Kita bisa atau kita di-bisa-kan oleh Allah?

Edisi lanjutan dari tulisan “Percaya diri saja nggak cukup, perlu juga Allah”. Di tulisan tentang percaya diri kemarin, tidak sengaja aku mengucap kata “di-mampu-kan” oleh Allah. Aku dalami maknanya dalam permenungan panjang. Yosshh. Ketidaksengajaan itu Allah berikan untuk membangun karya yang lebih mencerahkan. InsyaAllah dibahas di tulisan ini. Di sekolah-sekolah, tempat kerja, kuliah, aktivitas ekstrakulikuler,… Read More Kita bisa atau kita di-bisa-kan oleh Allah?

Untuk Berhasil, Percaya Diri Aja Nggak Cukup. Perlu Allah!

Di banyak kesempatan, orang berpikir bahwa dengan percaya diri, dia bisa sukses. Mereka mengenyam pendidikan dengan doktrin demikian. Entah teori darimana itu. Yang jelas, pikiran kita otomatis mengiyakan konsep itu. Tentu tidak salah. Percaya diri adalah salah satu dari sekian banyak faktor. Akan ada banyak yang miss atau hilang ketika kita minder dalam mengeksplor bakat… Read More Untuk Berhasil, Percaya Diri Aja Nggak Cukup. Perlu Allah!

Menulis bagi yang tidak sempat

Hari-hari yang lalu berjalan tanpa bekas. Tidak tertinggal jejak. Rekamnya hanya dalam bentuk draft compang-camping. Sangat tidak enak dibaca. Not easy to read. Kesibukan kerjaan baru yang berjibun. Proyek yang dipegang bukan main besarnya. Identik dengan resiko gagal yang amat tinggi. Padahal masih adaptasi juga. Boss-ku meredakan, “Kesalahan wajar terjadi. Yang tidak wajar adalah ketika… Read More Menulis bagi yang tidak sempat

Dari Allah untuk kita dan rahmat kepada seluruh alam

Katanya perlu banyak cincong untuk orang mejadi bahagia. Nyatanya cukup hanya dengan berbagi. Banyak orang menumpuk harta, perabotan, barang antik, langka, barang kesayangan, jaga-jaga kalau besok dipakai, pakaian, sepatu, dan alat dapur. Seragam sekolah, alat tulis, buku bacaan, buku tulis, laptop. Entah mau dibawa kemana. Apa motivasi mereka meneguhkan diri untuk mempersulit diri dalam menyimpannya.… Read More Dari Allah untuk kita dan rahmat kepada seluruh alam