Metode-Metode dalam Bertani: Konvensional, Hidroponik, dan Aeroponik dengan Pendekatan Organik atau Kimiawi

Setelah berbicara panjang lebar mengenai pedekatan konsep bertani ala Organik dan Kimiawi. Konsep tani organik dan kimiawi secara lengkap telah ditulis dalam artikel sebelumnya.

Sekarang, mari menilik lebih jauh tentang konsep bertani. Banyak orang menganggap bertanam konvensional identik dengan bahan kimia dan tidak higienis. Dan memilih bertanam modern ala hidroponik atau aeroponik.

Buku Saku Hidroponik
Dokumen Pribadi

Dan secara serta merta bilang, hidroponik ini 100% organik. Lebih bergizi dan menyehatkan. Bebas pestisida. Budaya yang baik untuk mengisi waktu luang di rumah. Di lahan yang sempit.

Padahal bertanam organik atau kimia adalah pilihan. Konvensional ada kok yang mempertahankan organik, alamiah, dan biologisnya. Sebaliknya, ada pula hidroponik yang menyemprot tanamannya dengan insektisida kimiawi untuk mengusir hama.

Jadi yuk mari kita simak pembahasan berikut.

Tabel perbandingan metode konvensional, hidroponik, dan aeroponik

Perbandingan Konvensional Hidroponik Aeroponik
Teknologi Tradisional Modern Advanced Modern
Media Tanam Tanah Air Udara
Nutrisi Ketersediaan dibantu alam dan penambahan pupuk Unsur hara tepat, air melimpah, oksigen dalam kadar cukup Unsur hara tepat, oksigen melimpah, air yang cukup
Simbiosis Bakteri / fungi fiksasi nitrogen, fosfor, dll Tanpa bakteri dan fungi Tanpa Bakteri dan Fungi
Higienis Kotor dengan tanah, bakteri, dan jamur yang menempel Bersih Bersih
Gulma Banyak dan bervariasi Sedikit dan tunggal berjenis lumut Hampir tidak ada
Hama dan Penyakit Rentan hama dan penyakit Relatif lebih tahan Relatif lebih tahan
Konsep Organik atau Kimiawi Organik atau Kimiawi Organik atau Kimiawi
Kelebihan Handling mudah Hasil per satuan lahan cukup banyak dan berkualitas. Hasil per satuan lahan melimpah dan berkualitas tinggi.
Kekurangan Hasil per satuan lahan sedikit Handling ketat dan penggunaan listrik Handling ribet dan penggunaan listrik tinggi

Pertanian konvensional adalah pertanian menggunakan tanah yang berorientasi pada hasil produksi tanaman dengan penambahan bahan-bahan eksternal (pupuk dan pestisida) guna mendapatkan produk yang lebih banyak, berbobot, dan bebas hama dan gulma. Konsep pertanian konvensional ini kerap kali diidentikkan dengan basis industri pengelolaan varetas baru, rekayasa genetika (hibrida), pupuk kimia dosis tinggi, pestisida kimia. Karena orientasi bisnis pasca panen, pertanian jenis ini kadang tidak memperhatikan dampak lingkungan seperti kesuburan air dan tanah.

Padahal kenyataannya, masih banyak petani dan peneliti yang peduli lingkungan. Mereka menanam konvensional, pakai tanah. Dan mereka mengedepankan konsep ramah lingkungan. Pupuk organik, pestisida nabati, pengelolaan tanah, mempertahankan keberadaan simbiosis tanaman dan bakteri/fungi/hewan.

Lantas posisi hidroponik ada dimana? Hidroponik adalah pertanian menggunakan air tanpa media tanam berupa tanah. Metode menanam dilakukan secara modern dengan kontrol ketat terhadap air, sinar matahari, udara, dan ketepatan nutrisi (berupa unsur makro mikro, anorganik) guna menghasilkan sayur / buah yang lebih banyak, berkualitas tinggi, dalam waktu yang relatif lebih cepat. Kelebihan konsep ini adalah bisa ditanam di lahan sempit, bebas pestisida kimia, higenis tanpa bakteri / kotoran dalam tanah, konservasi air, dan desain yang cantik (home friendly).

