Bangunlah Jiwa Raga untuk Indonesia Raya

Entah aku harus jengkel kepada siapa. Mana mungkin aku mati hanya karena embargo negara asing? Mana bisa negeri sekaya ini akan tumbang akibat boikot neraca ekspor impor. Itu akan terjadi ketika negara lain sudah enggan mengirim barang mereka kepada negara kita. Sedangkan orang asing tidak mau menerima barang yang kita jual. Tetapi menjadi sangat mungkin… Read More Bangunlah Jiwa Raga untuk Indonesia Raya

Kaum Urban “Kaya” vs Kaum “Miskin” Pedesaan: Pendekatan Krisis Moneter dan Ketergantungan pada Uang

Semakin elit seseorang. Jabatan diatas, pekerjaan di kantor-kantor kapital. Semakin ke kota. Perputaran uang semakin banyak. Berlimpah ruah, bergelimang harta. Berbondong-bondong orang mengadu nasib ke perkotaan. Merantau membanting tulang. Megiyakan urbanisasi atas nama penghidupan yang lebih baik. Tetapi mungkin ada yang miss (hilang) dari pikiran kaum urban tersebut. Mereka lupa kalau apa-apa di kota itu… Read More Kaum Urban “Kaya” vs Kaum “Miskin” Pedesaan: Pendekatan Krisis Moneter dan Ketergantungan pada Uang

Menyikapi Fenomena Masyarakat

Dan dalam mencermati gejala atau fenomena yang terjadi di masyarakat, kita harus menilik short term dan long shot. Jangka pendeknya itu dapat berupa statement itu sendiri dan hubungan dari statement. Disana terletak observasi yang objective. Pengenalan terhadap informasi yang ada. Dan melakukan analisa pribadi untuk menemukan ujung dari salah benar informasi tersebut. Tetapi tidak cukup… Read More Menyikapi Fenomena Masyarakat

Pacitan, surga tersembunyi di ujung barat Jawa Timur (bag. 1)

Sebenarnya aku sudah lama penasaran dengan kota Pacitan sejak 3 tahun yang lalu. Tahun 2014 kebetulan aku berkunjung di rumah kerabat di daerah Slahung kabupaten Ponorogo, dan aku diberitahu oleh kerabatku tadi bahwa Pacitan adalah satu tempat recommended yang harus dikunjungi. “Disana banyak pantai lho mbak.. masih bersih” katanya. Dan Alhamdulillah Allah mengabulkan keinginanku. 14… Read More Pacitan, surga tersembunyi di ujung barat Jawa Timur (bag. 1)

Pacitan, surga tersembunyi di ujung barat Jawa Timur (bag. 2)

Hari kedua, Sabtu, 15 April 2017 Sekitar pukul 5 pagi, Setelah sholat subuh, aku dan April memutuskan untuk berjalan jalan dan menikmati matahari pagi di teleng ria. Memang hal ini agak melenceng dari itinerary kami, tapi tak apalah. Mumpung lagi semangat-semangatnya berlibur kenapa harus tidur lagi setelah shubuh? Pagi gelap kami langsung bergegas menuju pantai.… Read More Pacitan, surga tersembunyi di ujung barat Jawa Timur (bag. 2)

Harga cabe adalah soal penjajahan

Kemarin temanku, alfu, dia menuliskan ulasan tentang harga cabe yang tidak masuk akal di pasaran. Cabe rawit yang mencapai 140ribu menyaingi harga daging sapi. Penyebabnya adalah food insecurity, katanya. Aku tertarik memberikan komentar. Gagasan untuk saling melengkapi. Karena dewasa ini, budaya adu argumen secara sehat telah pudar. Tenggelam oleh kebiasaan banci pengguna sosial media yang… Read More Harga cabe adalah soal penjajahan

Sudah Adakah Teleskop di Sekolah?

  Jujur saya sedikit sedih ketika harus dihadapkan dengan pendidikan di Indonesia dimana sekolah-sekolah mengutamakan pengadaan mikroskop daripada teleskop. Jika bakteri, sel, fotosintesis, jaringan tumbuhan, dianggap penting karena termasuk dalam kurikulum wajib di ilmu sains; kenapa pengamatan benda-benda langit seperti kawah bulan, gerhana bulan/matahari, badai matahari, penampakan planet, bintang, termasuk ancaman meteor, seakan terabaikan dalam… Read More Sudah Adakah Teleskop di Sekolah?