Saripati Bekerja di Perusahaan Multinasional (Value Added)

Sudah lama juga tidak menulis.

Apa kabar teman-teman?

Bagaimana menghargai orang yang berbeda pendapat dengan kita. Tetapi bagaimana juga memberikan pengaruh yang berarti agar kepentingan kita dalam rangka perbaikan dapat terfasilitasi dalam negosiasi yang sedang dibentuk. Kombinasi yang senantiasa harus dimiliki seorang karyawan super the best.

Di perusahaan ku yang baru ini, aku belajar tentang satu hal. Sejauh ini sih itu. Mungkin kedepan akan lebih banyak lagi mengingat proses belajar terus berlangsung. Dan saking cintanya pada pekerjaan ini, aku menggebu-gebu dalam menyelesaikannya.

Tidak ada lagi spekulasi untuk menampilkan baik diatas buruk. Sekarang akulah gate-nya. Aku lah hakimnya untuk menampilkan kejujuras baik ya baik dan buruk ya buruk.

Darisini aku juga jadi mengerti kenapa orang itu membantah dan melaporkan kebaikan pada atasan yang sejatinya tidak begitu baik. Benar-benar, kata pak kyai di perusahaanku sekarang, kebutuhan manusia yang paling dasar itu apa?

Aku spontan bilang, “makan”

“Itu, kebutuhan pokok. Tapi bukan mendasar”

Ah terus apalagi. Aku tak punya cadangan jawaban lain selain sandaran pada kekuatan super pencipta alam semesta. Manusia secara basic, memerlukan Allah untuk tetap hidup. Pembuktiannya adalah tatkala manusia itu sudah kepepet dan di dalam situasi yang mencekam, ia akan meronta meminta pertolongan dari Energi Supranatural itu. Tuhan, bagi sebagian orang menyebutnya demikian.

Tetapi, “tidak”, kata bossku.

“Kebutuhan dasar manusia adalah eksistensi”, tambahnya

Ya eksistensi diri. Sebuah pengakuan secara de facto dan de jure. Bahwa dia ada. Dia melakukan pekerjaan yang besar dan berdampak bagi perusahaan. Sesuai job desc. Jangan sampai ada orang lain yang mencela nama baik atau melaporkan yang baik tentang hasil dari tugasnya.

Nyatanya benar. Defend terhadap perbaikan dan situasi genting yang terjadi. Menolak report yang buruk agar atasan bilang, “Kerjamu baik ya”

Aku jadi ingat. Bagaimana konsep bekerja ikhlas. Hanya karena Allah saja. Tanpa sungkan dengan atasan. Ada tidak orang lihat kerja kita, kita tetap kerja dengan baik. Bukan kerja baik ketika dilihat atasan. Bukan melaporkan kebaikan, tetapi juga kekurangan. Bukan hanya mengeluh kesulitan, tetapi bergerak untuk melangkah lebih baik. Dilakukan.

“Eksekusi dan keberanian adalah kunci”, kata salah seorang boss di produksi.

Pembeda cara dan pola bekerja. Menciptakan value added. Bukan biasa-biasa saja. Kreatif dan inovatif. Bukan pengikut ikut saja.

Sejauh ini sih itu. Pemikiran tentang comprehensive arrow dalam sebuah mangement masalah. Pertanyaan yang harus muncul ketika menghadapi masalah adalah:

  1. Detail information
  2. Dampak bagi organisasi
  3. Benefit jika dikerjakan

Tidak ujug-ujug penyelesaian masalah. Jump to conclusion itu namanya.

Take action. Terus menerus. Yang kecil dikerjakan dulu dengan baik. Mottonya adalah “Lari sambil memakai baju. Lari sambil membenahi kancing”. Implikasinya adalah ketika nanti finish, kita dalam kondisi fit dalam waktu yang tepat.

Juga tentang ndlosor dulu. Merendah dulu. Mengikuti alur yang ada. Friendly kepada orang disekitar. Masuk dan menyusup ke sendi-sendi silaturahim yang dibentuk. Istilah jawa-nya adalah nyengkuyung dulu. Konco plek. Niscaya pekerjaan akan mudah selesai. Selain dari tangan sendiri, nanti ketika sudah ikatan terbentuk dengan baik. Lancar dengan sendiri. Bahkan kita bisa bekerja menggunakan tangan orang lain. Besar dan masif jika sudah dapat digenggam.

Dan kalau kita belum memulai dan eksekusi, kita tak pernah tahu bahwa orang akan cenderung resisting kita atau malah welcome. Dan kebanyakan kalau kita baik, orang akan merespond yang baik pula. Jadi tebar kebaikan dan tanam menjadi tunas hubungan yang baik.

Itu dulu. Selamat malam.

2 Bulan Pertama.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s