Hidroponik dapat menjadi penengah yang paling realistis saat ini. Pasalnya, pertanian ini dapat dijudgement sebagai pertanian kimiawi dan pada saat yang sama juga dapat dijudgement sebagai pertanian organik. Jika pupuk dan pestisida berasal dari pabrik kimia sintetik maka ia tidak organik. Contoh: penggunaan pupuk kimia AB Mix. Dia disintesis dipabrik kimia lhooo. Pestisida nabati juga kadang bercampur dengan unsur sintesis kimiawi. Pestisida kimiawi dapat dibaca selengkapnya.

Sehingga jangan mudah mengatakan, hidroponikku sudah berlabel organik. Jauh dari itu, pertanian organik memiliki syarat yang lebih kompleks dari sekedar kemodernenan hidroponik.

Tidak semua hidroponik itu organik. Tetapi ada hidroponik yang organik

Jangan cemas, saya adalah pemain hidroponik. Kenapa saya memilih hidroponik sebagai jalan pemenuhan kebutuhan pangan di dapur rumah saya dan lingkungan sekitar saya? Bukan tanpa kelebihan, hidroponik juga dapat berlabel organik jika:

  • Pupuk organik

Hidroponik berbasis aquaponik sangat disarankan. Kotoran ikan diurai oleh bioaktivator (mirkoba pengurai) menjadi unsur anorganik yang dibutuhkan tanaman. Air terus tersirkulasi bersih setelah nutrisi diserap oleh tanaman. Ikan tetap akan hidup. Atau membuat pupuk cair dengan metode komposter sederhana.

  • Pestisida alami

Dapat menggunakan tembakau dan bawang putih. Atau metode alamiah lain yang dapat diduplikasi dari pertanian konvensional, misalnya: keseimbangan hama dan predator.

  • Tanpa rekayasa genetika

Yang terakhir sering terjadi di laboratorium penelitian pertanian. Karena kontrol yang mudah dikuantisasi, hidroponik dijadikan alat untuk rekayasa genetika. Produknya bisa kita pakai. Tetapi jangan, ditakutkan mutasi tak terkendali malah merusak keseimbangan hayati yang telah Allah ciptakan.

Syaratnya lebih sedikit karena metodenya tanpa tanah. Dan semua kebutuhan unsur telah terpenuhi dalam nutrisi. Tanpa bakteri pengikat pada akar.

Aeroponik adalah metode bertani dengan menonjolkan kelimpahan keberadaan oksigen dalam udara yang disemprot ke akar tanaman bersama dengan nutrisi kaya unsur hara. Aeroponik merupakan kelanjutan pemanjangan tangan dari hidroponik. Sasarannya jelas, demi mendapatkan hasil yang lebih baik. Memaksimalkan kontrol terhadap oksigen pada akar, air, unsur hara, cahaya, dan udara.

Bahkan di beberapa negara telah menyusun metode paling mutakhir yang pernah ada. Pertanian vertikal di dalam gedung bertingkat menggunakan resource cahaya buatan, ruangan udara yang terkontrol, temperatur dan pH terkendali, unsur hara yang tepat, dan oksigen serta air yang tepat. Hasilnya menakjubkan. Tonase per square meter lahan sangat melimpah. Yield produksi meningkat tajam. Kualitas super. Hama dan gulma tidak ada lagi.

Karena pada dasarnya, apapun metode tanam-mu, masih memiliki dua potensi penggunaan organik atau kimiawi. Baik dari segi pupuk dan pestisida yang digunakan. Yang modern jangan asal klaim organik. Yang konvensional jangan minder dan kurang-kurangi kimiawi-kimiawi.

Selanjutnya di hafidhmind: Unsur yang diperlukan tanaman untuk hidup.

Terima kasih.

Semoga bermanfaat.

Selamat malam.

Gresik, 21 Oktober 2017, 23:00 WIB

Advertisements

3 thoughts on “Metode-Metode dalam Bertani: Konvensional, Hidroponik, dan Aeroponik dengan Pendekatan Organik atau Kimiawi

  1. Halo mas Hafidh..
    Salam kenal
    Saya dulu punya pengalaman menanam bayam di belakang rumah. Namun hasilnya bayam tersebut kurus dan kecil-kecil. Saya memang tidak memberikan pupuk. Asal tanam aja.
    Kapan kita harus menggunakan pupuk ya mas?

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s