Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan serta Faktor yang Mempengaruhinya

Makhluk hidup adalah materi yang dapat bernafas, membutuhkan makanan, bergerak, reproduksi, ereksi, adaptasi, peka terhadap rangsangan, tumbuh dan berkembang. Makhluk hidup terususun atas organ-organ yang saling berkaitan. Oleh karenanya sering dinamakan organisme. Misalkan, tumbuhan memiliki organ berupa akar, batang, daun, bunga, dan buah. Sedangkan manusia memiliki organ seperti tangan, kaki, jantung, otak, paru-paru, ginjal, lambung, dll.

Setiap organisme baik tumbuhan, hewan, maupun manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses penambahan ukuran, volume, berat, atau jumlah sel yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali seperti semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur).

Sedangkan perkembangan adalah proses penyempurnaan struktur dan fungsi organ menuju pendewasaan. Sifat dari perkembangan adalah kualitatif (tidak dapat diukur). Pertumbuhan makhluk hidup selalu disertai oleh perkembangan fungsi organnya.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan beserta faktor yang mempengaruhinya. Sudah banyak referensi yang mengulas pokok bahasan ini, tetapi tidak ada salahnya saling melengkapi. Terlebih bagi teman-teman yang gemar berhidroponik, tidak hanya paham praktikal saja. Jika secara teori juga matang, maka semakin komplitlah pengetahuan kita. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas secara bersama-sama berlandaskan teori yang sudah ada. Bagi siswa didik, ini adalah kolaborasi yang ideal untuk menciptakan sisi eksperimen dan pelajaran di kelas. (Lebih detail bisa lihat tulisan saya 2012 tentang pertumbuhan dan perkembangan juga)

1. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Proses tumbuh kembang makhluk hidup dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Begitu pula pada tumbuhan. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain: gen dan hormon. Sementara, faktor eksternal yang berpengaruh antara lain: air, udara, cahaya, nutrisi, suhu, dan kelembapan.

Baik, kita akan membahas satu persatu faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.

1.1 Faktor internal (dari dalam tubuh tumbuhan)

Kode Genetika

Gen adalah sekumpulan asam amino yang membentuk struktur kode tertentu (DNA) yang membawa sifat khas pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kode genetika sangat erat hubungannya dengan penurunan sifat ketika reproduksi. Sawi daging akan membentuk biji dengan gen sawi daging. Gen itu yang menyebabkan biji akan tumbuh menjadi sawi daging, bukan tumbuh menjadi bayam. Meskipun mereka sama-sama biji.

Hormon

Hormon adalah senyawa organik yang terkandung dalam biji tanaman yang dapat mendukung, menghambat, atau mengubah fungsi fisiologis tumbuhan. Senyawa tersebut muncul biasanya dipicu oleh inisiator pengaktif hormon. Kemudian serangkaian reaksi kimia akan terjadi dan mempengaruhi keseluruhan fisiologis organ tanaman. Terdapat banyak sekali jenis hormon dalam tumbuhan, sederhananya sebagai berikut:

Hormon auksin: dormansi apikal ujung batang dan akan terurai oleh sinar matahari. Peran hormon auksin lebih detail disertai dengan hasil percobaan eksperimen laboratorium semasa sekolah.

Hormon giberelin: pertumbuhan pucuk batang

Hormon sitokinin: pemanjangan dan pembelahan sel

Hormon kalin: merangsang spesialisasi organ

Hormon traumalin: melakukan recovery saat bagian tanaman terluka

Asam absisat: memicu penuaan dan rontoknya daun

Gas Etilen: berperan aktif dalam proses pemasakan buah

1.2 Faktor eksternal (dari lingkungan sekitar)

La Fotosintesis from Pinterest

Air

Air sangat banyak berfungsi sebagai reagen untuk reaksi sintesis / hidrolisis zat makanan dalam makhluk hidup. Reaksi tersebut menghasilkan energi. Dalam tumbuhan air akan bereaksi dengan karbon dioksida membentuk karbohidrat dengan bantuan sinar matahari. Prosesnya disebut fotosintesis, ia melepas oksigen ke sekitar.

Cahaya

Cahaya adalah sumber energi bagi tanaman untuk bisa tetap hidup. Metabolisme dalam tubuhnya mewajibkan tumbuhan harus melakukan fotosintesis. Tanpa cahaya, proses fotosintesis tidak akan terjadi. Tetapi cahaya matahari juga dapat menghambat pertumbuhan dengan mengurainya hormon auksin.

Udara

Udara, khususnya oksigen sangat penting bagi tanaman. Lagi-lagi untuk melangsungkan metabolisme tubuh mereka. Fotosintesis adalah ciri yang menandakan tumbuhan itu hidup.

