Kalau Bukan Karena Gembira, Apa Lagi?

Bismillah, apa kabar? 

Di balik kesunyian stasiun Rambipuji, jember. Atmosfer ceria, gembira, dan meledak ledak itu terus melingkupi. Tak ada kepenatan sama sekali. Hingga kadang, tenaga tubuh meronta. Tinggal semangat, dan kekuatan keyakinan yang tersisa.

Aku duduk diantara kerumunan orang. Berusaha membaur bersama mereka. Menemukan cita dan strategi taktis bagaimana mencapainya.

Semua mengalir begitu saja. Sejauh ini membuat senyum. Tanda positif, kebahagiaan yg tercurah.

Rasanya baru kemarin, aku berkunjung pada rumah ibu ibu guru SD Negeri formal di lereng perbukitan Mahameru. Bercerita serba serbi menanam organik dan membentuk pola bisnis yang sehat. Kualitas makanan dan asupan gizi sudah tentu sehat. Tetapi beliau juga menekankan tentang etika berdagang. Tentang nerimo ing pandum. Dan istilah jawa luhur yang lain, #yang baru umur 23 ini akhirnya aku mengerti. Ternyata tidak semudah rukun jual beli:

  1. Penjual
  2. Pembeli
  3. Akad (ijab qobul)
  4. Saling rela

Ada dimensi lain mengenai pengambilan jarak pada transaksi ribawi, gharar, dan unsur penipuan lain. Ada dimensi adab dan akhlak. Muamalah luas, demi turunnya berkah pada rejeki itu, kita musti rela mempelajari ilmunya dulu. Karena ilmu adalah pengantar menuju kesempurnaan amal dan ibadah.

Dilanjut dengan pertemuan singkat dengan mahasiswa inspiratif dari Biologi Unej 2014. Bercerita tentang kampus, biologi sehari hari, dan pentingnya “rasa” memiliki dan kagum pada ciptaan Allah.

Kemudian kegiatan tak serta merta disudahi. Ada kelanjutan event di kota jember ini. Melakukan kegilaan yang kesekian dengan teman gembel yang belum juga lulus kuliah. Menuju iklim lain yaitu meeting bulanan petani sayur seantero Jember Raya.

Point penting tiga hari (Jum’at, Sabtu, Minggu) ini adalah:

  1. Jejaring petani
  2. Jejaring pengepul (trend setter pasar)
  3. Jejaring pembuat instalasi
  4. Etika masuk pasar
  5. Kerjasama yang sehat
  6. Sertifikasi
  7. Koperasi
  8. Dan pelatihan
  9. Supply chain kebutuhan tani
  10. Teknik instalasi, semai, tanam, dll

    Begitu banyak catatan yang butuh realisasi segera. Ada lautan peluang yang menunggu untuk dieksekusi.

    Dan tulisan ini ingin kututup segera, karena kereta telah Gujesss.. Gujesss.. Gujess.. Meluncur kencang diatas bantalan rel yang tua ini.

    Penutupnya tidak panjang berupa sebuah bait penyemangat berbunyi:

    “Kalau impian telah berada di tengah perjuangan, lakukan refreshment terus menerus. Tancapkan dalam hati. Visualisasikan mimpi itu, bacakan setiap hari. Alam bawah sadar kita, InsyaAllah, akan dibimbing-Nya menuju ke terwujudnya cita itu” 

    Note: tercetus diantara apel pagi di tempatku kerja sekarang.

    Selamat siang.

    Di kereta Rambipuji Jember menuju Tempat yang Indah. Surabaya. Ditemani teach like findland and islamic parenting book. Dan supported by wordpress for android.

    15 Oktober 2017

    Advertisements

    One thought on “Kalau Bukan Karena Gembira, Apa Lagi?

    Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s