Perjalanan Berganti-ganti Kamar Kos dari Waktu ke Waktu

Jember (Maret 2012)

Sejak pertama kali kos di Jember tepatnya Jl. Karimata Blok C7, aku selalu menseriusi soal jumlah barang yang ada di kos. Jumlah barang jangan sampai melebihi tempat penyimpanan. Tetapi ya dasar anak kos. Berangkat bawa 1 tas, pulang tambah 1 kardus. Padahal lama waktu ngekos hanya 1 bulan saja. 700ribu untuk berdua.

Surabaya (September 2012 – Maret 2016)

Kemudian mulai beranjak dewasa. Mulai masuk kuliah. Jadi maba. Jauh dari rumah, sekitar 200 Km. Berbondong-bondong kami boyongan barang sekeluarga sama ayah-ibu. Aku ingat betul, itu adalah awal puasa. Hari-hari berat di tanah rantau. Di sepetak kamar 2.5×2.5 meter persegi di Perumahan Dosen ITS, Blok U 133, Surabaya. Aku bayarkan 4.8juta untuk tidur disana selama satu tahun. Disana aku belajar tentang penyederhanaan penataan inventaris dalam ruangan yang minim.

Setahun berselang, aku berteman dengan geng korak di angkatan. Kelompok pinggiran, suka bikin onar, dan tentu dari kampung yang berbeda-beda. Kami disatukan oleh Rumah kontrakan Jl. Keputih Tambak, Sukolilo, Surabaya dengan mahar senilai 22juta dibagi 5orang. Tetapi kontrak rumah disini tidak bertahan lama. Hanya setahun sudah hancur. Padahal rumah masih tergolong baru. Hanya saja kami tidak bisa merawat. Sangat kotor dan jorok. Pernah banjir akibat tersumbatnya saluran air hujan karena sisa makanan yang tidak dibuang ke tempat sampah. Disana aku menilai kepemilikan barang paling minim yang aku punya.

Rumah kontrakan baru di Bumi Marina Asri C28, Surabaya adalah yang berikutnya. Aliansi setan dibentuk, gabungan dari 2 kontrakan remuk disatukan oleh visi yang sama. Lulus dalam kebersamaan. Akadnya 26juta dibagi orang 8. Lumayan. Tetapi sayang tidak begitu lama, 3 bulan atau berapa, lupa pastinya, kontrakan ini dibubarkan karena alasan konyol. PDAM mati, pompa air rusak karena sering dinyalakan tanpa air dalam tandon, dan WC yang tidak dapat disiram air. Dan puncaknya adalah banjir di malam yang suntuk akibat bocornya sejumlah atap di rumah ini. Aku mencatat tragisnya nasibku hidup di kosan ini karena aku hidup dalam ruangan seukuran 1.5 x 2 meter tanpa sekat. Dan tidur diatas lantai. Tetapi aku puas dengan kinerjaku menyulap tempat yang sebenarnya garasi itu menjadi surga hari-hariku kuliah di ITS dulu.

Kamar kos 180 x 240 sentimeter di Keputih Gang Makam

Kejadian demi kejadian membuatku kapok. Kali ini aku memutuskan untuk hidup sendiri. Menentukan karir sendiri. Jalan hidup yang sama sekali berbeda. Aku benahi semua kepemilikan barang. Dan aku menyadari, apa yang aku miliki telah overload. Meskipun aku masih bisa hidup di Kamar kos Gang Makam Keputih Blok F No 8, Surabaya dengan ukuran kamar 180 x 240 sentimeter persegi. Harganya 300ribu untuk ukuran saat itu paling murah dengan fasilitas premium sejauh pengetahuanku. 1 kasur ukuran 80 x 180 sentimeter persegi. 1 rak buku kecil ukuran 80 sentimeter ke atas. 1 lemari milik ibu kos. Dan 1 lemari pribadi berisi perlengkapan perang (red: kuliah).

