Kebaikan-Kebaikan dari Blogging

Terima kasih teman.

Pertama-tama puji syukur kepada tuhan yang telah menakdirkan aku untuk terjun berkecimpung dalam dunia blogging. Tanpa daya dan kuasa-Nya, aku tak mungkin menjadi yang sekarang. Memiliki pengetahuan yang lumayan. Didapetnya ya dari input-an teman-teman blogger di awan reader wordpress ini. Secara tidak langsung, kalian telah menjadi bagian hidupku dan mempengaruhi jalan yang kutempuh.

Beberapa permisalan akan dibahas pada tulisan ini. Pelajaran yang sejauh ini aku dapat selama blogging di wordpress. Sejak 7 tahun yang lalu bergabung dalam dunia baca-tulis online, setidaknya 5 tahun belakangan mulai rajin menulis. Meskipun belum dapat dibilang rutin. Karena rutin menuntut konsistensi dan istiqomah. Itu yang sulit, setelah permulaan diambil.

Sawang Sinawang

Dengar dari penjelasan teman samping kos. Dia anak jalanan yang mengais rejeki dari proyekan anak perusahaan PLN di Gresik. Tukang membersihkan turbin, memberikan pelumasan, dan sealing.

Waktu itu aku bercerita banyak. Aku ingat betul itu. Cerita tentang hidup yang penuh beban. Dan selalu melihat orang lain dalam posisi yang nyaman, tenang, dan tentram. Aku banyak iri. “Urip iku sawang sinawang, mas”, jawab temanku itu.

Apa itu sawang sinawang. Pikiranku berputar keras. Aku banyak bicara, dan diam seketika dia bicara nasehat paling menusuk itu. “Saling melihat”, terangnya lugas.

Aku masih sangat bingung dengan penjelasannya.

Tempo hari, tak lama, sekitar beberapa bulan yang lalu, tepatnya di tahun ini, tanpa sengaja, aku baru tahu apa arti kata sawang sinawang. Memahami maknanya dari salah seorang blogger yang menulis tentang rempah-rempah cerita sehari-harinya. Entah aku yang terlalu kepo, atau bagaimana. Aku selalu suka dengan cerita curhat orang lain. Senang mendengar dan memberikan some advices.

Dan berbekal rasa ingin tahu, setiap ada tulisan bernada keseharian, aku selalu baca dengan antusias. Entah karena apa, yang jelas mereka lebih jujur daripada berita tunggangan kepentingan politik di pelbagai media sosial dan media massa yang belakangan marak terjadi. Bersih dari kotoran “memakan bangkai saudara sendiri”. Pelajaran sosial dan membangkitkan rasa simpati dan empati pada orang lain.

Dan sawang sinawang memiliki kedalaman arti yang sangat luar biasa. Satu frasa yang padat dan tegas, “Hidup itu saling lihat-melihat, apa yang kita lihat tidak tentu itu yang terjadi pada orang lain”, maka dari itu syukuri segala sesuatu yang ada di kita. Konsep yang membawa pada keringanan dalam bekerja dan beraktivitas. Seberat apapun cobaan yang kita hadapi, tidak akan melebihi kapabilitas kita. Allah yang telah menyesuaikan itu.

Sawang sinawang adalah konsep bersyukur, berlapang dada, anti-iri dan dengki. Sempurna dalam frasa jawa penuh makna.

Terima kasih teman-teman.

Review dan resensi buku selama satu tahun

Satu lagi hal unik yang terjadi dalam dunia blogging adalah tentang berjibunnya resensi buku. Orang banyak mengulas kembali apa-apa yang sudah mereka baca. Buku dan bacaan keren mudah sekali ditemui. Referensinya bermacam-macam. Buku baru hingga buku lawas. Best seller hingga penulis kacangan. Ada pula yang self publishing, dan mulai merekah jalan untuk menjadi penulis profesional macam travel writer, journalist, fiction writer.

