi orang dewasa yang sudah mengerti baik dan buruk sesuatu. Dipikirnya yang jorok adalah bukan agama. Padahal segala sesuatu telah ada pedomannya dalam islam.

Termasuk onani. Onani adalah proses mengeluarkan sperma tanpa berhubungan kelamin untuk memperoleh kepuasan seks. Biasanya menggunakan tangan, bagian tubuh lain, atau boneka pemuas nafsu. Sementara untuk perempuan dinamakan masturbasi.

Berdasarkan banyak referensi dalil yang masyhur di Al-Qur’an, Allah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur [24]:30)

Kemudian Rasulullah juga bersabda,

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang mempunyai kesanggupan menikah, maka hendaknya ia menikah. Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih mejaga kehormatan. Barangsiapa yang belum sanggup, maka hendaknya ia berpuasa karena puasa akan menjadi perisai baginya.” (Muttafaq ‘Alaihi).

Kemaluan tidak untuk diumbar. Tidak pula digunakan untuk yang bukan pada tempatnya. Kemaluan diciptakan sebagai pemuas nafsu dan satu-satunya jalan untuk memperoleh keturunan.

Bukan untuk ditumpahkan diranjang atau di kamar mandi. Penyakit kecanduan onani ini lebih sering menjangkiti kaum pria karena laki-laki mudah tergoda oleh pandangan. Sedangkan perempuan butuh sangat banyak rangsangan untuk dapat menikmati nafsu badaniyyah tersebut.

Kebiasaan ini menjadi buruk karena biasanya dimulai dari maksiat. Melihat aurat lawan jenis di jalan-jalan atau rekaman audio visual internet. Kemudian berimajinasi jikalau itu terjadi pada dirinya. Oh senangnya.

Padahal Zina itu banyak bentuknya, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina dan zinanya adalah panaganan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (Muttafaq Alaihi).

Bahkan secara langsung bercumbu dan pegang-pegangan dengan pasangan yang belum halal. Dampak ketika kecanduan adalah otak jadi tidak waras, sulit konsentrasi, jasmani jadi lemah, lemah syahwat, ejakulasi dini, dan jauh dari agama.

Oleh karena itu berikut tips untuk dapat menghindari dan bahkan menghilangkan 100% kebiasaan buruk tersebut.

  1. Jauhi film porno

Ini adalah harga mati. Jika anda masih hijrah separuh-separuh. Kadang nonton kadang tidak. Dan frekuensi ingin nonton lebih besar daripada tidaknya, maka pastikan onani adalah keseharian anda. Karena bagaimana bisa anda tidak melampiaskan kesenangan itu untuk diri sendiri?

ilustrasi dari https://www.bekasiurbancity.com
  1. Jauhi cuplikan video dan foto yang mengumbar aurat cewek

Ini remeh, tapi dampaknya cukup signifikan. Hindari atau bahkan jauhi sama sekali. Karena video, film, dan foto di iklan iklan, sinetron, trailer budaya barat banyak menampilkan cewek yang menghias rambutnya, kekurangan kain, dan celana yang salah potong. Itu akan menggairahkan anda untuk segera ke kamar mandi dan mencari sabun untuk melampiaskan nafsu bejat pada diri sendiri. So, tinggalkan sekarang juga!

  1. Jaga pandangan dari apa apa yang diharamkan

Intinya tutup segala potensi yang membuat pikiran terbayang bayang oleh aurat perempuan. Termasuk di dunia nyata. Di jalan jalan sudah banyak fitnah yang beredar. Kalau sanggup, dakwahi. Dan yg wajib adalah jaga pandangan.

  1. Alihkan dengan alqur’an dan ceramah agama

Yang biasanya waktu habis untuk nonton yutub berbagai video menarik yang didalamnya penuh kemudhorotan, yuk diubah menjadi tilawah Al-Qur’an. Banyaknya ceramah agama di internet sama dengan video yang mengumbar aurat kok. Keduanya sama memiliki kenikmatan. Tetapi nilainya berbeda. Tentukan!

  1. Hindari sendirian

Rasa ingin tahu dan imajinasi biasanya akan liar ketika sendiri. Terlebih bagi orang yang introvert. Sering-seringlah berkumpul dengan komunitas. Berada disekitar orang banyak. Orang-orang yang shaleh, yang tujuannya sama yaitu Allah. Maka kita akan ikut mereka tanpa disadari. InsyaAllah.

  1. Sibukkanlah dengan hal yang positif

Lawan dari kebiasaan negative adalah kebiasaan positif. Lawan pikiran negative dengan aktivitas yang positif misalnnya berkebun, berolahraga, dan beragama. Keduanya punya kesenangan. Terserah pilih yang mana. Saranku pilih yang positif.

  1. Menikah saja, halalkan saja

Bedanya belum nikah dan nikah adalah tentang halal dan haram hukumnya. Memegang tangan lawan jenis ketika pacaran tanpa ikrar ijab qobul maka ia berzina. Hukumannya cambuk di dunia. Dan neraka di akhirat. Tapi ketika nikah, kau datangi istrimu bebas layaknya ladang untuk bercocok tanam asalkan sesuai koridor syariat maka halal semuanya. Enak? Iya. Tapi ada tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang jelas. Bahagia? Tentu. InsyaAllah.

  1. Puasa sunnah

Keterangan diatas sudah jelas bahwa puasa adalah perisai. Dalam puasa, kontrol dan tameng iman semakin tebal karena lapar. Gantungan dan sandaran kelemahan diri hanya kepada Allah. Puasa benar benar mengikat dan memenjarakan nafsu atas hikmah Allah.

  1. Berdoa kepada Allah

Yang terakhir ini jangan lupa. Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan. Seolah diri sendiri yang melakukan. Padahal ada Allah yang menakdirkan itu. Padahal tiada daya selain dari-Nya. So, perbanyak doa agar Allah melancarkan jalan hijrah ini.

Baiklah itulah semua yang dapat aku sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

12 thoughts on “Tips menghilangkan kebiasaan onani / manstrubasi

  1. Tujuh golongan yg tidak akan dilihat Allah (tidak diberi rahmat) pada hari kiamat, dan tidak dibersihkan (dari dosa), firmanNya: “masuklah ke dalam neraka bersama orang-orang yg patut masuk: pelaku dan yg diperlakukan dalam homoseks, pelaku onani, pelampiasan seks terhadap hewan”, yg menggauli istri dari dubur, yg mengawini perempuan (ibu) dan putrinya, pezina istri tetangga, dan yg menyakiti tetangga hingga ia melaknatinya.” [HR. Thabrani]

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s