Perjumpaan dengan Zul, Figur Harapan Sumbawa (Part 2 )

Part 2 – Habis “Saya itu pernah mendapatkan bingkisan dari wali murid karena anaknya dapat sukses sekarang. Pernah juga menjadi editor untuk buku tulisan salah seorang murid”, dia menceritakan dengan nada berat dan menggebu. Ini mengingatkanku pada Film Freedom Writer. Ketika seorang guru hadir pada sekolah pinggiran dimana muridnya nakal (mabuk, obat, berkelahi, adu jotos).… Read More Perjumpaan dengan Zul, Figur Harapan Sumbawa (Part 2 )

Perjumpaan dengan Zul, Figur Harapan Sumbawa (Part 1)

Part 1 Aku naik kapal Ferry lagi. Kali ini ukurannya lebih besar daripada kapal yang sebelumnya aku tumpangi di Selat Lombok. Pelabuhan tampak lenggang, antrian pun tak begitu banyak. Setelah menunjukkan tiket yang ku beli di loket senilai 45ribu, aku masuk dek dengan mulus. Kemudian naik ke bagian penumpang. Aku langsung menaruh tas backpack yang… Read More Perjumpaan dengan Zul, Figur Harapan Sumbawa (Part 1)

[Indonesia Timur Bagian XI] Terhenti oleh Nyongkolan, Pernikahan Adat Sasak

Bagian 11 Suhu udara makin panas. Jalanan lurus dan datar menuju arah utara kompas. Keluar dari keramaian pasar, sekolah, kantor kecamatan, dan perumahan. Ku tengok arah kanan, sawah nan luas terhampar hingga bibir pantai yang ombaknya terlihat pelan. Pantai sudah dekat, tanda sudah akan sampai Labuhan Lombok. Gigi belakang diturunkan, hingga berjumlah 14 mata gear.… Read More [Indonesia Timur Bagian XI] Terhenti oleh Nyongkolan, Pernikahan Adat Sasak

Kilas Balik: Menyambung Rantai Sejarah Lombok

Abad XII – Sasak Boda Cikal bakal terbentuknya budaya dari orang sasak yang mendiami pulau Lombok berawal dari Kerajaan Desa Lae’. Seiring berjalannya waktu, kerajaan mengalami transformasi akibat fenomena alam dan turun naiknya eksistensi kerajaan. Barulah muncul kerajaan Lombok/Selaparang. Kerajaan-kerajaan tersebut hidup mulai sekitar abad 12. Masyarakat abad permulaan ini masih menganut Boda sebagai kepercayaan.… Read More Kilas Balik: Menyambung Rantai Sejarah Lombok

[Indonesia Timur Bagian X] Lombok dan Keunikannya

Bagian 10 Aku sudah sampai di Pringgabaya, kecamatan di Lombok Timur. Pusat perdagangan masih sangat ramai meskipun panas hawa laut menyengat. Lagi-lagi banyak ditemukan dokar. Dan yang unik adalah angkutan umum yang digunakan. Angkot disini bukan seperti di Jawa yang memang menggunakan mobil bertipe Suzuki Carry 1000. Disini, menggunakan Pick up L300 yang dimodifikasi bagian… Read More [Indonesia Timur Bagian X] Lombok dan Keunikannya

[Indonesia Timur Bagian IX] Senyum Cantik Dewi Anjani

Bagian 9        Sambungan perjalanan Lembar, Lombok Barat – Kayangan, Lombok Timur. ”Kalau sampai Praya aman, dari sana tinggal lurus saja”, kata orang di lampu merah yang kebetulan berhenti juga. Jalan dari Cakranegara – Praya membingungkan karena masih daerah perkotaan. Banyak percabangan, pertigaan, dan perempatan. ”Jangan belok-belok, ikuti terus jalan hingga sampai Labuan Lombok”, tambahnya. Aku… Read More [Indonesia Timur Bagian IX] Senyum Cantik Dewi Anjani

[Indonesia Timur Bagian VIII] Memutar Kenangan di Mataram

Bagian 8 Yuk menjelajah indahnya alam Nusa Tenggara. Mataram: Maju, Religius, Berbudaya Seperti biasa, kayuhan pertama penuh semangat. Shifter sementara off dulu. Jalan dari Lombok Barat menuju Timur via jalur selatan cenderung datar. Tidak banyak tanjakan berarti selain naik turun karena keberadaan jembatan dan sungai. Trek yang harus dilahap hari ini juga tergolong kategori sedang.… Read More [Indonesia Timur Bagian VIII] Memutar Kenangan di Mataram

[Indonesia Timur Bagian VII] Putusnya Kontak

Bagian 7 Penantian selama sehari kemarin ternyata sia-sia. Sial! Perjanjian untuk bertemu jam tujuh pagi di Lembar, tidak terealisasi. Dengan lugu dan santai pesan singkat masuk kedalam ponselku, ”Ini kapal mungkin yang kamu tumpangi kemarin, aku sudah mulai masuk dalam kapal” Aku naik pitam. ”Ini jam berapa? Perjanjian jam berapa? Kalau tidak sanggup bilang dari… Read More [Indonesia Timur Bagian VII] Putusnya Kontak

’Ngaji’ di Mushola Pelabuhan Lembar, Lombok

Edisi menunggu 1 hari yang hilang dalam perjalanan menuju Indonesia Timur. Penyebab penantian ini adalah kesepakatan meeting point yang berubah ubah. Bisa dilihat disini, Kekacauan Itinerary. Sinar mentari enggan menembus awan. Semangatnya tak terpancar. Tak menggubris cuaca dan kondisi alam, aku malah sangat bersemangat menjelajah tanah Lombok. Aku girang menemukan tempat persinggahan. Mushola biru, Pelabuhan… Read More ’Ngaji’ di Mushola Pelabuhan Lembar, Lombok

[Indonesia Timur Bagian VI] Kekacauan Itinerary

Bagian 6 Sebelumnya, naik kapal Ferry pertama kali. Sesampainya di Pelabuhan Lembar, benang perjalanan semakin kusut. Tak jelas arah dan tujuannya. Semakin terombang-ambing oleh keadaan yang tidak mendukung. Tidak sesuai dengan perkiraan. Kesepakatan pertemuaan sebelumnya di Padang Bai kembali bergeser ke pulau seberang, Lombok. Aku sudah berada di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, sedangkan temanku entah… Read More [Indonesia Timur Bagian VI] Kekacauan Itinerary