Mereka menentukan kesukaan berdasarkan sudut pandang mereka. Belajar menghargai pola pandang orang dan menelaah sudut proyeksinya, membuat otak dan pikiran semakin peka. Kenyataan ini adalah hal lain. Bumbu dari segala racikan masakan.

Berulang kali, saya mendapatkan rekomendasi buku keren dari ulasan wordpress. Seperti buku Life Changing – The Magic Tidying Up karya Marie Kondo terjemah oleh Dee Lestari. Penulis keren, cantik, dan aku suka. Kemudian buku Celoteh Jalanan karya ustadz dari Madura, M. Faizi. Ringan tapi syarat akan satirisme (sindiran) kepada pemagku kepentingan lalu lintas. Dua buku itu adalah the most influence book of the year.

Dan buku lain seperti Kereta karya teman sendiri, Bang Ical. Kemudian sedang on progress:

  1. Bertahan di daerah rawan karya Bang Jonih Rahmat
  2. Bahagia dalam tiada juga karya Bang Jonih Rahmat
  3. Pelajaran sedierhana luar biasa karya Yudirizal
  4. Mengajar seperti Finlandia karya Timothi Walker terjemahan

Mereka akan mengisi penghujung tahun 2017 untuk ditutup menjadi serangkaian challenges yang bisa dilanjutkan di tahun 2018. Bisa dicoba 52 buku setiap tahun.

Refleksi tahun lalu dan harapan di tahun depan

Ada kebiasaan unik teman-teman blogger yang menulis doa dan pengharapan masa depan pada saat pergantian tahun. Mereka sangat antusias berkaca kembali terhadap pencapaian tahun ini. Kadang mereka prihatin, kecewa, atau bangga terhadap apa yang telah mereka lakukan pada setahun belakangan.

Meskipun saya sebisa mungkin tidak mengikuti perayaan tahun baru kalender non-islam (Masehi), aku selalu ingin introspeksi diri dan mendefinisikan tentang apa yang tidak tercapai di masa lalu. Menentukan pelecut semangat untuk masa depan. Berkat teman-teman, akhirnya saya terbiasa melakukannya. Bahkan dalam waktu yang lebih lama, visioner, dan taktis menggapainya.

Keikhlasan dalam menulis

Banyak tidaknya statistik tak mengurangi frekuensi terbit dan kualitas tulisan. Terus saja menulis, mau dibaca atau tidak. Yang penting saya berbagi kepada orang lain tentang apa yang menurut saya baik. Itulah yang aku lihat dari beberapa teman blog lama. Mereka terus konsisten menulis sebulan sekali. Kadang seminggu dua kali. Patut diacungi jempol meskipun kadang tulisannya hanyalah seputar rumah, aktivitas hari ini, hobi, dan peristiwa unik baik yang menjengkelkan, menyedihkan, maupun membahagiakan.

Statistik. Dulu adalah sesuatu yang nomor satu harus di kejar dalam dunia blogging. Aku sangat getol melakukan segala tips dan trik agar statistik naik. Namun, seiring kebijaksanaan waktu yang kian bertambah, kini aku tak terlalu ter-ruwet-kan dengan masalah statistik. Karena pengunjung tak layak untuk dipaksa membaca blog kita.  Karena juga, kunjungan visitor dapat dibeli, tulisan dapat disesuaikan, dan taktis dapat dipelajari (SEO). Maka dari itu berlapanglah.

Karena kita tidak perlu menyenangkan semua orang, memberikan 100% pelayanan, dan tulisan yang 100% disukai pelanggan. Meniadakan tabir idealisme prinsip yang seharusnya dipegang betul dalam konten tulisan. Menulislah, tebarlah, dan tunggu tanggal main panennya. InsyaAllah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Daftar kebaikan-kebaikan yang aku dapatkan selama blogging ini sengaja aku tulis sebagai pengingat. Senantiasa terus menerus bergrilya dalam aktivitas positif. Aktif dalam menebar manfaat dalam kepenulisan. Serta melebarkan sayap networking.

Happy Blogging.

Gresik, 12 Agustus 2017

9:30 PM

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s