Dari Allah untuk kita dan rahmat kepada seluruh alam

Katanya perlu banyak cincong untuk orang mejadi bahagia. Nyatanya cukup hanya dengan berbagi.

P_20170610_174731
Ampenan, NTB (10 Juni 2017)

Banyak orang menumpuk harta, perabotan, barang antik, langka, barang kesayangan, jaga-jaga kalau besok dipakai, pakaian, sepatu, dan alat dapur. Seragam sekolah, alat tulis, buku bacaan, buku tulis, laptop. Entah mau dibawa kemana. Apa motivasi mereka meneguhkan diri untuk mempersulit diri dalam menyimpannya.

Maka dari itu, saya merekomendasikan buku The Life Changing Magic Tidying Up karya Marie Kondo yang diterjemahkan oleh penulis cantik Dee Lestari. Gaya bahasanya mudah dicerna. Padahal ia adalah naskah terjemahan. Aku suka.

Pertama adalah soal membuang dan mendistribusikan bila ia masih layak pakai. Semua-muanya hingga tuntas. Jangan pikir soal nanti barang kesayangan yang ini taruh mana. Apa yang tidak dibutuhkan secara fungsi dan informasi. Buang saja.

Barulah carikan tempat based on kategori. Pemisahan berdasarkan letak sangat tidak dianjurkan.

Dan tata supaya cantik. Mudah disimpan, bukan mudah diambil.

Hidup terasa lebih plong dan lega dengan sedikitnya barang yang kita punya. Mudah mengelola dan mengingat satu per satu barang yang memang membuat kita bahagia dan ceria. Alangkah menyenangkan hidup yang demikian. Sederhana.

Aku belajar banyak dari buku itu. Dengan mengkombinasikan pengalaman yang sudah sudah. Kemudian ditarik hubungan dengan poin-poin pada buku tersebut.

Ah hari ini sangat menggembirakan. Cita-cita yang terbesit di flores dulu dan didukung kuat oleh poin pada buku Dee Lestari diatas dengan semangat John Wood yang menjadi pioner literasi pasca leaving microsoft inc. Cita-cita itu terwujud.

Berbentuk sebagai awalan, yang kesemuanya adalah dalam daya milik sendiri dan pinjaman dari Tuhan. Aku berhasil sampai di Lombok. Mengemban idealis pribadi.

Kelak, langkah strategis yang sudah terngiang di kepala saat ini akan menyusul tercapai. InsyaAllah.

Memberdayakan lebih banyak orang. Melibatkan banyak stakeholder. Untuk sebuah tugas suci sebagai manusia yaitu menjaga hubungan dengan Allah, dengan alam semesta, dan sesama manusia. Kita adalah khalifah di muka bumi. Dan kita adalah makhluk sosial yang dengan adanya islam membentuk kesinambungan dalam bentuk rahmatan lil ‘alamin.

Semoga.

Mataram, 11 Juni 2017

 

Advertisements

9 thoughts on “Dari Allah untuk kita dan rahmat kepada seluruh alam

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s