Lagu Barat yang Mesum

Berangkat dari kemirisan pribadi. Mencoba mencerna-cerna lagu-lagu yang dinyanyikan anak bangsa. Ngetren katanya. Gaul katanya. Menenangkan katanya. Bikin adem dipikiran dan fresh kembali. Bikin bisa bahasa asing. Status di masyarakat jadi naik. Ketika kita bisa bahasa asing dan bahkan fasih dalam menyanyikan-nya.

Boleh sih, tapi coba tilik lagi deh. Sebelum apa-apa, pikir dulu deh. Apa itu baik atau buruk bagi saya? Bekal itu mungkin sudah lebih dari cukup untuk menghentikan proses pembodohan masyarakat luas.

Sebuah perang ideologi, menurutku. Mereka, orang barat, getol sekali mengkampanyekan kebebasan. Hidup liberal yang memerdekakan manusia, katanya begitu. Lihatlah berapa contoh negara yang sudah tergulingkan dari sistem kerajaan. Praktek kedinastiaan yang bagi sebagian besar orang barat adalah karup.

Dan tidak hanya dari serangkaian kong-kalikong dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Tetapi sasarannya katastropik. Mereka sasar pula hiburan dan musik untuk menanamkan budaya yang mereka inginkan.

Budaya apa itu, pergaulan bebas. Berapa banyak lirik lirik mereka, video-video klip mereka. Beh vulgar dan terang-terangan menyatakan bahwa ini budaya hedon, main gonta-ganti perempuan, mabuk, narkoba, tatto, hubungan pra nikah, dan sesama gender.

Banyak lagu, aku lupa menyebutkannya satu persatu. Saking banyaknya. Ada lady gaga, katty perry, nicky minaj, ariana grande, beyoncy, rihanna, madonna, justin beiber dll. Semoga Allah berikan hidayah pada mereka. Yang lagi ngetrend adalah despacito yang artinya sangat jorok itu. Mereka kemas dengan video clip yang lebih sopan, terkesan semacam hiburan pada wajarnya. Tetapi makna, jauh dari apa yang ia visualisasikan. Seandainya, Allah menampakkan aib pada setiap hamba yang berbuat salah, maka dunia ini sungguh memalukan.

Ucapan mereka hanyalah seputar copot baju, cium-cium, dan main di ranjang. Kesenangan dunia mereka gembar gemborkan. Drake itu juga di banyak karyanya menyatakan budaya mabuk dan narkoba.

Yang tak kalah fatal adalah pembiasan makna secara konotatif. Misalkan di lagu work karya rihanna. Work kan kerja, video klipnya malah main dari belakang. Dan videonya ditonton lebih dari bermilyar-milyar orang. Islam? Bukan sama sekali.

Adalagi cold play. Jelas-jelas lagu judulnya weekend. Ceritanya kan tentang jalan-jalan. Menyusur alam. Hiburan belanja, karaoke, ketemu teman, dan bermain bola tradisional dengan rekan sebaya. Harusnya kan begitu. Video klipnya pun tentang keasyikan disalah satu sudut kota di india dimana anak kecil sedang bermain cat warna di relung labirin kota penuh bangunan itu. Eh ndelalah isi liriknya adalah tentang drink, drunken so high high and high. “Bobrok”, kubilang.

Dewa juga di tahun 2000 awal, menciptakan karya yang dinyanyikan anaknya. Tentang gitu juga. Astaghfirullah.

Bagaimana generasi bangsa ini kedepan?

Aku hanya memberi saripati dari apa yang kuketahui sejauh ini tentang kampanye pergaulan bebas di media hiburan seperti musik, film, dan televisi. Kurang lebih bunyinya seperti ini:

  1. Ada musik kotor, tetapi video klip tak merepresentasikan
  2. Ada musik bersih, tetapi video klip bobrok
  3. Ada musik cinta, tetapi di luar nikah
  4. Ada musik rindu, tetapi pada yang tak perlu
  5. Ada musik galau, menyayat siapapun yang sedang semangat
  6. Ada musik yang liriknya tidak dapat dimengerti, video klip bagus, eh terjemahannya ngajak yang ga bener

Maka dari itu, teman-teman. Kalau bukan karena cinta, aku tidak akan mengajak seperti ini. Yuk rame-rame kita tinggalkan musik. Ia melenakan. Apalagi dengan konten bermuatan pelanggaran terhadap syariat. Mengandung dosa besar.

Kan semacam kekonyolan luar biasa jika kita nyanyi2 di jalan, di kamar, di kamar mandi, di cafe. Terus bilang, “Lu tau ga lagu ini? Enak lhoo. Dengerin sendiri”. Dengan pedenya, yakan. Ternyata ngajak yang tidak benar. Dan na’asnya, ia tak mengerti itu. Kan kebodohan namanya.

Note: biar tidak dikatakan tukang generalis. Closing statement saya adalah lagu barat tak semuanya kotor. Sebagian ada yang baik. Ini adalah kegajala lokal. Tetapi apabila tak segera dibendung, bukan tidak mungkin, ia akan menjadi gejala mayoritas. Artinya, mayoritas lagu barat adalah kotor.

Semoga mencerahkan.

Malam yang singkat.

Gresik, 25 Oktober 2017, 20:32 WIB

Advertisements

14 thoughts on “Lagu Barat yang Mesum

  1. Jadi makin yakin lebih nyaman mendengarkan bacaan Al-Quran yang bikin hati tenang dan sejuk, kalau dengerin lagu lebih suka Indo seperti Ebiet, Chrisye, dengerin lagu barat memang harus lebih selektif

  2. Beberapa waktu lalu, sempat viral sebuah video klip luar
    musiknya biasa aja, bahasanya semacam despacito, maknanya kurang tahu
    ya video itu ala-ala barat yang begitu deh
    lah kok di detik ke sekian, backsoundnya dicampur dengan ayat suci Al-qur’an
    koreonya bukan koreo islami, tetapi lebih menunjukkan adegan sensual
    duh apalagi kalau tau makna lirik lagunya ya
    sempet viral tuh, kemudian dihujat oleh orang-orang
    lalu diblokir sama yuutup karena banyak yang ngedislike

  3. Tulisan yang bagus, Fidh… Nyata betul, kalau bukan karena cinta, tentu tak akan lah kau posting ajakan seperti ini. Menunjukkan keprihatinan, kepedulian dan cintamu pada teman yang masih terlena dan tertipu oleh lagu dan musik maksiat dari barat,hiburan yang menipu…subhaanallah

  4. apa kabar lagu lokal jawatimuran, jaran goyang dan teman2nya? haha. dari peradaban umatnya Nabi Syits a.s sampe mendekati akhir zaman, lagu musik memang alat syaitan untuk melenakan manusia dari mengingat Allah. lagu dan musik itu ibarat uang kertas .. manusia tak bisa lepas sama sekali kepada keduanya, kalau tak mendengarkan pasti telinga ini terdengarkan. jadi?

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s