Niat

Niat: menyengaja untuk menentukan tujuan dari suatu pekerjaan. Terdapat beberapa jenis niat, antara lain: Pertama, niat belajar untuk menambah ilmu diri sendiri (in) Otak itu memiliki batasan. Manusia serba terbatas. Islam tak tuntunkan ini. Contoh: belajar biar pintar, belajar agar dapat mengetahui banyak hal, belajar biar berilmu. Kedua, niat belajar untuk mengejar tujuan yang lain… Read More Niat

Karunia Allah tatkala kita bangun tidur

Entah sudah berapa kali kita bolak-balik bangun dari kematian sesaat (tidur). Dari semenjak kita dilahirkan di muka bumi. Menghirup udara dengan gratis. Tanpa menimang dan menimbang kadar oksigen dan nitrogen yang baik untuk tubuh. Semua tersedia. Dan alam semesta mendukung hidup kita. Disebut dengan kematian, memang begitu adanya. Di kala tidur, semua alat indra kita… Read More Karunia Allah tatkala kita bangun tidur

Kita bisa atau kita di-bisa-kan oleh Allah?

Edisi lanjutan dari tulisan “Percaya diri saja nggak cukup, perlu juga Allah”. Di tulisan tentang percaya diri kemarin, tidak sengaja aku mengucap kata “di-mampu-kan” oleh Allah. Aku dalami maknanya dalam permenungan panjang. Yosshh. Ketidaksengajaan itu Allah berikan untuk membangun karya yang lebih mencerahkan. InsyaAllah dibahas di tulisan ini. Di sekolah-sekolah, tempat kerja, kuliah, aktivitas ekstrakulikuler,… Read More Kita bisa atau kita di-bisa-kan oleh Allah?

Untuk Berhasil, Percaya Diri Aja Nggak Cukup. Perlu Allah!

Di banyak kesempatan, orang berpikir bahwa dengan percaya diri, dia bisa sukses. Mereka mengenyam pendidikan dengan doktrin demikian. Entah teori darimana itu. Yang jelas, pikiran kita otomatis mengiyakan konsep itu. Tentu tidak salah. Percaya diri adalah salah satu dari sekian banyak faktor. Akan ada banyak yang miss atau hilang ketika kita minder dalam mengeksplor bakat… Read More Untuk Berhasil, Percaya Diri Aja Nggak Cukup. Perlu Allah!

Kaum Urban “Kaya” vs Kaum “Miskin” Pedesaan: Pendekatan Krisis Moneter dan Ketergantungan pada Uang

Semakin elit seseorang. Jabatan diatas, pekerjaan di kantor-kantor kapital. Semakin ke kota. Perputaran uang semakin banyak. Berlimpah ruah, bergelimang harta. Berbondong-bondong orang mengadu nasib ke perkotaan. Merantau membanting tulang. Megiyakan urbanisasi atas nama penghidupan yang lebih baik. Tetapi mungkin ada yang miss (hilang) dari pikiran kaum urban tersebut. Mereka lupa kalau apa-apa di kota itu… Read More Kaum Urban “Kaya” vs Kaum “Miskin” Pedesaan: Pendekatan Krisis Moneter dan Ketergantungan pada Uang

Perjalanan Berganti-ganti Kamar Kos dari Waktu ke Waktu

Jember (Maret 2012) Sejak pertama kali kos di Jember tepatnya Jl. Karimata Blok C7, aku selalu menseriusi soal jumlah barang yang ada di kos. Jumlah barang jangan sampai melebihi tempat penyimpanan. Tetapi ya dasar anak kos. Berangkat bawa 1 tas, pulang tambah 1 kardus. Padahal lama waktu ngekos hanya 1 bulan saja. 700ribu untuk berdua.… Read More Perjalanan Berganti-ganti Kamar Kos dari Waktu ke Waktu