Menulis bagi yang tidak sempat

Hari-hari yang lalu berjalan tanpa bekas. Tidak tertinggal jejak. Rekamnya hanya dalam bentuk draft compang-camping. Sangat tidak enak dibaca. Not easy to read.

tulis
ilustrasi menulis dari ISMAWeb

Kesibukan kerjaan baru yang berjibun. Proyek yang dipegang bukan main besarnya. Identik dengan resiko gagal yang amat tinggi. Padahal masih adaptasi juga.

Boss-ku meredakan, “Kesalahan wajar terjadi. Yang tidak wajar adalah ketika kita tidak mengambil pelajaran daripadanya”

Teringat pula pesan mantan boss-ku di pabrik sebelah, “Kita hidup di era keterbukaan. Kita bebas berkomunikasi dengan siapapun, tanpa sekat dan batasan strata. Kita satu team. Goalnya adalah keberlangsungan profit perusahaan. Kalau toh nanti ada salah redaksi penataan kata atau intonasi, perkara lain. Kita boleh salah. Tetapi tidak pada kesalahan yang sama.”

Baiklah memang aku sedang berperang dengan gayaku sendiri. Itu adalah perjuangan.

Dan setiap fokus yang dikosentrasikan pada suatu perjuangan tertentu, bisa jadi akan ada konsekuensi terabaikannya item yang lain. Seperti kondisi saat ini. Sibuk dengan pekerjaan kantor dan membereskan hati di Bulan Ramadhan. Tulisan di blog terbengkalai.

Dulu aku sangat menggebu pada statistik. Ingin sekali banyak pembaca yang hadir dimari. Tetapi lambat laun aku belajar. Pola pengambilan sikap menjadi berubah. Damai, tenang, dan tentram. Kuncinya adalah lakukan apasaja asalkan Allah senang.

Jangan mengundang murka Allah.

“Dampak” dari penerapan prinsip itu adalah pola tentang bagaimana menyikapi perubahan yang ada:

Blog tidak ada yang baca, tidak masalah.

Menulis jarang, tidak masalah.

Tulisan hanya dalam draft tidak masalah.

Yang jadi masalah besar ketika puasa dalam kemalasan ibadah, menyepelekan sunnah yang hanya ada di Bulan Ramadhan, dan tetap mentoleransi maksiat. Karena semua itu membikin Allah murka. Siksa-Nya amat pedih. Janji-Nya tak pernah luput.

Dan dari pelajaran yang dapat diambil adalah menulis itu baik. Jika yang ditulis mengandung ajakan kepada kebaikan. Tidak menyia-nyiakan waktu.

Dan bagi yang tidak sempat. Dengan kesibukan super untuk mengembangkan karier yang cerah. Cobalah membuka laptop sembari meunggu makanan yang dipesan sedang dimasak. Sembari menunggu angkot datang. Menunggu jemputan pulang kantor. Di sela-sela istirahat kantor. Dalam kemacetan jalan. Dan dalam perjalanan yang panjang nun melelahkan. Semua itu adalah keren.

Boleh juga di-spare waktu khusus untuk ke alam bebas. Menerawang ke cakrawala. Melihat hamparan kehijauan yang luas. Dengan ditemani segelas kopi cappucino dan seperangkat camilan. Itu sangat dapat melebarkan pandangan, sudutnya biasanya menarik dan tak biasa.

Disana biasanya muncul ide yang tak terpikirkan sebelumnya. Tidak butuh waktu lama. 15 menit produktif akan kita dapatkan dengan menghasilkan karya 1 tulisan dengan panjang 500kata. Lumayan untuk diposting di blog atau sebagai tambahan bahan tulisan di buku.

Karena selamanya, jika kita menuntut adanya waktu yang amat luang untuk menulis, tidak akan terjadi. Jawabnya adalah mustahil. Karena kita hidup tak hanya untuk merekam jejak. Pun juga harus melakukan aktivitas untuk membuat bekas pada jalan kehidupan.

Keduanya harus jalan selaras dan bekesinambungan. Kata kuncinya adalah temukan keseimbangan dan kesetimbangan hidup ala dirimu sendiri. Diri yang tahu. Kalaupun tidak, cari tahu dari orang atau dari Allah.

Bahkan jika kita ingin ngotot memperjuangkan naskah tulisan, mengurangi jam tidur adalah salah satu opsi alternatif yang dapat dipilih. Aku mendapatinya sendiri, melihat dengan mata kepala sendiri. Bagaimana pola keseimbangan yang diciptakan oleh masing-masing orang itu. Temukan segera milikmu.

Setiap orang punya cara unik yang sendiri-sendiri.

Tulisan tentang keseimbangan hidup dan proposionalitas aktivitas hidup akan terbit ditulisan setelahnya.

Selamat malam.

Semoga rahmat Allah selalu tercurah pada kita. Petunjuk dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Advertisements

3 thoughts on “Menulis bagi yang tidak sempat

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s