Zat Anorganik

Memang Allah sangat mengetahui kebutuhan bagi hambanya. Dihamparkanlah rezeki yang tidak ada orang yang mampu menghalangi datangnya itu. Dihadirkanlah sebuah mekanisme alam untuk saling berhubungan dan ketergantungan. Saling membutuhkan. Setiap ada makhluk yang butuh zat organik dan membuang zat anorganik, maka dihadirkanlah tumbuhan yang dapat mengubah zat anorganik menjadi organik kembali. Semua saling melengkapi. Betapa Maha Hebat Allah Sang Pencipta, MasyaAllah.

Temperatur

Makhluk hidup itu peka terhadap rangsangan dari luar. Tumbuhan tertentu dapat bertahan hidup dalam temperatur tinggi. Ada pula yang hidup di temperatur rendah. Harus tepat sesuai habitatnya. Temperatur erat hubungannya dengan senyawa organik reagen reaksi kimia dalam tubuh tumbuhan. Terlalu tinggi menyebabkan senyawa menjadi rusak. Sedangkan terlalu rendah mengakibatkan tumbuhan tidak memiliki cukup energi untuk melangsungkan reaksi kimia. Temperatur optimum memungkinkan tanaman dapat melangsungkan hidup melalui reaksi kimia yang terkendali.

Kelembapan

Kelembapan erat kaitannya dengan kadar air dalam udara. Ini akan mempengaruhi laju penguapan pada permukaan batang / daun tanaman. Air dalam tumbuhan, selain digunakan untuk fotosintesis, tentu ada yang terbuang keudara akibat ulah panas sinar matahari. Dan itu harus terkontrol sedemikian rupa hingga proses difusi dan penguapan dapat seimbang untuk dapat hidup dengan baik.

2. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

2.1 Imbibisi

Tahap pertumbuhan awal ditandai dengan adanya proses imbibisi, yaitu proses penyerapan air oleh biji sampai kadar tertentu. Fungsi air pada proses ini sangat penting untuk mengaktifkan enzim-enzim pengatur metabolisme tumbuhan. Hormon yang berpengaruh pada proses ini adalah hormon giberelin yang berfungsi untuk mensintesis cadangan makanan dalam biji dan melakukan inisiasi (percepatan) pertumbuhan sel yang akan menjadi radikula / kecambah. Faktor luar yang juga berpengaruh adalah intensitas cahaya yang diusahakan rendah (gelap). Karena hormon giberelin hanya akan masif berpengaruh pada kondisi gelap. Sedangkan pada intensitas cahaya tinggi, hormon auksin lah yang mendominasi. FYI, hormon auksin sifatnya menghambat pertumbuhan.

2.2 Perkecambahan

Munculnya kecambah sebagai implikasi dari proses pertumbuhan awal pada biji. Kecambah memiliki bahasa keren plantula (tanaman kecil di awal pertumbuhan biji). Radikula akan keluar dari biji dan kemudian akan membentuk akar. Kemudian akan ada pertumbuhan epicotyl dan hypocotyl serta daun yang pertama. Berdasarkan jenis perkecambahannya, tanaman dibagi menjadi dua yaitu epigeal dan hipogeal. Epigeal adalah tanaman yang epicotyl-nya ada di dalam media tanam. Sementara, hipogeal adalah tanaman yang hypocotyl-nya ada di dalam tanah. See related picture for clear.

Hypogeal ilustrasi dari biologimediacenter.com
Epigeal ilustrasi dari biologimediacenter.com

2.3 Pertumbuhan primer

Setelah proses perkecambahan, kemudian tumbuhan akan diiringi oleh pertumbuhan primer. Pertumbuhan ini adalah umum terjadi karena adanya jaringan meristem pada ujung batang dan akar. Jaringan tersebut tersusun atas sel yang senantiasa membelah (bertumbuh). Jaringan sel yang sudah tidak membelah (permanen) akan mengisi bagian korteks.

Jaringan epidermis pada ujung juga terus membelah. Sedangkan pada tanaman dikotil dikenal adanya jaringan kambium. Didalam organ batang dan akar juga ada kolenkim dan parenkim. Sistem yang akan membentuk pertumbuhan sekunder pada xylem kedalam dan floem keluar. Letaknya di bagian dalam korteks. Fungsinya membesarkan dan memperkuat batang dan akar pada tumbuhan.

Oleh karena itu, dalam bertumbuh, tidak hanya meninggikan target. Tetapi juga memperkuat pondasi. Seperti yang telah dicontohkan tanaman. Dia tumbuh keatas dan membesarkan batang dan daun. Tetapi mereka tidak lupa menguatkan akar mereka supaya tubuh tetap tegar dalam menghadapi angin dan badai yang semakin tinggi posisi maka akan semakin kencang pula anginnya.

Sekian. Selamat malam.

Gresik, 26 Juli 2017

Advertisements

One thought on “Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan serta Faktor yang Mempengaruhinya

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s