Jawaban atas keraguan pada manusia

Manusia Adalah Parasit Edisi 2

Pertama, untuk menjawab semua kebingungan dan keraguan para materialis, pertama sekali aku ingin menawarkan sebuah renungan. Tentang hidup dan mati. (bukan tentang asal muasal, tetapi yang terjadi depan mata kita)

Hidup, nyata-nyata berasal dari sperma dan ovum. Sel sperma tersusun atas organ-organ. Ada kepala dan buntut. Di dalam kepala ada inti sel dan komponen sel pendukung seperti membran sel dan akrosom. Sementara di buntut ada centriole, mitokondria, dan filamen untuk berenang. Dan semua elemen sel itu tersusun atas zat-zat kimia organik dan anorganik yang secara terus menerus melangsungkan reaksi kimia. Reaksi ini terjadi alamiah, berdasarkan hukum alam. Saat itu, manusia belum hidup.

Jika kehidupan didefinisikan sebagai pernafasan, pergerakan, membutuhkan makanan, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, peka terhadap rangsang, metabolisme, ekskresi, dan adaptasi maka sel sudah hidup. Tetapi hidup berdasarkan tatanan hukum alam. Hukum yang dijaga Allah melalui malaikat malaikatnya.

Tetapi, jika kehidupan berarti kesadaran, kemampuan mengolah informasi, dan memutuskan tindakan. Maka sel tidak hidup. Sel tidak punya kesadaran untuk menentukan hidupnya. Mereka hanya patuh terhadap hukum alam. Membutuhkan zat-zat nutrisi. Mengolahnya dalam mitokondria bersama oksigen yang didapat dari sekitar. Melahirkan kode-kode genetik. Dan membelah diri secara terus menerus.

Mereka, sel, tidak bisa berpikir. Ukuran banyak pembelahan tidak bisa mereka tentukan. Mereka butuh prosesor lebih tinggi untuk menentukan keputusan. Hidup mereka hanya terbatas pada mempertahankan diri secara hormonal kimia. Tetapi mekanis sepertinya tidak akan bisa. Misalkan ada sel bakteri, 1 buah. Kita bawa buldoser. Kita penyet sel bakteri itu diatas aspal. Niscaya kematian akan menghampiri mereka. Mereka tidak bisa mengidentifikasi buldoser yang mengancam hidup mereka. Dan tentu saja tidak dapat memutuskan lari dari ajalnya.

Mereka butuh mata untuk melihat, butuh telinga untuk mendengar, butuh mulut untuk berucap, butuh kulit untuk meraba, dan sistem indra yang lain.

Tetapi beberapa tingkat sel berada dalam intelegensi lebih tinggi. Misalnya fungi, lumut, tumbuhan, dan hewan. Tertinggi adalah manusia.

Ciri-ciri Virus Bakteri Fungi Tumbuhan Hewan Manusia
Bernafas Terbatas O O O O O
Bergerak Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas O O
Makan Terbatas O Terbatas Terbatas O O
Tumbuh kembang Terbatas O O O O O
Reproduksi Terbatas O O O O O
Iritabilita Terbatas Terbatas Terbatas Terbatas O O
Metabolisme Terbatas O O O O O
Ekskresi Terbatas O O O O O
Adaptasi Terbatas Terbatas O O O O

Lantas apa beda kita dengan binatang?

Yang bedakan manusia dan hewan dan yang lainnya hanya dalam segi intelegensi saja. Mereka nerimo pada alam ini. Mereka hanya melakukan keinginan mereka saja. Keinginan yang telah di settup oleh pemilik alam semesta ini. Bernama hukum alam. Mereka mungkin memiliki ruh. Tetapi sebatas keinginan untuk melakukan hukum alam. Atau lebih bisa sebut sebatas melakukan hukum alam.

Sedangkan manusia diberikan keleluasan untuk menolak hukum alam. Itulah free will. Mereka punya analisa terhadap informasi dan judge itu benar atau salah, itu baik atau buruk.

Meskipun dalam diri mereka terkandung hukum alam yang menyokong intelegensi mereka. Hukum alam yang dijalankan oleh Cahaya Allah. Bisa jadi mereka adalah malaikat Allah.

Sangat sombong, bila kita bilang, “Kita bisa karena kepandaian saya”. Padahal sel saja pinjam. Organ saja pinjam. Sistem organ saja pinjam. Bahkan ruh yang ditempel akal saja tinggal pakai. Tidak perlu urus bagaimana ruh diciptakan. Tidak urus perputaran elektron di dalam atom dan memastikan ikatan antar atom itu terjadi. Tidak menciptakann hukum bagaimana senyawa kimia dalam tubuh bereaksi.

Kenapa ku bilang pinjam. Karena kesadaran kita, jiwa, ruh, dan pikiran kita ada setelah 3 kali 40 hari jasad dalam janin terbentuk dalam rahin ibu. Sel sperma membuahi sel ovum. Membelah. Melangsungkan hidup berdasarkan asupan nutrisi dari pusar ibu. Saat itu kita belum ada di dalam sel-sel itu. Materi itu hanyalah seonggok darah dan gumpalan daging tak berarti. Mereka melangsungkan hidup dalam tatanan hukum alam. Barulah kita ditiupkan untuk melangsungkan seonggok daging itu. Memikirkan hidup diri, keluarga, dan alam semesta.

Sebuah akhir dari video bilang, “Jika alam semesta ini hampa. Jika alam semesta ini kosong. Diam. Dan ada tanpa arti. Maka kitalah, manusia yang harus menentukan arti dari alam semesta itu sendiri”

Semua bermuara pada konsep khalifah fil ardh. Seperti yang Allah bilang di surah Al-Baqarah [2]: 30.

Kita hanya bertugas mengolah amanah ini, menggunakan ruh beserta akal untuk menentukan keputusan-keputusan. Dan keputusan itu, akan ditanyakan yang meminjami ketika hari peradilan tiba.

Selamat malam.

Gresik, 06 Desember 2017

21:12 WIB dalam gerimis rindu kota sunan.

Advertisements

2 thoughts on “Jawaban atas keraguan pada manusia

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s