Jakarta (Maret 2016 – Agustus 2016)

Tidak berhenti disitu. Aku pulang kampung. Lulus telah tiba. Wisuda telah digelar. Ijasah sudah ditangan. Aku terbang ke jakarta. Meniti jalan hidup yang baru sebagai pekerja, karyawan, dan babu pabrik asing. Aku kos di Rawa Julang, Cibitung, Bekasi. Disana adalah tanah rantau terjauhku. Petualangan ternekadku karena medan sama sekali tidak ku ketahui. Barang bawaan tentu sangat sedikit (1kardus pakaian, 1 kardus buku, 1 paket sepeda lipat, dan alat mandi). Aku hidup di kamar cukup luas, 3 x 5 meter persegi dengan harga 400ribu per bulan. Sangat ramah di kantong untuk ukuran Jakarta.

Kos Jakarta

Gresik (Agustus 2016 – Present)

Dan perjalanan belum selesai. Aku harus pulang ke kampung halaman, Jawa Timur, tepatnya Gresik. Aku dimutasi di kota yang tak jauh dari Surabaya. Aku kos di Jl. Panglima Sudirman No. 86 Gresik. Menyenangkan. Kos disana paling murah di Gresik. 300ribu per bulan. Meskipun harus dibayarkan 3bulan. Tetapi jika dipertimbangkan fasilitasnya, everyone says worth it. Ukuran kamar 2.5 x 25 meter persegi (kasur, ranjang, lemari, dan meja all free). Kamar mandi luar. Air gratis. Listrik token sendiri. Dan tempat cucian dan WC mencukupi untuk semua orang yang hidup disana. Lahan parkir luas dan aman. Ada penjaga sekaligus tukang bersih-bersihnya. Minus kurang ventilasi dan atap asbes kalau hujan suaranya berisik.

Kos Arif Rahman Hakim Gresik
Tool (alat tulis dan alat kabel)

Tool (Alat tulis dan Alat kabel)

Aku sekarang pindah di Jl. Arif Rahman Hakim, Gresik. Alasan satu-satunya adalah tanaman mati karena tidak terkena sinar matahari. Aku bertaruh besar terhadap kenyamanan yang aku terima dengan idealisme ini. Aku kuatkan kuda-kuda dan ambil kamar terbaik dengan ukuran 3 x 3 meter persegi. Pintu dari cendela. Lemari, meja belajar, dan kasur yang kuno. Kamar mandi jadul. Meskipun listrik dan air gratis. Aku harus bayar mahal kenikmatan terbaik ditempat ini dengan merogoh kocek 400ribu. Sangat berbeda dengan kamar lain yang sangat tidak layak huni.

Ya tidak masalah. Aku ingin mendemonstrasikan beberapa item yang aku miliki di dalam kamar kos. Beberapa kategori ini aku sudah sesuaikan dengan kebutuhan anak kos. Mungkin tipikal orang berbeda. Tetapi bisa jadi referensi.

Bersambung..

Baca juga tips dan trik menata dan menjaga kamar kos agar layak huni

Advertisements

12 thoughts on “Perjalanan Berganti-ganti Kamar Kos dari Waktu ke Waktu

  1. Mahal ya kos kmu fidh 😛
    Di jogja (2012) aku bs dpt 2.5 juta setahun lho, 2013 dpt 170 rbu perbulan, dan thn 2015-2017 dpt 2.5 juta pertahun. Hoho. #pamer ah wkwk
    Tapi, untuk ukuran cowok, kamarmu termasuk sangat rapi. Cuma itu baju kok cara naruhnya gtu sih bro hmm..

    1. Hahah itu gaya jepang tapi ga cocok untuk lemari indonesia. Itu akan sangat membantu saving cost, saving area untuk rumah model minimalis, memudahkan ambil, dan memudahkan menyimpan. Aku suka sekali menata kamar kos dan semangat itu semakin tergugah oleh buku the life changing magic of tidying up diterjemahkan oleh dee lestari.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s